IMAGINATION

IMAGINATION
Episode 8



...Tinggalkan jejak jika anda suka & selamat membaca💓🔥...


...*****...


{Ctak🎬💥}


"Hah?!! Perasaan tadi gue disekolah".


Putri melihat ke arah sekitarnya dan tidak salah lagi sekarang ia kembali lagi ke rumahnya Bagas dengan posisi sedang berdiri didepan pintu dapur sambil memegang mangkok mie pulak. Hah! Sudah pasti sistem yang menyediakannya.


Putri lalu melihat ke arah sofa ruang tamu disana Bagas tengah merangkul Salsa sambil tertawa ria sedang Sera berada dua jengkal diantara mereka. Raut wajah Sera terlihat kesal. Putri ingat di dalam novel Sera memang tidak menyukai Salsa karna ia hanya menginginkan Alena yang jadi menantu putranya.


Hening...


Tidak ada pemberitahuan seperti biasanya.


Putri menghela nafas, sungguh aneh rasanya tak mendengar suara laknat itu hingga iapun mulai berjalan sendiri sesuai alurnya.


"Alena.. Kemari". Panggil Sera saat melihat Alena baru keluar dari dapur.


Alena pun menurut lalu duduk disamping Sera. Salsa yang melihat keberadaan Putri pun terkejut, selama ini Bagas memang tak memberitahu Salsa soal ini.


"Waah aromanya sangat sedap". Puji Sera pada mie instan yang di bawa Alena.


"Mama mau? Ambil punya Alena aja nih, Alena mau buat ulang".


"What mama?? Bagas?!". Salsa menatap marah ke arah Bagas membuat Bagas hanya bisa garuk-garuk kepala.


Mengenai panggilan "Mama" Alena melakukan itu karna diperintah oleh Sera karna sekarang ia sudah berperan menggantikan Starla menjadi orang tua Alena.


"Nanti aku jelaskan". Bagas berbisik.


"Mau lah, kebetulan mama juga laper, dari tadi pengen makan orang!". Sera melirik sinis ke arah Salsa lalu mengambil mangkok mie yang diberikan Alena.


"Okey ma". Alena pun bangkit dari duduknya.


"Eh Alena sekalian buatin kami berdua ya!". Ujar Bagas santai.


"Iya nih, aku kan baru main ke sini masa gk dikasih jamuan...Tamu itu kan Raja". Tekan Salsa di kalimat terakhirnya.


*Bagas..! Awas aja lo kalo sampe minta maaf lagi*


Alena mengepalkan tangannya.


"Alena gk usah, mama juga udah gk laper. Mama masuk kamar dulu".


Sera menatap kesal ke arah Bagas dan Salsa lalu masuk ke dalam kamarnya.


Dan panggung pun selesai.


"Huh". Putri kembali duduk lalu mengambil mangkuk mienya yang diletakkan di meja dan melahapnya dengan santai.


"Sini mie nya!". Salsa bertekad merebut mangkok mie yang ada di tangan Alena.


"Eh apa-apaan lo?!".


"Sini!!".


Byur


Setengah dari kuah mie tersebut terciprat ke wajah Salsa.


"Ups sorry". Putri menutup mulutnya namun terlihat jelas kalau dirinya sudah sengaja.


"Nanggung gk si?".


Byur


Putri menumpahkan sisa kuah yang ada dimangkok tersebut ke atas kepala Salsa.


"Rasain lo!". Putri lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Salsa yang masih mematung.


"Alenaa". Panggil Bagas hendak mengejar Alena, sekarang ia sudah sepenuhnya sadar.


"Bagas mau kemanaaa??? hey Bagas!!".


Putri menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang lalu menguncinya.


"Alena buka pintunya!!".


Teriak Bagas sambil menggedor-gedor pintu kamar Alena.


"Bodo amat". Sahut Putri lalu berjalan ke arah kasurnya dan menutup telinganya dengan bantal.


"Alena jelaskan apa yang terjadi!! Aku benar-benar tidak tau".


"Tuh kan lupa lagii... ihhhh".


"LO NYEBELIN BAGAS, GUE BENCI SAMA LO!!".


"Apa aku melakukan kesalahan lagi??? Alena aku mohon buka pintunya".


Bagas terus berusaha membujuk Putri hingga hampir satu jam terlewat namun Putri sama sekali tak memberinya kesempatan bahkan tak terdengar sahutan lagi dari Putri.


Bagas sudah pasrah lalu kembali ke kamarnya dengan perasaan kecewa.


...*****...


...Jangan lupa follow IG : @arsyilaaudhiva💓...