
...Tinggalkan jejak jika anda suka & selamat membaca💓🔥...
...*****...
"Baiklah". Ujar Aldi pasrah lalu keluar dari ruangan tersebut.
Dan sekarang baik Putri maupun Bagas tak ada yang bicara membuat orang-orang yang ada disekitarnya seperti nyamuk. Namun karna bosan dalam keheningan ini Bagas pun mulai bicara terlebih dahulu...
"Alena..." Panggil Bagas pelan.
"Hm". Gumam Alena tanpa menoleh.
Hening lagi, Bagas tak tau akan membicarakan apa hingga tepat saat itu Aldi datang membawakan bubur serta air putih untuk Alena. Melihat kedatangan Aldi, wajah Alena yang tadinya cemberut kini berubah ceria dan itu tak luput dari pandangan Bagas.
"Alena.." Sapa Aldi saat masuk dengan senyuman yang tak luput dari wajahnya.
"Aldi, sini". Ujar Putri antusias.
"Mau disuapin.." Rengek Putri.
"Haha iyaya kamu ini lucu sekali".
"Hehe aaak". Putri membuka lebar mulutnya dengan maksud meminta Aldi untuk menyuapinya.
Saking gemasnya Aldi mengacak-acak rambut Alena terlebih dahulu sebelum memberikan Alena suapan buburnya. Nampak wajah Alena yang sudah semerah tomat.
Belum sempat Aldi membuka tutup bubur itu namun Bagas sudah lebih dulu merampasnya dan membukanya dengan kasar.
Semua orang hanya bisa cengo dengan tingkah Bagas tersebut.
"Kalian pergi saja, biar aku sendiri yang menjaganya". Ujar Bagas tanpa bantahan.
"Tapi-". Sanggah Aldi terpotong.
"KALO AKU BILANG PERGI YA PERGI!!". Bagas emosi.
Putri tersentak mendengar suara Bagas yang meninggi itu begitupun dengan sahabat Bagas yang lain.
Aldi menghela nafas berat lalu menatap Alena yang tengah memberinya tatapan memohon..
"Maaf ya Alena.. aku harus pergi, semoga kita bisa bertemu dilain waktu". Aldi memaksakan senyum.
"Hm ya udah, kamu hati-hati ya". Alena memajukan bibir bawahnya karna merasa sedih.
"Iya sampai jumpa Alena.."
"Bye Bye Aldi..." Alena mendadahkan tangannya. Sahabat Bagas juga nampak bersimpati melihat mereka yang berpisah.
"Sudah?". Tanya Bagas dengan wajah dingin sambil mengaduk-aduk bubur yang ada di tangannya.
Nyali Putri kembali menciut melihat tatapan membunuh Bagas.
"Makan!". Perintah Bagas sambil menyodorkan sesendok bubur ke hadapan Putri.
Putri tak berani membantah lalu melahap bubur tersebut sambil menatap takut-takut ke arah Bagas.
"Bagas.." Panggil Putri ragu-ragu.
"Hm". Gumam Bagas tanpa menoleh.
Putri menarik nafasnya dalam-dalam lalu menurunkan kakinya hingga berjuntai di atas brangkar dalam posisi tepat berhadapan dengan Bagas.
"Lo kenapa si?". Tanya Putri penasaran.
"Aku kenapa?". Tanya Bagas balik dengan nada cuek..
"Maksud gue, kenapa si lo itu selalu ngalangin gue deket sama Aldi?".
"Apa kamu menyukainya?". Bukannya menjawab Bagas malah balik bertanya.
"Siapa si yang gk suka sama Aldi???? Udah ganteng, manis, baik lagi uh! Gue yakin siapapun cewek yang liat dia pasti bakal jatuh cinta!".
Jawab Putri dengan mata berbinar-binar..
Bagas mengangkat kepalanya dan menatap Putri dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Apa aku tidak lagi menarik dimatamu?".
"Ha??". Putri masih mencoba mencerna perkataan Bagas tadi. "L-Lo bilang apa tadi?".
"Lupakan, ayo kita pulang". Ujar Bagas lalu bangkit dari duduknya.
"Gk mau". Putri cemberut sambil bersidekap dada.
"Ck. Lama!". Bagas geregetan lalu menggendong Putri bak karung beras menuju parkiran.
"Bagas!! Lepas ihh malu diliatin banyak orang". Putri meronta didalam gendongan Bagas sambil memukul-mukul dada bidang milik laki-laki tersebut namun Bagas sama sekali tak perduli.
Hingga saat sudah sampai di parkiran barulah Bagas menurunkan Putri.
"Bagas ih nyebelin bangett sii!!!!". Kesal Putri sambil menghentak-hentakkan kakinya di tanah.
"Jangan seperti itu, wajahmu semakin terlihat jelek".
"Bodo amat!". Jawab putri ketus lalu masuk ke dalam mobil Bagas.
Bagas pun terkekeh geli lalu mengitari mobilnya dan masuk ke dalam.
Selama perjalanan mereka hanya diselimuti oleh keheningan hingga saat sudah sampai di rumah Putri juga tak mengatakan apapun dan langsung saja masuk ke dalam membuat Bagas hanya bisa menghela nafas kasar.
Tok Tok Tok
Pintu kamar Putri diketuk dari luar.
"Masuk". Jawab Putri sambil memainkan ponsel milik Alena. Putri sempat mencari username instagram miliknya namun tak ketemu mungkin karna perbedaan masa.
Ceklek
Pintu dibuka siapa lagi kalau bukan Bagas. Putri melirik sedikit dan langsung meletakkan ponselnya dan pura-pura tidur.
Bagas mendekat ke arahnya lalu duduk ditepian kasur.
"Aku tau kamu sedang berpura-pura". Ujar Bagas membuat Putri membuka mata dan kembali duduk namun ia enggan menatap Bagas yang ada di depannya melainkan kembali asyik memainkan ponsel Alena. Ngambek ges:)
"Apa kamu masih marah?". Tanya Bagas namun Putri tak menggubrisnya.
"Alena jawab aku, aku minta maaf.." Ujar Bagas sungguh-sungguh. Lagi-Lagi Putri hanya diam seolah tak menganggap keberadaannya.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?". Suara Bagas terdengar pasrah.
Putri mengangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Bagas. Entah apa arti dibalik senyumannya itu Bagas tak tau.
"Beneran lo mau lakuin apa aja??". Tanya Putri antusias. Bagas mengangguk ragu.
"Kalo gitu kasih gue nomernya Aldi dan gue bakal langsung maafin lo".
Raut wajah Bagas berubah datar.
"Pdkt an lah, liat nih! Wa gue isinya cuma kontak lo doang.. Mana ada emot love-lovenya lagi alay". Ujar Putri sambil memperlihatkan beranda whatsapp nya pada Bagas.
Benar saja, tidak ada kontak lain di ponsel Alena selain dirinya membuat Bagas diam-diam tersenyum kecil..
"Kok lo bengong sih, ayok mana".
Wajah Bagas kembali datar..
"Tidak". Tolaknya.
"Loh tadi katanya mau dimaafin". Putri kembali mengerucutkan bibirnya.
"Lebih baik aku tidak mendapatkan maaf darimu daripada membiarkanmu mendekati temanku". Ucap Bagas lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar pintu.
"Ihh Bagas pelit". Teriak Putri dari dalam kamar namun Bagas tak membalasnya.
Sesampainya di kamar Bagas langsung merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan mata.. Namun bayangan wajah Alena yang bermacam ekspresi itu kini mengganggu pikirannya.
"Ah sial! Kenapa aku terus memikirkannya". Keluh Bagas namun senyuman perlahan terbit di bibirnya kala mengingat wajah manis Alena ketika dia cemberut.
"Dia sangat menggemaskan..." Gumam Bagas tanpa sadar.
"Sepertinya, aku menyukaimu Alena". Entah antara sadar atau tidak Bagas mengucapkan kalimat itu lalu ia pun tertidur.
{Ctak🎬💥}
Hari sudah pagi
Berbeda dengan Bagas yang sudah tidur pulas, Putri yang hendak memejamkan matanya sudah berpindah episode lagi. Sepertinya Putri memang tidak diizinkan untuk tidur namun walaupun begitu Putri tak pernah mengantuk hanya merasa lelah saja bahkan sekarang mata dan raganya kembali segar seperti orang yang sudah istirahat semalaman.
Kini Putri sedang berada di depan meja belajar untuk memilih buku yang akan dimasukkan ke dalam tasnya, entahlah buku apa itu Putri tak tau sepertinya sih buku tulis kosong. Ia pun sudah mengenakan seragam lengkap.
Ceklek
Pintu dibuka Bagas.
*Kambuh lagi sikap gk berahlaknya*
"Heh Alena". Panggil Bagas dengan nada sinis.
"Iya? Ada apa Bag-".
"Bawa tas ku ke sekolah". Bagas melempar tasnya ke wajah Alena hingga membuat Alena sedikit terkejut dengan serangan tiba-tiba itu.
*Gk sopan!*
"Ba-Baik". Jawab Alena dengan terbata-bata sambil menundukkan kepala.
"Bagus". Ujar Bagas lalu keluar dari kamar Alena.
Dan panggung pun selesai..
"Bagaas..." Putri menggeratakkan giginya menahan emosi.
Ia pun segera turun untuk mencari Bagas namun saat sampai di pertengahan tangga ia justru bertemu Bagas yang nampak terburu-buru menaiki tangga. Putri dan Bagas sama-sama menghentikan langkahnya lalu saling menatap satu sama lain..
"Tas lo!". Putri melempar tas milik Bagas seperti yang dilakukan Bagas tadi.
"Hah? Kenapa bisa ada padamu?". Bagas nampak kebingungan. Begitupun dengan Putri, baru kali ini ia melihat Bagas seperti orang linglung begitu...
"Lo lupa? Atau lagi pura-pura?". Tanya Putri ragu-ragu.
"Aku sungguh tidak tau, seingatku tadi aku sedang berada di ruang tengah dan melupakan tas ku dikamar oleh sebab itu aku kembali ke atas.
"Hah???". Putri menggelengkan kepalanya tak percaya. "Gk mungkin, lo pasti bohong kan?!".
"Untuk apa aku berbohong". Ucap Bagas yakin.
"Tau ah pusing gue".
Putri pun turun dari tangga dan melewati Bagas begitu saja.
"Alena.." Panggil Bagas membuat Putri menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badan.
Bagas mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan..
"Aku minta maaf".
Putri membalikkan badannya dan menatap Bagas dengan pandangan yang sulit di artikan..Tanpa menjawab Putri pun memutus kontak matanya dan berjalan cepat-cepat menuju pintu keluar.
Bagas menghela nafas pasrah, ia sadar telah banyak melukai Alena, jadi mungkin akan sulit bagi Alena untuk memaafkannya dan menerimanya kembali.
"Bagas kok aneh banget si hari ini". Putri menggerutu di pinggir jalan sambil menunggu taksi ala-ala anak SMA yang gk punya kendaraan. Putri si gk hafal jalan tapi kan mudah kalo sama taksi mah tinggal sebut nama sekolah pasti tau tuh pikirnya.
Tin Tin
Bukannya kedatangan taksi, lagi-lagi wajah mengesalkan Bagas yang kembali muncul dihadapannya.
"Alena..Masuk!". Perintah Bagas.
Putri memutar bola matanya malas lalu melangkahkan kakinya menyusuri jalan, tak menghiraukan panggilan Bagas yang sudah terdengar kesal.
Bagas pun turun dari mobilnya lalu menahan tangan Alena..
"Lepas!". Putri menyentak tangannya dari genggaman Bagas.
"Bisa gk sih lo itu gk usah ganggu gue!".
"Alena aku minta maaf, aku benar-benar tidak merasa melakukan itu padamu sungguh, cukup sampai kemarin saja aku menyakitimu. Aku sungguh menyesal Alena". Ujar Bagas parau sambil menundukkan kepalanya.
*Apa maksudnya ini? Bagas mengingat panggung kemarin tapi lupa dengan yang sekarang?*
"Apa lo lagi sakit? Lo demam?". Putri menyentuh kening Bagas.
Bagas tak menyia-nyiakan kesempatan itu, tanpa diduga ia justru melingkarkan tangannya di pinggang langsing Alena lalu menyusupkan kepalanya di cekuk leher gadis itu membuat Putri terkejut.
"Bagas apa yang lo-"
"Aku mencintaimu Alena dan aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain. Alena, apa masih ada ruang untukku?".
________
Disisi tersembunyi...
"Kenapa pengaturannya berubah?? ".
Gumam seorang laki-laki yang tengah mengetik diatas komputer miliknya, tertera penghandel panggung yang kini sudah berbalik menjadi kuasa Bagas sepenuhnya termasuk opening yang seharusnya dimulai oleh sistem secara beraturan.
______________
...*****...
Bagaiamana dengan kelanjutan kisahnya?? Tetap pantau!🔥