
...Tinggalkan jejak jika anda suka & selamat membaca💓🔥...
...*****...
"Bagas apa yang lo-"
"Aku mencintaimu Alena dan aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain. Alena, Apa masih ada ruang untukku?".
Deg Deg Deg
Putri merasakan jantungnya yang berdebar-debar.
"Ih lo kok makin ngacok". Putri melepaskan tangan Bagas dari pinggangnya. "Kalo mau berangkat samaan ya tinggal bilang!! gk usah pake acara dramatis segala". Putri terlihat salting lalu masuk ke dalam mobil Bagas.
Bagas menghela nafas berat lalu mengitari mobilnya dan masuk ke dalam.
"Len.."
Putri tak merespon dan malah asyik sendiri dengan ponselnya, padahal mah di ponsel Alena kagak ada apa-apa cuy pura-pura asyik aja kalik ya.
"Alena.." Panggil Bagas lagi yang merasa dikacangin.
"Jalan. Lo mau kita telat?".
Bagas msnghela nafas pasrah lalu menjalankan mobilnya.
___________
Bagas dan Alena sudah tiba disekolah.
Seperti biasa, Putri pasti akan turun tanpa kata terlebih dahulu namun kali ini tidak! Bagas menahan tangannya membuat pergerakan Putri berhenti.
"Sama'an". Pinta Bagas sambil melepas seatbealt nya.
"Gk! Ogah banget jalan bareng sama lo, nanti juga kalo ketemu Salsa gue lo tinggalin".
"Aku akan memutuskan hubungan ku dengan Salsa".
Putri terkejut dan menatap Bagas dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Lo serius?".
"Aku berjanji". Ujar Bagas sungguh-sungguh.
"Okey! Deal. Gue pegang kata-kata lo".
Bagas tersenyum lega.
"Tapi... Aku punya syarat?".
"Syarat?". Beo Putri sambil mengernyitkan sebelah alisnya.
"Hm. Syaratnya kamu tidak boleh dekat-dekat dengan pria lain selain aku apalagi sampai suka, gimana?".
Putri menimbang-nimbang..
"Setelah lo putusin Salsa".
Putri tidak munafik, siapa si gadis yang akan menolak ketampanan Bagas? udah ganteng! anak tunggal kaya raya lagi. Persis laki-laki idaman Putri di dunia nyata. Tapi Putri perlu menguji Bagas bukan? Apakah dia serius atau tidak.
"Baiklah". Bagas tersenyum senang.
"Tunggu sebentar.." Pinta Bagas membuat Putri mengernyitkan dahi.
Bagas pun turun mengitari mobilnya lalu membukakan Alena pintu.
"Ayo turun". Bagas mengulurkan tangannya membuat wajah Putri bersemu merah. Baper cuy:)
Putri pun menyambut tangan Bagas dengan malu-malu kambing.
*Astagaa gue baperrr! Arghcxaydafagv😫*
Mereka berdua berjalan memasuki gedung sekolah sambil bergandengan tangan membuat atensi semua orang yang ada disana tertuju pada keduanya termasuk ketiga sahabat Alena yang juga baru tiba disekolah.
"Alenaaa". Panggil Sarah membuat Putri dan Bagas serentak menoleh.
"Sini!!".
"Bagas a-ak ah gue mau ke temen-temen dulu ya".
Putri merutuki kebodohannya saat ini. Sungguh aneh melihat dirinya berubah menjadi gadis yang lemah lembut seperti Alena.
"Okey. Semangat belajarnya".
"Lo juga.. Mm gue kesana dulu bye". Putri melambaikan sedikit tangannya.
Bagas tersenyum manis lalu mengangguk.
Wajah Putri kembali merona lalu berjalan cepat menuju para sahabatnya.
"Waaah apa aku tadi salah lihat ya? Hey apa kalian tadi melihat Bagas bergandengan tangan dengan seseorang? sepertinya aku salah lihat". Evline berniat menggoda.
"Aku juga melihat mereka saling melempar senyum". Zahra ikut-ikutan.
"Apa kalian baru saja menjalin hubungan?". Sarah yang malas basa-basi langsung saja bertanya to the point.
"Iya! Sarah gk seruuu". Sambut Evline.
"Sudahlah dia juga pasti tau kalo kalian sedang membicarakannya".
"Ck kalian pada ngomongin apa sii, ayo ke kelas". Putri salah tingkah lalu menyeret teman-temannya menuju kelas. Bagas yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.
"Kya!". Salsa tiba-tiba datang mengagetkannya.
"Hampir copot". Refleks Bagas sambil memegang dadanya.
"Hehe sorry kamu lihat apa??". Salsa mengikuti arah pandang Bagas namun tidak ada siapa-siapa disana karna Alena dkk sudah masuk kelas.
"Ha? Mm tidak ada". Bohong Bagas lalu meninggalkan Salsa sendirian.
"Heh Bagas kenapa aku ditinggalin??!!". Salsa mengejar langkah Bagas.
Kini mereka Bagas dan Salsa sudah tiba di kelas, namun ada yang aneh dengan Bagas hari ini, sejak memasuki kelas hingga mendudukkan dirinya di kursi ia tak henti-hentinya menyunggingkan senyum membuat Salsa yang ada di sampingnya mengernyitkan dahi.
"Bagas kamu kenapa? keliatannya hari ini kamu sangat bahagia..."
"Tentu saja.." Jawab Bagas namun pikirannya tengah membayangkan wajah cantik Alena.
"Benarkah?? kalau begitu ceritakan padaku hal apa yang membuatmu sangat bahagia sampai seperti orang gila begitu hihi!".
"Salsa, apa menurutmu Alena cantik??".
Salsa yang diberikan pertanyaan seperti itu sedikit terkejut lalu menatap Bagas dengan wajah bingung.
"Cantik....Tapi kenapa kamu tiba-tiba menanyakan Alena? setauku kamu tak pernah ingin membahas dia.."
"Itu dulu tapi sekarang tidak lagi. Aku sekarang sudah mengakui kalau Alena memang cantik dari dulu hanya saja kejadian dimasa lalu itu yang membuat ku menutup mata".
Entah mengapa Salsa merasakan hal aneh menghampiri hatinya, mungkinkah ia cemburu?? perasaan semacam itu memang lazim terjadi bukan? namun tunggu! entah mengapa Salsa penasaran dengan masa lalu yang disebutkan Bagas, fasalnya dari awal berpacaran dengan Bagas, Bagas tak pernah mau mengungkit masa lalunya dengan Alena.
"Memang apa yang terjadi antara kalian dimasa lalu??".
Bagas kembali bernostalgia, lalu menghembuskan nafas berat.
"Dulu aku sempat bertengkar dengannya karna urusan sepele, itu terjadi saat kami masih kelas tiga smp, waktu itu kami berdua pergi membeli kue untuk merayakan ulang tahunnya tante Starla, tapi dia hilang ditengah-tengah kerumunan orang yang sedang berbelanja hingga aku panik dan menelpon orang rumah, namun justru aku disalahkan karna itu, aku dimarahi karna membawa Alena pergi tanpa izin. Setelah aku memutuskan sambungan telpon secara sepihak, aku tak sengaja melihat Alena sedang memesan beberapa kue kesukannya dan menghampiriku tanpa wajah berdosa. Karna aku sudah terlanjur kesal jadi aku memarahinya, dan kami bertengkar hebat tidak ada yang mau mengalah.. Tapi aku sadar itu karna kami sama-sama belum dewasa dan masih sama-sama egois hingga dengan bodohnya aku memutuskan berpisah dengannya dan pergi melanjutkan sekolah ke luar negri. Ah! aku baru menyadari kebodohan ini.."
Cerita Bagas panjang lebar sambil mengingat perdebatan konyolnya dengan Alena dulu. Pantas saja waktu pergi ke toko baju bersama Alena waktu lalu Bagas tak membiarkan Alena masuk sendirian... Itu karna ia tak ingin kejadian itu terulang lagi.
Kalian ingat kan? ya waktu itu memang bukan Alena yang mengajak Bagas ke toko baju melainkan Putri tapi sama saja karna tubuh yang ditempati Putri adalah Alena... Gadis masa lalunya Bagas.
Salsa yang mendengar itu mematung sejenak..
*Apa itu berarti Alena dan Bagas pernah berpacaran?*.
"Apa hubunga kalian dulu begitu dekat?".
"Aku pernah memberitahumu jika Alena adalah sahabat masa kecilku namun aku lupa memberitahumu bahwa dia adalah cinta pertamaku".
Salsa terkejut bukan main, bagaimana bisa ia mendengar kalimat itu dari laki-laki yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.
"Apa kamu masih mencintai dia??". Tanya Salsa dengan raut wajah yang terlihat berbeda.
Bagas mengangguk yakin.
"Lalu untuk apa kamu menyatakan cinta kepadaku jika kamu masih mencintai dia??!". Salsa dengan suara sedikit bergetar.
"Bukannya kamu yang lebih dulu mengejarku?".
"Iya, tapi..... Argh! bukannya kamu bilang kamu membenci dia".
"Awalnya ku kira begitu namun setelah dewasa aku baru menyadari jika kata benci yang ku ucapkan hanyalah rasa rindu yang tak bisa ku utarakan".
Mata Salsa mulai berkaca-kaca.
"Salsa aku minta maaf tapi aku tak bisa melanjutkan hubungan ini lagi". Bagas mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan "Kita putus".
Salsa menutup mulutnya tak percaya, ia menggelengkan kepalanya berulang kali seolah tak menyetujui perkataan Bagas.
"Putus??? apa ini karna Alena itu?!".
"Dia tidak salah... Aku yang salah karna masih berharap padanya".
Emosi Salsa sudah tidak bisa ditahan lagi lalu memberikan tamparan keras ke wajah mulus Bagas.
"Dasar laki-laki brengs*k!".
Salsa lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari kelas dengan perasaan kesal.
"Maaf Salsa.."
Gumam Bagas lalu menelungkupkan kepalanya, entah mengapa ia rasanya sangat mengantuk sekali dan tak lama iapun terlelap.
{Keadaan telah berubah saat tokoh utama memejamkan mata...}
...*****...
Apa yang terjadi pada Bagas nantinya? pantau terus okey😉