
...Tinggalkan jejak jika anda suka & selamat membaca💓🔥...
...*****...
Panggung belum dimulai, dan kini Putri memilih keluar dari kelas berniat untuk melihat-lihat sekolahnya karna seingatnya ia sudah melewati banyak episode dan sebentar lagi akan menuju episode terakhir, jadi ia memilih ikut bersama ketiga sahabatnya jalan-jalan ke taman yang ada disekolahnya hitung-hitung menghabiskan waktu bersama ketiga sahabat fiksinya ini sebelum nantinya mereka berpisah.
Namun saat sudah sampai di sana, ia melihat Bagas yang tengah duduk sendirian dikursi panjang taman sambil membaca buku.
Putri menghentikan langkahnya sejenak, memperhatikan Bagas dari kejauhan hingga baik Evline maupun Zahra jadi ikut diam ditempat sambil menatap satu sama lain seolah memberi kode.
"Alena ken-".
Ucapan Maya terpotong karna mulutnya disumpal Zahra lalu mereka pun menggiring Maya menjauh dari sana meninggalkan Putri yang masih memperhatikan Bagas.
"Maaf Gas, gue sayang sama lo... Tapi gue gk bisa nyakitin lo".
Ujar Putri sambil menghela nafas kasar. Lalu ia pun berjalan sendiri menyusuri koridor dengan langkah yang lamban sambil melamun.
"Duaarrr!!". Suara seseorang mengagetkannya.
"Aaaaaa". Teriak Putri spontan.
"Hahahaha". Gelak tawa laki-laki tersebut.
"Ish! Lo bisa gk si berprilaku kayak manusia?!". Ketus Putri saking kesalnya.
"Hehe sorry tuan Putri, abisnya lo galau mulu si".
Putri tak menjawab, ia kembali menghadap lurus ke arah depan seolah tak menghiraukan Altarel.
"Lo secinta itu ya sama Bagas?". Tanya Altarel setelah menyamakan langkahnya dengan Alena.
"Bukan urusan lo". Jawab Putri cuek.
"Hm.."
"Lo ngapain disini? udah kayak jin aja tau! suka ngilang, munculnya tiba-tiba lagi". Sindir Putri.
Hening, tidak ada percakapan lagi diantara mereka. Namun tiba-tiba pertanyaan Putri mengalihkan suasana.
"Altarel, menurut lo bisa gk? gue tetap ngelanggar peraturan yang kedua tanpa nyelakain Bagas". Tanya Putri dengan tatapan kosong menatap ke arah depan.
Altarel berfikir sejenak.
"Cinta memang udah jadi qodrat manusia, tapi taqdir tidak bisa dipaksakan dan semua punya konsekuensinya masing-masing".
"Emang kalo gue suka sama dia konsekuensinya apa?".
"Sebenarnya begini, lo boleh aja suka sama Bagas tapi yang ditakutkan itu kalau sampai rasa suka lo mempengaruhi perannya Bagas. lo pasti ngerti kan maksud gue..."
Putri diam dengan segala pikiran yang mengacau dikepalanya. Benar yang dikatakan Altarel, seandainya dia tidak mencintai Bagas mungkin ia bisa saja membuat Bagas kembali membencinya dan melanjutkan cerita yang sesuai dengan alur yang dibuat penulis.
"Kalau lo mau balik kedunia nyata dan ngeliat Bagas tetap baik-baik aja, lo harus bisa ngembaliin keadaan kayak semula. Cinta tak mesti tentang memiliki...."
"Kenapa sii setiap yang gue pengen selalu aja gk tergapai. Didunia nyata gue selalu berharap ada cowok yang bakal nyatain cinta sama gue, dan sekarang keinginan itu udah terwujud meski dalam bentuk fiksi tapi gue bahagia...Gue nemuin cowok yang bener-bener tulus sama gue. Tapi kenapa jadi gini??? Kenapa gue harus dikasih pilihan yang gk masuk akal??!!".
Belum sempat Altarel mengeluarkan kata-kata berliannya Putri mengeluarkan semua keluh kesah yang ada dihatinya dengan tiba-tiba membuat fokus Altarel kini teralih padanya.
"Gue cinta sama Bagas, gue gk perduli dia manusia dalam bentuk apapun asalkan dia selalu ada buat gue, dia cinta pertama gue Rel, dia cowok yang pertama buat gue bisa ngerasain cinta yang gk gue dapet dari siapapun! Lo bisa ngerti gk siii??? Hiks".
Tiba-Tiba air mata menetes begitu saja dari manik mata coklat milik Alena membuat jiwa laki-laki Altarel tergerak untuk menenangkan gadis dihadapannya ini dengan dekapan yang mungkin tak sepenuhnya bisa melegakan.
"Gue ngerti perasaan lo...Udah lo jangan nangis lagi". Ujar Altarel lembut sambil mengelus surai hitam milik Alena.
Diam-Diam sebuah senyum rahasia tercetak samar diwajah Altarel dengan bola mata yang digiring kesamping melirik seseorang yang berdiri tak jauh dibelakang namun keberadaannya sendiri tak disadari oleh Putri.
*Andaikan gue lebih dulu ketemu lo di dunia nyata, mungkin gue akan jadi cinta pertama lo Putri..*
...*****...
Apakah Altarel sudah mulai jatuh cinta pada Putrii? Lantas bagaimana dengan Bagas...?