IMAGINATION

IMAGINATION
PART 2



Alia terlelap dalam tidurnya, dia terlalu lelah memikirkan apa yang terjadi padanya barusan. Setelah beberapa lama ia tertidur, ia terbangun namun bukan bangun dari ranjangnya, melainkan bangun di tempat yang aneh, rerumputan dan kunang-kunang beterbangan. Dia terbangun di hutan.


Sontak, ia kaget dan langsung terbangun. Melihat pemandangan yang aneh membuat Alia bingung. Alia mencoba berjalan menelusuri hutan itu namun tidak ada jalan keluar. Kemudian dia mencoba untuk memanggil ibu angkatnya dan Cessi, namun tidak ada satupun yang menjawab panggilannya.


Sempat terpikir oleh Alia bahwa dia berada dalam dunia imajinasi yang diceritakan oleh laki-laki bermasker itu. Namun dia tidak mau cepat-cepat percaya oleh perkataan laki-laki bermasker itu. Alia terus berjalan menelusuri hutan, hingga ia menemukan sebuah istana yang berdiri kokoh di tengah hutan. Alia pun berjalan menuju istana itu.


Ketika sudah berada di depan gerbang istana, para pengawal istana langsung menghampiri Alia. Namun para pengawal justru memanggilnya tuan putri sehingga membuat Alia kebingungan.


"Hormat kami tuan putri Alia, anda telah sampai kesini.. Yang Mulia sudah menanti kehadiran anda diminta istana, mari saya antarkan" ajak pengawal tersebut tersenyum.


"Ma,maaf.. tetapi saya bukan tuan putri di istana ini.. Saya hanya orang yang tersesat di hutan, namun tidak ada jalan keluar yang saya temui.. Jadi, maaf saya undur diri" bantah Alia sambil berjalan menjauh dari istana. Para pengawal itu langsung kebingungan lalu menghampiri Alia lagi.


"Maaf tuan putri, tetapi Yang Mulia memerintah kami untuk membawa anda ke dalam istana.. Kami mohon agar anda mau menerima ajakan kami karena ini adalah perintah dari Yang Mulia " jelas pengawal kepada Alia.


" Siapa raja kalian? " tanya Alia kepada para pengawal tersebut.


" Yang Mulia Carless, tuan putri.. " jawab salah satu pengawal.


" Baiklah aku menerima ajakan kalian, tetapi setelah ini kalian mengantarkan aku pulang " pinta Alia kepada para pengawal tersebut.


" Sekali lagi maaf tuan putri, tetapi rumah anda memang disini.. Yang Mulia memang menyuruh anda untuk tinggal di istana lagi karena anda adalah orang yang istimewa" balas para pengawal.


"Ti.. tidak mungkin tiba-tiba aku tinggal disini kan? aku punya rumah sendiri kok, tetapi kenapa tiba-tiba aku disuruh tinggal disini? apa yang istimewa dariku? " suara Alia semakin meninggi karena bingung dengan apa yang dikatakan oleh para pengawal dari istana tersebut.


Tiba-tiba ada seorang panglima dari istana tersebut menghampiri Alia yang tengah berbicara dengan para pengawal.


" Biar aku saja yang menjelaskan, kalian boleh kembali lagi " perintah panglima kepada para pengawal.


" Dilaksanakan, panglima.. " jawab mereka tunduk lalu segera kembali ke tempat mereka.


" Tuan putri Alia, mohon ikut hamba sebentar.. " pinta panglima itu kepada Alia.


" Kemana? " tanya Alia bingung.


Sang panglima itu pun menggendong Alia lalu lari secepat kilat dari luar gerbang menuju ke dalam istana. Alia terkejut karena panglima itu berlari sangat kencang. Sampai akhirnya Alia diturunkan dari gendongan sang panglima tersebut.


"Gimana? asik bukan? " tanya panglima itu tersenyum.


" A.. aku takut tau, ngga asik.. " jawab Alia ketakutan.


" Begini, aku adalah panglima disini.. Kami melakukan pengamatan di lingkungan manusia, sampai akhirnya kami menemukanmu dan kau tau? Yang Mulia itu langsung tertarik padamu dan langsung menjadikanmu menjadi tuan putri untuk menjadi pasangan dari Yang Mulia " jelas sang panglima.


" Memangnya Yang Muliamu itu tau diriku dari mana?, eh.. tunggu sebentar apa ini adalah yang disebut dunia imajinasi? " tanya Alia penasaran.


" Bagaimana kau tau? siapa yang memberitaumu? " tanya panglima.


" Aku tidak tau jelas siapa yang memberitauku, yang jelas orang itu memakai masker dan berpakaian serba hitam.. Dia menghentikan waktu untuk menyelamatkanku kemudian memberitauku tentang dunia ini.. Katanya dia adalah manusia yang sama sepertiku " jelas Alia.


" Oohh aku sudah tau siapa orangnya, Yang Mulia ini bisa saja.. " balas panglima itu tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" M.. Ma..Maksudmu Yang Mulia dari istana ini? " tanya Alia terbata-bata karena kaget bahwa ternyata yang memperhatikannya adalah raja dari istana ini. Jadi, pria misterius yang membuatku terasa nyaman adalah raja dari istana ini? aku jadi penasaran bagaimana wajahnya tanpa memakai masker, batin Alia dalam hati.


"Iya, Yang Mulia Carless Harrington.. Sang penguasa dunia imajinasi, dia menjadikanmu sebagai ratunya karena suatu saat nanti kamulah yang akan menyelamatkan dunia ini bersama dengan Yang Mulia melawan musuh dari dunia yang berbeda karena mereka iri dengan kemajuan dari dunia ini dan ingin menguasainya" jelas panglima itu lagi.


"Kau berbeda sekali dari para pengawal tadi yang terus menunduk dan memanggilku tuan putri, kenapa mereka terlalu tunduk padaku padahal aku manusia juga sama seperti mereka" tanya Alia heran.


" Maka dari itu aku memanggilmu biasa saja supaya kau tidak tegang disini, mereka hanya terlalu patuh pada perintah Yang Mulia, tetapi aku hanya ingin membuat tuan putri yang cantik ini tidak takut disini " terang panglima itu tertawa kecil.


" Tapi kenapa harus aku yang dipilih untuk menyelamatkan dunia ini? bukankah masih banyak yang justru lebih dari aku? aku tak punya sihir atau kekuatan dan aku juga tidak bisa bela diri.. Apa kalian memilihku hanya karena aku cantik? " tanya Alia.


" Selebihnya itu adalah urusan Yang Mulia jadi kau bisa tanya langsung kepada Yang Mulia, mari aku antarkan kau kedalam.. " ajak panglima itu.


" I.. Iya baiklah, tetapi kau benar-benar tidak tau apa-apa tentang mengapa aku yang dipilih menjadi ratu disini? " tanya Alia lagi.


" Hanya Yang Mulia yang tau, tuan putri.. " jawab panglima lagi.


" Birezathya? " tanya Alia yang sedang melihat papan yang terpajang di puncak istana.


" Nama istana kami, tuan putri.. " jawab panglima tersenyum.


" Oohh... " balas Alia yang hanya ternganga melihat hamparan bunga disekitar istana. Anehnya, bunganya itu warna-warni hampir semua itu memenuhi warna pelangi. Daunnya puncak sama, berwarna-warni. Ada bunga yang seperti gulali membuat Alia heran dengan keadaan sekitar istana. Di depan istana juga ada banyak air mancur yang juga berwarna-warni dan memancar dengan bentuk yang berbeda. Langit di dunia ini pun berwarna-warni, semuanya serba berwarna-warni membuat Alia terkagum-kagum dengan dunia ini.


"Semuanya berwarna-warni ya? bunganya ada yang berbentuk gulali, apa itu buatan? " tanya Alia penasaran sambil berjalan berdampingan dengan sang panglima itu menuju istana.


" Iya semuanya disini berwarna-warni membuat dunia ini menjadi lebih berwarna. Gulali itu tumbuh alami dengan sendirinya, ini kan dunia imajinasi, jadi keanehan ini juga bentuk dari imajinasi bukan? " tanya panglima itu balik lalu tersenyum.


" Oh Iya yah, ini kan dunia imajinasi.. " balas Alia tersenyum.


" Ratu! " sapa sang raja senang begitu melihat Alia datang.


" Ah, I.. iya Yang Mulia.. " sahut Alia tersenyum lalu tunduk.


" Ratu, tidak usah tunduk.. Kau lah ratunya disini.. Ayo berdiri " ucap sang raja sambil mengangkat badan Alia yang terus tunduk namun anak gemetar.


" Eh, kau takut padaku? tidak usah takut ratu, aku ngga ngapa-ngapain kamu kok.. Vorza Giorgio, silakan kembali ke tempatmu, aku mau bicara dengan ratu dulu" ucap Carless sambil memegang pipi Alia lalu menghadap Vorza untuk pergi.


" Dilaksanakan, Yang Mulia.. " balas Vorza tunduk sebentar lalu perlahan berlalu.


" Maafkan aku ratu, membuatmu takut.. " ucap Carless tersenyum.


" Ah, ti.. tidak Yang Mulia, saya hanya takut dengan topeng Yang Mulia, Maaf Yang Mulia.. " jawab Alia tersenyum.


" Oh, topeng yah.. Maaf aku harus merahasiakan wajahku dulu darimu ratu, nanti pasti kau tau wajah di balik topeng ini... " balas Carless tersenyum juga.


" Coba aku pegang tanganmu.. " pinta Carless pada Alia.


" I.. Iya boleh Yang Mulia " balas Alia lalu menyerahkan salah satu tangannya.


" Hangat... " sahut mereka bersamaan, lalu mereka tertawa kecil.


" Aku adalah dingin dan kau adalah panas.. Ketika kita bersatu maka terciptalah kehangatan menyelimuti istana ini.. Aku senang kau disini Ratu" ucap Carless tersenyum lembut.


" A.. Aku panas, apa maksudnya Yang Mulia?" tanya Alia.


"Itu nanti bisa terjawab oleh dirimu sendiri Ratu, butuh proses.. " jawab Carless.


" Tetapi.. Saya tidak bisa disini terus Yang Mulia, saya harus pulang menemui ibu saya, pasti sudah menunggu saya.. " pinta Alia.


" Di duniamu dirimu sedang tertidur Ratu, kamu memasuki dunia ini melewati mimpi kamu Ratu.. " jawab Carless.


" I.. ini mimpi? " tanya Alia bingung.


" Iya ini mimpi, tapi dunia ini memang benar-benar ada.. kamu akan terus terhubung dengan dunia ini Ratu.. "


jelas Carless.


" Apa benar Yang Mulia adalah pria yang menolong saya waktu itu? " tanya Alia lagi.


" Iya Ratu.. Maaf meninggalkanmu tanpa memberitaumu siapa aku.. " jawab Carless lalu memeluk Alia.


Alia tersenyum, tetapi kali ini pertama kalinya dia tersenyum lebar tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum tipis.


" Tidak apa-apa Yang Mulia,, saya sudah tau tujuan anda untuk merindukanmu saya.. Terima kasih Yang Mulia " ucap Alia tersenyum lagi.


" Tak perlu berterima kasih, sudah menjadi tugasku untuk melindungimu sebagai Ratuku.. " balas Carless tersenyum juga.


" Emm.. Maaf Yang Mulia, tetapi bisakah kita melanjutkan pembicaraan kita besok lagi? Saya akan membantu ibu di rumah.. Jadi, saya akan pulang ke dunia saya Yang Mulia.. " ucap Alia namun tak menatap wajah Carless yang memakai topeng namun bibirnya masih terlihat.


" Baiklah, aku akan selalu melindungimu.. Baik di dunia ini maupun duniamu Ratuku, aku akan selalu di dekatmu.. " balas Carless.


" Iya saya percaya kepada anda Yang Mulia.. " balas Alia tersenyum lebar.


" Oke, sekarang waktunya kau kembali ke duniamu Ratu, izinkan dia kembali ke dunia asalnya, bangunkanlah dia.. " ucap Carless dengan mengangkat tongkatnya ke atas, seketika terdapat asap yang menyelimuti Alia pertanda Alia akan segera kembali ke dunianya.


Perlahan Alia membuka matanya, kemudian ia melihat keadaan disekitarnya. Dia kembali terbangun di ranjang tidurnya. Setelah itu Alia melihat ke arah jam. Ternyata sudah 3 jam ia tidur. Alia bergegas menuju ke dapur untuk membantu ibu angkatnya masak seperti biasanya.


Orang itu dekat denganku, tetapi disini siapakah dia? tidak ada yang namanya Carless, aku harus menanyakannya besok jika memang aku sudah benar-benar terhubung dengan dunia imajinasi, batin Alia.


Rasa penasaran Alia semakin besar dengan pengakuan Carless yang selalu dekat dengannya dan mengenai dunia imajinasi yang telah dikunjunginya.




Maafkeun kalo banyak typo yeu


Vomment yoo 😣



tbc~