
‘apa mungkin beneran yang ada disampingku ini adalah Raja Charless? Mungkin aku tanyakan saja’
, batin Alia
“emm..Zarco ...” Alia membuka suara setelah keheningan yang lama mereka ciptakan.
“apa?” sahut zarco dengan suara dinginnya.
‘kenapa dingin lagi sih?!’, batin Alia dengan raut wajah muram.
“ em.. tidak jadi deh” balas Alia menyerah, bibirnya mengerucut kesal dengan jawaban yang Zarco berikan.
‘mau nanya malah dingin begitu, gak jadi deh’
“tanyakan saja” ucap zarco kemudian.
“Heeee???” Alia terkejut dengan ucapan zarco, ucapannya tadi adalah apa yang barusan dia pikirkan.
‘lah, kok dia tau sih apa yang aku pikirkan barusan’,batin Alia lagi sembari menatap Zarco bingung.
“eng..engga , ngga papa hehe..” lanjut Alia terbata-bata, kemduian kembali menatap kedepan.
“cepetan tanya, sebelum kita masuk ke kelas” balas Zarco yang masih terdengar dingin.
Alia memainkan jarinya gugup, mencoba untuk bertanya dan menatap zarco. Kemudian dirinya maju satu langkah menghadap zarco, membuat zarco sempat terkejut lalu berhenti, namun dia kembali tenang setelah Alia tepat berada dihadapannya.
“Anu...” Alia masih memainkan jarinya, saat membuka suara keberaniannya untuk menatap zarco hilang sehingga dia kembali menatap kebawah.
“Anu..itu...apa...itu.....” suara Alia semakin serak saking gugupnya, tiba-tiba sebuah tangan terulur memegang lengannya,Alia langsung meloncat kaget. Zarco tertawa sebentar kemudian kembali menatap Alia, namun tatapannya kali ini lenbih lembut dari yang tadi.
Zarco menghembuskan nafas beratnya kemudian tersenyum lembut,“ga usah gugup tanya saja, mumpung aku masih ada disini..”
Alia ternganga mendengar ucapan Zarco barusan, berbeda 180° dari yang tadi ia katakan. Benar-benar seperti memliki kepribadian yang ganda, pikir Alia. Baru pertama kali dia menemui laki-laki yang dingin tapi sekali lembut bisa menjadi penenang hati seseorang, seperti merasa nyaman saat didekatnya.
Menakjubkan.
Namun satu hal lagi yang membuat Alia heran, kenapa Zarco bilang ‘mumpung aku masih disini’? padahal kan dia disini selama 3 tahun dan itu masih lama. Tetapi Alia masih ingin menanyakan pertanyaan yang utama, yaitu siapa Zarco sebenarnya. Jadi biarlah keheranan yang barusan tadi dia pikirkan berlalu sejenak.
“ heii...kenapa bengong?cepat tanyakan” Zarco melambai-lambaikan didepan wajah Alia yang masih tidak berkutik daritadi.
Alia tersentak kaget, “ Ah..iya lupa hehe, jadi Zarco.. emm....” Alia diam sejenak, kemudian kembali melajutkan perkataannya,”Zarco, siapa kamu sebenarnya?” sempat ragu, itu yang dirasakan Alia, namun bagaimana lagi, dia sudah sangat penasaran dan sangat ingin menanyakannya.
Zarco mengernyitkan dahi bingung, “hah? Siapa aku? Kau bertanya siapa aku?” tanya Zarco balik.
Alia mengangguk pelan, “ Iya,emm..maksud aku, tingkah kamu hari ini aneh banget soalnya..” Alia mengangguk rambutnya yang tidak gatal.
“pfftt..hahaha ,kau ini ngelantur apa, aku ini ya..manusia, masa hewan,” goda Zarco menyenggol siku Alia.
‘i..ini sifatnya nambah lagi?? Kok bisa berubah lagi sihh’, batin Alia dengan alis yang mengkerut .
“Zarco” panggil Alia menatap Zarco intens.
Zarco meneguk salivanya kasar, “ah..maaf aku kira kamu hanya bercanda”
“ kau bukan Raja Charless kan?” potong Alia tiba-tiba.
Alis zarco mengkerut,bermaksud mencerna apa yang Alia katakan namun rasanya tidak dimengerti olehnya, “ Carless? Siapa dia?” tanya Zarco balik.
“Zarco jangan bercanda, kau sebenarnya adalah Raja Carless kan?”
“emm..Aku benar-benar tidak tau siapa itu Carless tapi, mengapa kita berada disini ya? Bukankah ini seharusnya sudah memasuki jam pelajaran selanjutnya”
“Hah? Kau tidak tau kenapa kau berada disini?”
Zarco menggeleng pelan,” sudahlah..ayo kita masuk ke kelas” ajak zarco tersenyum.
“Ah..I..iya maaf, aku sudah menanyakan hal yang aneh-aneh” balas Alia tersenyum miris.
Zarco tertawa, “ ahaha..sudahlah tidak perlu dipikirkan, mungkin kau kelelahan.. bisakah kita masuk sekarang?”
Alia mengangguk, “ i..iya baik..”
Mereka pu melangkah menuju ke kelas mereka, didepan pintu kelas, Alia menarik lengan baju Zarco. Zarco langsung menoleh ke Alia,” ada apa Al?”
“ apa alasan yang akan kita katakan nanti?” tanya Alia bingung.
“Iya..tapi, apa kedatangan kta yang muncul secara bersamaan tidak membuat guru kita curiga?”
Zarco menempelkan telapak tangannya ke dagunya, mecoba berpikir,” benar juga ya..apa sebaiknya kita datang terpisah? Mungkin dengan itu, guru tidak akan mencurigai kita”
Alia mengangguk tersenyum, “ baiklah..tapi, siapa yang masuk duluan?” tanya Alia lagi.
Zarco tersenyum, “ terserah kamu aja”
Alia terdiam, kemudian tersenyum,” aku duluan ya?” tawar Alia.
Zarco mengangguk, “ oke!” balas Zarco mantap.
Kemudian Alia masuk terlebih dahulu, Zarco menatap punggung Alia yang perlahan menjauh darinya, sesaat laki-laki itu menghembuskan nafas beratnya lalu tersenyum,’sepertinya aku menyukaimu, Alia’,batin Zarco yang masih tersenyum melihat Alia yang telah masuk ke dalam kelasnya.
Alia mencoba tenang dan tidak gugup saat perlahan mendekati gurunya, dengan langkah yang berat, Alia melangkah kemudian behenti disepan guru itu persis.
Alia menghembuskan nafas sejenak,kemudian kembali membuka suara, “Bu..” panggil Alia kepada gurunya yang sedang duduk di bangkunya, guru itu pun menoleh ke arah Alia.
“Alia, kamu kemana saja? Ibu kira kamu bolos kelas dan pulang ke rumah, sudah setengah jam loh kamu tidak ke kelas” tegur guru itu tegas.
Alia menunduk malu, dirinya pun menjadi pusat perhatian temannya, yang jelas sekarang banyak teman yang tengah berbisik-bisik mengenai dirinya, “ Maaf Bu..Saya tadi di UKS, kepala saya agak pusing” ujar Alia berbohong.
“ Beneran?” tanya guru itu tajam.
Alia mengangguk lemah, “ Iya,Bu..”
“ Ya sudah sana duduk, lain kali kalau mau ke UKS bilang dulu , sama guru, sama temen kamu juga bisa kan? Banyak temen kan di kelas ini” tegur guru itu lagi.
“ I..Iya baik bu” Alia masih menunduk kemudian perlahan melangkah menuju bangkunya. Belum sampai ditempat duduknya, guru itu memanggil Alia lagi.
“ Alia!!” seru guru itu.
Alia membalikan badannya kemudian menoleh ke arah guru itu, “ Iya Bu?”
“Lihat Zarco ngga? Dia juga ngga ada, mungkin kamu tadi pas kesini lihat dia?kalo ngga lihat mau ibu alfa saja”
“Saya Bu!!” suara itu muncul tiba-tiba di ambang pintu, menampakkan dirinya lalu berjalan mendekati guru itu.
“Alia ke Uks, kamu kemana lagi?” tanya guru itu menatap Zarco dengan sorot mata tajam.
Zarco menggaruk rambutnya yang tidak gatal, kemudian membalas perataan guru itu, “ saya tadi ke kunci di kamar mandi bu” balas Zarco santai.
Guru itu menatap Zarco curiga, “beneran?ibu harap kamu tidak bohong”
Sekelas langsung terkejut dengan ucapan Zarco barusan, langsung riuh berbisik-bisik satu sama lainnya. Lebih ramai waktu alia mengadap guru itu.
Alia yang mendengar pernyataan dari zarco pun tertawa kecil, ‘jago banget beralasan sih dia, santai banget lagi’ batin alia sambil tertawa geli.
“Sudah-sudah,,jangan berisik! Ibu mau nayain ke Zarco jadi tenang sebentar” omel guru itu keras, membuat seluruh kelas terdiam.
Tatapan guru itu beralih ke Zarco lagi “katakan alasanmu Zarco”
“beneran bu, saya terkunci di kamar mandi, awalnya saya mencoba memanjat lewat kloset, tapi ngga sampe ke atas..kemudian saya mencoba teriak-teriak, untung waktu itu ada petugas kebersihan, dan petugas kebersihan itu langsung nolongin saya, gitu bu...” jelas zarco panjang lebar.
Guru itu mengangguk mengerti, “baiklah, ibu anggap alasanmu itu jelas, jangan diulangi lagi..Silakan kembali ke tempat dudukmu”
Zarco mengangguk mantap, “ siap bu!”
“Intinya kalian berdua kalau mau keluar kelas saat jam pelajaran bilang dulu ke guru kalian, jangan asal keluar aja..teruutama kamu zarco, masalah kamu tadi bikin ibu khawatir” tegur guru itu sekali lagi.
“ baik Bu!” jawab keduanya serempak.
Pelajaran pun kembali dilanjutkan, Zarco menatap Alia kemduian mengedipkan salah satu matanya, Alia tertawa kecil, ternyata seorang Zarco bisa sehumoris itu, pikir alia.Alia tersenyum ke Zarco lalu mengacungkan jempolnya, Zarco pun akhirnya tertawa geli melihat tingkah alia yang menggemaskan.
Keheningan pun kembali tercipta, tiba-tiba pikiran alia kembali terutuju saat Zarco bilang tidak tau alasan membawa Alia ke kamar mandi, itu membuat Alia curiga, Zarco itu seperti memiliki kepribadian yang ganda, membuat Alia harus lebih berhati-hati dengan seorang Zarco yang kini tengah disampingnya.’aku harus membicarakan masalah ini dengan Zarco sepulang sekolah’ pikir Alia yang daritadi menatap Zarco.
Zarco menyadari bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh Alia, “kenapa Al?” taya zarco bingung.
“emm..Zarco bisakah kita bicara nanti sepulang sekolah, di halte sebentar?” tawar alia ke Zarco.
Zarco mengangguk tersenyum kemudian mengacungkan jempolnya, “ oke!!”