
Alia berangkat ke sekolah seperti biasanya. Dia lebih awal berangkatnya dibandingkan dengan Cessi yang kalau berangkat selalu siang, mereka juga beda kelas. Saat Alia keluar membuka gerbang rumahnya, ia sudah melihat seseorang yang sudah rapi duduk dimotor, menyuruh Alia duduk di belakangnya dengan memberi isyarat tangannya menunjuk jok bagian belakang. Siapa lagi kalau bukan Zarco yang kemarin mengantarnya pulang. Alia yang berdiri di depan Zarco dari tadi hanya mengangguk lalu menuruti perintahnya. Mereka pun pergi ke sekolah bersama.
Tak biasanya Zarco menjadi orang yang tegas dan tak banyak bicara seperti ini, batin Alia.
Sesampainya di sekolah, Alia dan Zarco langsung menjadi pusat perhatian kaum wanita. Ada yang bilang mereka serasi, ada yang mengira mereka pacaran, dan ada juga yang sebal dengan Alia yang berada di samping Zarco.
"Te..terima ka-" ucap Alia yang terpotong oleh Zarco yang langsung menggandeng tangan Alia dan membawa Alia masuk ke dalam kelas.
"Za.. Zarco aku akan menurut, tapi le.. lepaskan tanganku dulu " rujuk Alia kepada Zarco.
" Baiklah, tapi kau tetap berjalan denganku " balas Zarco menatap Alia.
" I.. Iya baik.. " jawab Alia.
Setelah tiba di kelas, teman-teman yang lain langsung melihat ke arah Alia dan Zarco. Setelah Zarco menaruh tas nya ke kursinya, dia langsung pergi ke luar entah kemana. Usai Zarco pergi, teman-teman yang lain langsung menggerombol menuju tempat duduk Alia.
" Al, lo pacaran sama Zarco? " tanya Deri, dia juga suka dengan Zarco.
" N.. Ngga kok, kami cuma teman aja" jawab Alia terbata-bata.
"Kalo ngga pacaran kenapa bisa deket banget? " tanya Risa.
" Dia yang ngajak aku.. " jawab Alia lirih.
" Oh, syukurlah.. gue jadi bisa PDKT sama Zarco " balas Deri mantap.
" Zarco mulu pikiran lo, ngga ada yang lain apa? " tanya Risa ke Deri.
" Dia tuh pangeran gue,, Uuhh... " jawab Deri.
"Huuuuu!!!" balas cewek lainnya.
"Iiii paan coba " ucap Deri kesal.
Teng Tong Teng Tong
Bel masuk berbunyi, seluruh siswa langsung ribut cepat-cepat duduk. Deri dan Risa masih berada di bangku Alia.
" Al, emm.. Nanti ke kantin bareng kita mau? " tanya Deri ke Alia.
" Eh,, i.. iya aku mau" jawab Alia.
" Sip, makasih Alia.. " ucap Deri.
" Thanks for your information Alia.. " ucap Resi.
" Sama-sama Deri, Risa.. " balas Alia tersenyum tipis.
Kemudian Zarco kembali ke kelasnya diikuti oleh guru di belakangnya. Deri dan Risa langsung lari menuju tempat duduk mereka.
" Al, ditanyain apa sama mereka? " tanya Zarco tiba-tiba.
" Em.. eh, ng.. ngga.. ngga kok, kami cuma berbincang-bincang seperti biasanya.. " jawab Alia gugup.
Zarco yang melihat Alia gugup langsung memberi tatapan dingin sehingga Alia tidak berani menatap Zarco.
" Ya sudahlah kalau ngga mau jujur" ucap Zarco kemudian sebelum kembali menatap ke depan. Mendengar ucapan Zarco barusan Alia langsung kaget karena Zarco tau kalau dirinya tidak jujur.
" Jangan dekatkan aku dengan mereka, apalagi dengan saudara angkatmu yang kejam " tambah Zarco lagi.
Darimana Zarco tau kalau Cessi dan Deri sedang mengincarnya, kenapa dia tau kalau aku diperlakukan kasar oleh Cessi, padahal baru dua hari aku mengenalnya.. Tetapi dia tau banyak tentangku, aneh, pikir Alia.
" Hey! " panggil Zarco yang dari tadi melihat Alia melamun terus.
" Ah.. Um.. I.. Iya baiklah " jawab Alia terbata-bata.
Saat Istirahat, Alia dihampiri oleh Deri, Risa, dan Zarco. Alia hanya menatap mereka bingung lalu tersenyum tipis.
" A.. Ada apa ya? " tanya Alia bingung.
" Yah, Al.. Kok lo lupa sih sama janji kita, katanya kita mau ke kantin bareng.. " jawab Deri, Risa hanya mengangguk-angguk mengiyakan jawaban Deri.
" Ngga, Alia mau ke kantin bareng gue" balas Zarco kemudian.
" Yahh... " seru Deri dan Risa bersamaan.
" Eh.. emm.. Za.. Zarco sepertinya aku harus ikut dengan mereka ke kantin, kamu bareng anak laki-laki lainnya saja" ucap Alia yang masih gugup dengan perkataan Zarco tadi.
" Ya sudah, tapi lo berdua jangan macam macam sama Alia" balas Zarco dingin menatap tajam Deri dan Risa bergantian.
" Iya iya Zarco, gue ngga macem-macem sana sama Alia kok.. " balas Deri tersenyum.
Zarco pun langsung pergi berlalu bersama dengan teman-teman laki yang lain.
" Ah, yuk Der, Ris... " ajak Alia berdiri dari kursinya.
" Yukkk" balas Deri dan Risa bersamaan.
Akhirnya Alia mau memakannya.
"Loh, Der.. Kok cuma Alia aja sih yang ditraktir? kenapa gue ngga? " tanya Resi ke Deri.
" Lo kan kemaren udah gue traktir , jadi sekarang tinggal Alia yang gue traktir.. " jawab Deri menjulurkan lidahnya.
" Ish, ya iya deh.. " balas Risa mengalah.
" Eh, Al.. Gue punya satu permintaan buat lo, bisa ngga? " tanya Deri ke Alia yang sedang sama-sama makan.
" Apa Der? " tanya Alia balik.
" Lo mau nyomblangin gue sama Zarco ngga? " tanya Deri ke Alia.
" Hah? nyomblangin itu apa Der? sambel angin? " tanya Alia bingung.
" Pfffttt, HAHAHAHA... " Deri dan Risa serentak tertawa terbahak-bahak dengan apa yang tadi Alia tanyakan.
" Uhuk Uhuk.. " Deri dan Risa pun tersedak.
" A.. Aku salah yah, maaf Der, Ris.. Aku bener bener ngga tau nyomblangin itu apa.. " ucap Alia sambil menyodorkan minuman untuk Deri dan Risa.
" Makasih " sahut mereka bersamaan.
" Iya" balas Alia tersenyum.
" Gue sih ngga tau ya, kalau lo itu masih polos banget.. Belum tau banyak kata-kata baru di zaman modern seperti sekarang ini, jadi, nyomblangin itu kayak nyatuin hubungan seseorang, jadi lo bantu gue buat deket sama Zarco sampe nanti gue pacaran.. " jelas Deri panjang lebar.
Jadi Deri deket sama aku seperti ini karena ada maunya, aku jadi bingung mau ndengerin omongannya siapa, Zarco atau Deri.. pikir Alia lagi.
" Apaa??!! " tiba-tiba seseorang teriak di belakang tempat duduk Alia dan itu adalah Cessi. Secepatnya Cessi langsung menarik tangan Alia dan membawa Alia pergi dari Deri dan Risa. Alia hanya terdiam dan ikut dengan Cessi. Alia dibawa ke belakang perpustakaan dan langsung dipojokkan oleh Cessi.
"Eh, lo apa-apaan mau bantu nyomblangin temen sialan lo itu.. Lo kan saudara gue mestinya lo bantu gue dong! intinya tolak bantuan dari dia dan lo balik bantuin gue lagi, jangan sampe lo bermuka dua ya!! " bentak Cessi yang disitu terdapat teman satu gengnya.
" A.. aku belum bisa me-" ucapan dari Alia terpotong oleh Jessica, salah satu temen gengnya Cessi.
" Intinya lo bantu Cessi, titik! kalo lo ngga nurut sama Cessi, kami yang bakalan ngehajar lo habis-habisan " ancam Jessica.
" Lo yang bakal gue habisin " seseorang tiba-tiba muncul dan membalas pembicaraan Jessica.
Orang itu adalah Zarco bersama dengan temannya di belakangnya, Zarco langsung menggenggam tangan Alia dan menyeret Alia agar berada di belakangnya.
" Ah.. eh, Zarco se.. sejak kapan kau disini? " tanya Cessi gugup takut kelakuannya pada Alia ketahuan olehnya, teman gengnya pun ketakutan.
" Tak perlu basa-basi Cessi, aku sudah tau kelakuanmu pada Alia.. Kau itu cocok memiliki sebutan psikopat, kau tak sadar dengan perlakuanmu pada saudaramu itu sudah melebihi batas, bisa-bisa nanti kau akan membunuhnya juga" ucap Zarco menatap tajam Cessi. Membuat Cessi geram mengepalkan tangannya dan siap - siap untuk menampar Zarco.
" Kau tidak tau apa ap-!! " sebelum tamparan tangan Cessi mendarat di pipi Zarco, tangan Cessi langsung di pegang oleh teman Zarco yang dari tadi berada di belakangnya dan disamping Alia.
" Yang Mu-.. Eh Zarco apa yang harus aku lakukan untuk bersenang-senang dengan temanku yang cantik ini? apakah aku harus membunuhnya secara perlahan-lahan agar dia merasakan sakit yang luar biasa? " tanya teman Zarco menatap Cessi sambil menunjukkan smirk-nya.
Suara dan wajah ini,, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya?dan kenapa dia sepertinya akan memanggil Zarco Yang Mulia, pikir Alia menatap teman Zarco.
" Alia, apa hukuman untuk mereka? " tanya Zarco ke Alia.
" Eh, ja.. jangan hu.. hukum mereka Zarco, Cessi saudaraku.. " jawab Alia terbata-bata.
" Kau tak perlu baik pada orang yang telah melukaimu Alia, jika kau terus berbuat baik padanya, maka orang itu akan terus menerus melukaimu karena kau tidak memberikan perlawanan pada orang itu.. " ucap Zarco ke Alia.
Alia tidak memberikan respon untuk nasihat Zarco, ia diam seribu bahasa.
" Baiklah aku akan memberikan mereka hukuman yang ringan, George.. kau cukup mengurung mereka di kamar mandi sampai pulang " pinta Zarco kepada temannya itu.
" A.. Apaa???!!! " teriak Cessi dan teman gengnya.
" HAHAHA, dengan senang hati Zarco.. Untung mereka hanya bertiga, jadi aku masih membawa ketiganya " balas teman Zarco berjalan ke arah Cessi dan temannya.
" Baiklah, aku akan pergi ke kelas dulu dengan Alia.. " ucap Zarco menggandeng tangan Alia dan berlalu meninggalkan George dan geng Cessi.
" Jangan sampai tersandung tuan putri, hahaha... " seru George dari kejauhan.
" George!! " balas Zarco menatap tajam George.
" Ah, ma..maaf Zarco.. " George langsung menunduk.
Zarco kembali menatap Alia dan berjalan menuju ke kelas. Alia masih menatap George yang tengah membawa Cessi dan temannya itu ke kamar mandi. Tatapan Alia itu penuh dengan kecurigaan. Sesaat dia langsung membelalakan matanya dan menatap Zarco.
I.. Itu tadi, Vorza??!! panglima dari Birezathya! dan orang yang sedang menggandeng tanganku ini...
Carless Harrington???!!!
°