I Love You, Ukhti

I Love You, Ukhti
Bab 9. MOS



Hari ini adalah hari pertama Firda akan memulai segalanya di penjara suci. Firda sudah nampak cantik dengan baju putih abu-abu nya yang masih kinclong. kali pertama Firda sekolah mengenakan hijab, dihias dengan Bros mutiara kecil di dadanya. dipoles nya wajah cantik itu dengan sedikit bedak dan lipblam merah muda yang beraroma stoberry kesukaannya. yang membuat siapa saja terpana melihat kecantikan Firda, begitupun dengan teman sekamarnya yang juga ikut bersiap mengikuti MOS di hari pertama sekolah.


"Firda, apa yang kamu kenakan di wajah mu itu, dan beli dimana ?," Tanya Melati teman sekamarnya yang sedari tadi mengamati Firda berdandan


"Pake aja mel, kalo lo mau Nih!," ujar Firda menyodorkan tas ransel berwarna pink hello kitty nya.


_


_


_


_


_


"Ayo, Mel kita berangkat!" ajak Firda kepada sahabat barunya itu.


"Sarapan dulu Fir, nanti kamu sakit perut" ucap Melati dan di angguki Firda.


Firda dan Melati menuju dapur pesantren dimana disana telah tertata Piring dan bakul nasi serta lauknya.


"Apaan ini Mel??, makanannya ini doang???" tanya Firda melihat makanan yang di ambil in Melati untuknya.


Sepiring nasi dengan tumis kangkung dan tempe goreng adalah menu sarapan Firda pagi ini. makanan yang bahkan ia tak pernah makan selama dirumah. kalau pun ada hanya selingan untuk lauk yang lain dan hari ini itu menjadi menu utamanya di pagi yang harusnya cerah ini.


"bersyukur Fir, mumpung masih bisa dimakan nikmati lah" Melati segera memakan makanan yang ada di hadapannya


sedangkan Firda harus bersusah payah menelan makanan di depannya. (kangen masakan mamah🤧) lagi lagi Hati gadis kecil itu meronta. Meski bagaimana pun dia mencoba tegar, melahap semua nasi dan lauk nya tanpa sisa. karena sejak semalaman dia juga belum makan.


Setelah mencuci piring kotor mereka, kedua sahabat baru itu berjalan menuju sekolah yang memang masih satu kawasan dengan pesantren.


sepanjang perjalan menuju gedung sekolah tak sedikit pasang mata yang menyoroti kedua gadis yang berjalan berdampingan itu. Firda dengan tubuh mungil dan kulit putih khas korea nya, Melati dengan kulit sawo matang dan lesung pipit manisnya.


Saat kegiatan MOS seperti saat ini santri putra dan putri bisa saling bertemu dan bertatap muka. tak jarang juga yang saling curi pandang karena di lain waktu kedua gender ini akan saling berpisah.


Bukan apa-apa untuk mengurangi ke maksiatan di tambah dengan keterbatasan gedung dan fasilitas yang ada. mengharuskan santri putra memulai pembelajaran formal di pagi hari dimana saat itu kegiatan santri putri adalah mengikuti madrasah diniah. sedangkan di siang hari giliran santri putra mengikuti madrasah diniah.


-


-


-


-


-


-


Tanpa memperdulikan Kicauan di sepanjang jalan perjalan Firda dan melati berjalan menuju aula tempat dimana kegiatan MOS dilaksanakan.Berbeda dengan sekolah umumnya yang mengadakan MOS di ruang terbuka dengan kegiatan seru dan menarik, di ponpes ini MOS di adakan di aula yang memuat kurang lebih 150 orang. Disana para murid baru akan mendapat materi tentang lingkup pendidikan pesantren terutama untuk anak aliyah yang tengah memasuki masa pubertas yang masih mencari jati diri.Berharap apa yang di dapat dari MOS bisa menjadi bekal untuk menjalani hidup di pesantren ini sebagai santri yang baik.


-


-


-


-


-


Sesi pertama di isi oleh pak kiyai selaku kepala yayasan dan pemilik pesantren sepatah dua patah kata sebagai pembuka. kemudian sesi selanjutnya masuk kepada sesi yang di isi salah seorang ustazah cantik yang bernama Zahra tentang visi dan misi pesantren yang sukses membuat Firda tertidur pulas bak sedang mendengar sebuah dongeng sebelum tidur.


Bagi sebagian santri yang sudah lama, materi yang di sampaikan juga kurang menarik kerena sudah pernah mendengar sehingga tak sedikit dari mereka yang memilih mengobrol atau bahkan tertidur seperti Firda, Sedangkan sedari tadi santri putra yaitu Alvin selalu memandang ke arah Firda yang tertidur dengan polos nya kadang-kadang dia tersenyum. membuat Melati yang melihatnya langsung menggeser tubuh nya di samping kanan Firda.


Sampai pada posisi yang ketiga, yang kali ini disi oleh seorang ustadz muda dan tampan. Candra begitulah name tag yang terpampang di bagian dada sebelah kanan nya. materi kali ini adalah batasan pergaulan antara lawan jenis. pembawaan yang santai dan mengena membuat suasana yang semula gaduh karena saling mengobrol bahkan ada yang tidur menjadi tenang memperhatikan dengan seksama


apa yang disampaikan oleh ustadz candra. Berbeda dengan Firda yang masih berlayar di lautan mimpinya. Hingga dia mulai merasa badannya terasa sakit karena tertidur membungkuk di atas meja entah sudah berapa jam lamanya, ia menggeliat kan tubuh mungil itu.


Ustadz Candra mengakhiri meteri dengan menawarkan peserta untuk bertanya materi yang masih belum di mengerti. melihat Firda dengan tangan menjulur ke atas, dengan segera Ustadz Candra mempersilahkan Firda untuk mengajukan pertanyaan.


"Ya, silahkan Mbak yang berada di situ itu," Ustadz Candra mempersilahkan Firda dengan mwnujuk di sebelah Melati duduk.


Bersamaan dengan itu semua mata pun menoleh ke arah dua gadis yang duduk di barisan shof paling belakang putri.


Firda yang baru saja mengumpulkan nyawanya pun kebingunan melihat sorot mata semua orang yang tertuju kepadanya.


"kamu mau tanya apa Fir," bisik Melati di telinga Firda mengingat dari tadi sahabat nya itu hanya tertidur saat meteri berlansung.


"Ayo. mbak, silahkan disebutkan namanya!," perintah Ustadz Candra setelah seorang panitia mengantarkan mikrofon kepada Firda.


"Ustadz, sudah selesai ngomong nya?" tanya laura polos.


Antara Polos dan lugu memang. tapi pertanyaan itu sukses memecah ruangan aula yang hening menjadi riuh dengan gelak tawa.dan melati langsung menjitak kening Melati dengan kencang membuat Firda meringis kesakitan.


...heyooo gaess...


...like,komen dan VOTE!!...


...Jangan pelit yak VOTE nya ...