
Sebelum membaca kasih like dulu gengs ❤💞
Irfan menyambut adik kesayangan nya dengan kecupan di kening sambil mencubit kedua pipi cubby nya tak lupa juga memeluk sang adik. meraih koper yang ada ditangan gadis cantik itu dan membawanya masuk kedalam taxi yang sengaja diminta untuk menunggu di depan pesantren.
"kangen gue dek, ama elu!" ujar Irfan saat keduanya duduk di jok belakang taxi.
"Firda juga kangen ama kaka!" Firda menyandarkan kepalanya di bahu kekar kaka satu-satu nya itu.
sepanjang perjalanan menuju jakarta, Irfan tak hentinya memandangi adik yang telah dewasa itu. melihat perubahan drastis Firda membuat Irfan takjub. apalagi dari tadi adik nya itu tak henti melafadzkan Al-Qur'an dan shalawat merdu yang menenangkan hati sebelum akhirnya terlelap dalam pundaknya.
"kaka gak nyangka kamu akan berubah drastis kayak gini dek!" gumam Irfan melayangkan kecupan manis pada puncak kepala adiknya.
Tak membutuhkan waktu lama kedua adik kaka itupun akhirnya sampai di halaman besar rumah keluarga Anggara. rasa rindu yang luar biasa dirindukan Firda pada rumah besar ini akan terbayar.
"ayo dek, turun!". ujar Irfan yang telah membukakan pintu untuk adik yang masih termenung menatap luas halaman rumah yang di rindukan nya.
Firda yang tersadar segera turun dan tak sabar untuk segera memeluk wanita tercintanya yang sangat bawel namun sangat dirindukannya itu, iyalah ibunya.
_
_
_
_
"Assalamualaikum!" salam Firda masuk kedalam rumah besar tersebut.
"Firdaaaaaaa......!" pekik kedua sahabat Firda yang ternyata juga sudah berada disana menyambut sahabat yang lama tak berjumpa.
"Gue tadi salam kali, bukan dijawab malah dapet ledakan petasan di telinga gue!" gerutu Firda berpura-pura kesal kepada kedua orang di depannya.
"gak nyangka gue Fir, lu bisa tobat kayak gini!" ujar Feby yang dari tadi gak bosan memandangi gadis berhijab itu yang tengah duduk di sofa.
"iya, gue inget banget pas SMP, pelajarannya bu Islamiyah guru agama kita,lo kan biang kerok nya, ngajakin kita kabur, giliran gue ama febong ketagihan, elo sekrang malah tobat kayak gini!" imbuh Irma yang mendapat anggukan dari Feby.
"semua orang bisa berubah Ir, Bong, gue lebih nyaman dengan hidup gue kayak gini, hati lebih tenang!" jawaban Firda yang tentu membuat kedua orang itu melongo karena keluar dari mulut sekrang Firda.
"Naik dulu yuk!, gue mau sholat!" Firda beranjak dari tempat duduk nya sedangkan kedua sahabatnya masih melongo mengawasi setiap perkataan dan gerak gerik Firda yang berubah drastis.
Saat Firda sholat pun kedua gadis yang dari tadi hanya mengekor kesana kemari dan itupun masih setia memperhatikan semua tingkah laku Firda.
"lu do'a apa Fir, lama amat!" celetuk Irma begitu melihat Firda selesai melepas mungkena.
"berdo'a supaya kalian berdua tobat!" jawab Firda menghempaskan tubuhnya di tengah kedua orang yang dari tadi memandangi nya itu.
"ck, gue kira lu benar-benar udah tobat, gak taunya tuh mulut sama aja!" decak Feby yang saat ini memposisikan dirinya terlentang seperti kedua sahabatnya.
Firda meraih dan menyalakan ponsel yang entah berapa lama tak tersentuh darinya. Tumpukan pesan dan panggilan dari orang-orang terdekatnya memenuhi layar ponsel itu. Dengan malas ia hanya menggeser-geser layar ponsel itu tanpa berniat membuka satu persatu pesan yang ada.
"Fir gue mau cerita!" ujar Irma
" cerita apa?" sahut Firda
"Hmm.... gue gak bisa lanjut kuliah dengan kalian berdua karna.....
...----------------...
Bersambung......