
sepanjang materi berlangsung mata Firda tak juga berkedip. jantungnya seakan berhenti berdetak,, bukan karna materinya menarik, tapi karna Ustadz tampan Candra yang berada di panggung.
Melati hanya menatap teman nya heran. sampai sebuah sentilan dari gulungan kertas putih mengalihkan kedua sahabat itu. Sontak keduanya menoleh dari mana kertas berasal. melirik satu persatu orang di belakang sana memastikan siapa pelaku pelemparan itu. Berniat mengambil kertas yang ada tempat di bawah kaki melati, kedua gadis itu menundukkan badan dibawah meja dan belum sempat terambil, Kertas selanjutnya datang dari arah berbeda membuat kedua gadis itu saking menatap heran.
"Ngapain sembunyi di bawah meja? kalian sudah pintar?" Ujar si pelempar kertas yang ternyata sang pemberi pemetri yang telah berada di samping tempat duduk Firda dan Melati.
Melati menunduk kan kepalanya ketakutan karena tahu seberapa tegas nya orang yang ada di hadapannya ini, Sedangkan Firda hanya melongo tak berkedip melihat orang yang ada dihadapannya.
(haduh, gimana kalo dia denger suara jantung gua?, ini juga kenapa sih jantung berdebar kancing banget,teriak boleh?) ocehan hati Firda yang masih sama2 gl melongo dengan orang yang dilihat nya.
"ilernya netes neng, jorok cantik-cantik ileran!" Ujar ustadz Candra menoyor kepala Firda dengan kertas yang ada di tangan Melati yang di yakini berasal dari santri putra yaitu Alvin.
Ustadz tampan itu berlalu di hadapan Firda dan Melati menuju tempat semua.
pernyataan itu sukses membuat Fitri yang
tadinya ketakutan berubah menjadi terpingkal hingga keluar air mata. Begitu juga peserta MOS yang lain menyaksikan kejadian itu.
"hahahaha" Melati tertawa terpingkal-pingkal dan memukul kecil bahu sahabatnya.
"Ck, dasar ustadz nyebelin. untung aja ganteng tu Ustadz" gerutu Firda kesal sambil mengusap kepala bekas toyoran ustadz tampan tadi.
Di belakang tepatnya orang yang memberi surat tadi sudah merasa deg degan melihat saat ini kertas yang di lempar ke arah Firda ada ditangan Ustadz Candra yang menurutnya sangat kiler dan serba tahu itu.
"kapok kan kamu, vin" ledek Ilham kepada Alvin
"tertawalah ham di atas penderitaan ku" kesal Alvin
"Sabar Vin ini ujian, ulangan udah hilang hahaha" imbuh wawan membuat Alvin hanya mendengus kesal.
Alvin, Ilham dan wawan memulai persahabatan mereka sejak awal masuk pesantren di kelas 7 tsanawiyah yang sekarang sudah jadi senior. ketiga sahabat ini sangat populer di kalangan pesantren. tak terkecuali para santri putri dan seluruh ustadz dan ustadzah.
Bukan karena prestasi yang membanggakan, tapi karena seringnya mendapat hukuman dari apa yang mereka kerjakan. Tak heran kalo ustadz Candra begitu hafal dengan gerak gerik ketiga biang kerok itu.
"ekhem..."
suara riuh mendadak sunyi mendengar suara deheman dari arah panggung.
cantik wajahmu, indah jelas terukir senyum di wajahmu, membuat hati ini terus berdebar tak karuan. cantik. boleh kah aku tau namamu?
I love you
~Alviansyah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kopi dangdut
kala kupandang kerlip bintang
nan jauh disana, Sayup kudengar
melodi cinta yang mengema,
Terasa kembali jiwa mudaku
karena tersentuh alunan lagu
semerdu kopi dangdut
Api asmara yang dulu pernah membara,
Semakin hangat bagai
Ciuman pertama, detak jantungku
seakan ikut irama, karena terlena
oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
menyengat hati jadi gairah
membuat aku lupa akan
cinta ku yang pernah lalu
Api asmara yang dulu pernah membara,
Semakin hangat bagai
Ciuman pertama, detak jantungku
seakan ikut irama, karena terlena
oleh pesona alunan kopi dangdut
Ok gaes jangan lupa sawerannya untuk otor yang baik hati ini🙂 dengan cara Like, komen dan Vote sebanyak-banyaknya😊.