
HEYOO GAESSS AUTHOR YANG BAEK HATI TIDAK SOMBONG DAN SUKA MENABUNG MAU NANYA NIH KALIAN KANGEN GAK SIH DENGAN SAHABAT FIRDA DI JAKARTA KALO AUTHOR YANG BAEK INI SIH ENGGA MUNGKIN READER AJA KALI YAK YANG KANGEN,,, KARNA AUTHOR INI BAEK MAU NULIS SEDIKIT TENTANG KEHIDUPAN KEDUA SAHABAT FIRDA NAN JAUH DISANA......KESIAN YAK GAESS MEREKA SELALU DI TINGGALKAN WKWK.....
☆****Jakarta☆
Feby dan Irma memulai lembaran baru sebagai siswa menengah atas tanpa Firda. Kedua gadis itu berjalan lesu menuju lapangan yang sudah penuh dengan barisan siswa baru dan begitulah hari Feby dan Irma tanpa Firda. Hanya untuk bermalas-malasan bahkan tak jarang mereka juga sering bolos sekolah. karena
selama ini memang Firda yang menyemangati mereka untuk mengikuti pelajaran sekolah.
☆Surabaya☆
MOS kali ini akan dilaksanakan sampai pukul 16.00 di akhiri dengan sholat ashar berjamaah serta penutupan yang di wakili oleh panitia. setelah sesi ketiga yang di tutup oleh pertanyaan gokil Firda, seluruh peserta MOS di perbolehkan untuk istirahat sholat dan makan siang terlebih dahulu sebelum penyampaian materi terakhir mengenai peraturan pesantren nantinya.
Firda berhasil menjadi tenar karena pertanyaan polos yang di lontarkan pada ustadz Candra barusan. sepanjang perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur tak sedikit yang menyapa nya entah kerena kagum, menganggap lucu, menganggap aneh, bahkan ada juga yang tidak menyukainya menganggap anak kota itu tak punya sopan santun karena berani bertanya demikian saat ia masih menjadi anak baru.
Sedangkan kan di ruangannya Ustadz Candra sedang tersenyum mengingat apa yang terlontar dari mulut polos dari Firda gadis kota yang menurut nya sangat menarik. saking asyiknya melamun ustadz ganteng itu tak menyadari kehadiran sahabatnya yang juga salah seorang ustadz di pesantren ini.
"senyam senyum sendiri kesambet lu ndra" ujar Yusuf yang baru saja mendaratkan tubuh nya di samping sahabatnya itu.
"ngagetin aja orang tuh kalo masuk ngucap salam," reflek Candra menepuk keras paha sang sahabat membuat sang empu meringis kesakitan
"lu aja gak dengar,, udah salam sepuluh kali ini juga tangan ku merah sudah buat ngetuk pintu," dengus Yusuf kesal.
sedangkan orang yang dimaksud hanya nyengir cengengesan menggaruk tengkuk yang tidak gatal sama sekali.
"kenapa sih kamu?," Tanya Yusuf lagi dan mengernyitkan keningnya
Candra menceritakan apa yang terjadi saat dia mengisi materi MOS kepada Yusuf. karena memang seharusnya apa yang disampaikan Candra tadi adalah bagian Yusuf yang di gantikan Ustadz Candra karena ustadz Yusuf tausiyah di luar kota dengan Abah kiyai.
"Cantik Cand, cantik banget!" kagum Candra pad gadis yang di ceritakan nya.
"Firda, kah?" tanya Yusuf
"Lah kamu sudah tau?" Heran Candra
"Belum!"
"Lah itu bahan bangunan satu truk dari bapaknya" jawab Yusuf menunjukan Tumpukan material yang dikirim anggara ( papah Firda) tampak dari ruangan jendela dari mereka berada.
Melihat kondisi pesantren yang di sekolahan putrinya terlihat kurang nyaman, Anggara memutuskan untuk menjadi donatur di ponpes ini. Berharap dengan adanya donasi itu bisa merubah pesantren usang ini menjadi lebih nyaman.
"wih, kurang apa coba itu udah cantik, kaya Lagi!" Cabd4a terus berangan angan Membayang kan wajah cantik Firda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seluruh peserta MOS hari itu sholat di masjid ponpes yang letaknya di tengah tengah Asrama putra dan putri. meskipun satu lokasi keduanya tak bisa hanya saling mencuri pandang karena memang pintunya hanya di desain lewat Asrama putri dan satunya Asrama putra.
Selesai melaksanakan sholat seluruh peserta MOS kembali ke aula tempat dilaksanakan nya MOS seperti semula. materi peraturan pesantren yang mungkin sudah pernah di dapat sebagian santri lama membuat sebagian peserta merasa malas untuk kembali. materi kali ini masih di isi oleh ustadz candra suasana yang tadinya ramai mendadak sunyi saat sebuah salam terlontar dari seorang ustadz tampan. ga heran lah ustadz satu ini adalah idola santri putri.
Firda yang semula bersiap melanjutkan tidur siangnya, terbelalak mendengar suara yang membuat hati nya tiba-tiba berdebar itu. dengan segera di dongakkan wajah cantik itu dan melihat ke sumber suara.
deg...deg...deg...
detak jantung Firda berdetak lebih cepat melihat sosok yang ada dihadapannya karena dia baru melihat ustadz candra dengan jelas berbeda dengan sebelumnya yang masih buram. berulang kali mengecek kedua matanya memastikan apa yang tengah di lihat.
"Kenapa Fir, gak jadi tidur," Tanya Melati melihat sahabat seharinya itu tiba-tiba bangun dari tempat duduknya.
"Udah gak ngantuk, karna ustadz ganteng itu," tunjuk Firda
"Kamu gak tau kah? orang yang kamu sebut itu ustadz yang tadi"
"whatt" kaget Firda
Firda masih tak percaya tentang apa yang di lihat saat ini. tapi ini begitu nyata, matanya masih tak lepas dari pemetri yang mengenakan baju koko maroon itu. menampar pipi dan mencubit lengan berkali-kali untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi. tapi itu nyatanya memang itu sakit berarti dia yang memberikan pertanyaan polos tadi astaga malu gua.
sedangkan Melati yang melihat Firda hanya terkekeh.
......Like, komen dan vote!!......