I Love You, Ukhti

I Love You, Ukhti
Bab 18. Sakit



Panggilan malaikat subuh telah menggema. Membangunkan para santri yang masih terlelap dalam lautan mimpi untuk bersiap melaksanakan jamaah sholat subuh di masjid. Melati yang melihat Firda masih terjaga dan malah melingkarkan badannya dengan menutup seluruh bagian tubuhnya dengan selimut tebal segera mendekati sahabatnya itu.


"Gak Sholat subuh Fir?" Tanya Melatih.


"Izinin dulu ya mel, kepala gua pusing banget!," Jawab Firda lemas membuka bagian atas selimut yaang menutupi tubuhnya.


Melati dapat melihat wajah sahabatnya itu memang begitu pucat. Di pegang nya dahi Firda yang memang sangat panas.


"Ya udah, kamu istirahat aja Fir.. gak usah sholat dulu!," ujar Melati kemudian merapikan kembali selimut yang ada ditubuh Firda.


Setelah memastikan Firda beristirahat nyaman, Melati bergegas menuju masjid tak ingin tertinggal jamaah sholat. Dijalan Melati bertemu Nurul yang juga tengah berjalan menuju masjid bersama uminya.


"Assalamualaikum Mel, Firda mana? Kamu kok sendirian?,"tanya Nurul yang hanya melihat Melati berjalan sendiri tanpa Firda.


"Waalaikumsalam Umi, neng Nurul,!" Melati le ih dulu menyalami umi kiyai yang berjalan bersama Nurul.


"Firda sakit Rul, badannya panas banget!," jelasnya kemudian


"Sejak kapan?" Kini umi yang bertanya.


"Baru pagi ini Umi, semalem masih ikut ngaji!," Jawab Melati


Umi menganguk dan memerintahkan Melati untk segera melapor kepada pengurus kesehatan setelah jamaah subuh nanti agar Firda mendapat perawatan.


Sesuai dengan perintah Umi, setelah jamaah Melati segera menemui pengurus kesehatan untuk memberitahukan keadaan Firda. Selesai memberitahukan keadaan Firda, Melati kembali ke kamar melihat keadaan sahabatnya yang ternyata juga ada Nurul disana dengan wajah panik.


"Kenapa neng ?" Tanya Melati yang segara menghampiri sahabatnya itu.


"Firda kayaknya pingsan deh Mel, ku bangunin gak ada respon!" Jawab Nurul panik dan sudah meneteskan air mata.


"Fir...Fir...bangun Fir...!" Melati mulai ikut panik mendapati keadaan sahabatnya itu.


"Mel, aku turun dulu.. cari bantuan buat bawa Firda ke klinik, kamu bilangin yang lainnya suruh pakai syar'i!" Ujar Nurul mengingat baru saja selesai sholat subuh dan sebagian santri masih mengenakan baju tidur tanpa jilbab.


Nurul yang semakin panik segera turun dan mencari bantuan seperti yang dikatakannya. Beruntung tak lama setelah Nurul turun menemukan seseorang yang bisa dimintai pertolongan. Ya, Ustadz Yusuf baru saja kembali dari masjid da  kebetulan lewat diaebranf asrama putri.


"Ustadz, tolong saya ustadz!" Ujar Nurul dengan nafas terengah engah dan raut wajah panik yang tak bisa disembunyikan  membuat sang Ustadz bertanya-tanya.


"Kenapa neng? Kenapa neng Nurul lari-lari seperti itu?" Tanya ustadz Yusuf mendadak ikut panik.


"Firda Sakit, dan seorang tidak sadarkan diri, tokibf bantu saya bawa Firda ke klinik ustadz,!"


"Astaqfirullah hal aziim, dimana neng?,"


"Dikamar ustadz,!"


Mendengar jawaban itu membuat ustadz yusuf sejenak berfikir. Bagaimana mungkin dia masuk ke kamar santri putri.


"Ustadz gak perlu khawatir, santri yang dikamar sudah dikasih tau kok," ujar Nurul mengerti akan yang ada di fikiran ustadz Yusuf.


"Baiklah neng, ayo!"


Nurul dan ustadz Yusuf segera berlari menuju kamar Firda. Seperti yang tadi dikatakan Nurul, Firda tengah berbaring lemas disana dengan wajah yang begitu pucat membuat ustadz Yusuf pun ikut panik dan segera mengangkat tubuh mungil itu yang lebih dulu dipakaikan jilbab oleh Melati sebelum ustadz Yusuf datang.


Beruntung kunci mobil masih berada pada Yusuf karena semalam baru saja pulang dari bandung mengantar abah kiyai mengisi tausiyah hingga tak perlu lagi meminjam ke dalam  yang akan memakan waktu lebih lama sampai ke klinik.


Nurul dan Melati berada di jok belakang memangku tubuh lemas Firda. Sedang kan ustadz Yusuf melajukan mobilnya menuju klinik, yang jaraknya tak begitu jauh dari pesantren.


Dalam waktu yang orang lebih 15 menit ketiga orang itu telah sampai di klinik kesehatan. Dengan segera ustadz Yusuf memarkirkan mobilnya da kembali membopong tubuh mungil itu kedalam klinik diikuti Nurul dan juga Melati dibelakangnya.


meskipun masih sangat pagi, Tapi petugas klinik disini sudah stand bay karena posisi desa yang jauh dari rumah sakit sehingga dalam bentuk pengobatan dilakukan disini termasuk juga menyediakan fasilitas rawat inap.


"Bagaimana keadaan teman saya Dok?" tanya Nurul


Like, Komen n Vote!!!