
3 jam sudah Firda berada di klinik di temani Melati dan Nurul. Belum juga ada tanda-tanda mata gadis cantik itu terbuka. Pak kiyai dan bu kiyai yang telah mendengar kabar dari ustadz Yusuf juga telah sampai disana. Melihat Firda yang masih terbaring lemah dan belum menunjukan perkembangan apapun membuat keduanya juga risau. Karena bagaimana pun ini adalah tanggung jawab mereka karena orang tua Firda telah mematahkan Firda kepada mereka.
"Kata dokter tadi gak papa, kok gak bangun-bangun sih ?," Melati yang tadi sudah merasa lega mendadak cemas lagi karena Firda tak juga sadarkan diri.
"Iya Mel, aku juga khawatir!" Imbuh Nurul yang juga sama cemasnya.
"Berdo'a terus!," Nasehat Umi kepada kedua gadis yang tengah mencemaskan kedua sahabatnya itu.
Umi memerintahkan kedua gadis itu untuk berwudhu dan sholat dhuha agar hatinya lebih tenang dan jernih.
"Firdaaaa,,,,,!" Teriak Melati sekembalinya dari mushola klinik melihat mata sahabatnya yang sejak pagi tadi di tunggu sudah terbuka.
"Fir, kamu tidurnya lama banget sih? Bikin aku sama Melati khawatir tau!" Ujar Nurul segera menghambur memeluk sahabatnya yang masih berbaring itu.
"Emang berapa lama gua pingsan nya?," tanya Firda.
"Hampir 5 jam, aku khawatir ku kira kamu dah mati Fir!" Jawab Melati yang sukses mendapat jitak kan dari seseorang yaitu Nurul.
"Baru juga 5 jam, kalo gak ikhlas gak usah di tungguin lagi Mel!" Firda mendengus memutar bola matanya dengan malas.
Melati memang selalu berbicara ngelantur meskipun sebenarnya dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Firda. Entah mengapa malah kata-kata seperti itu yang keluar dari mulutnya. Firda yang sudah sangat tahu seperti apa sahabatnya itupun tak pernah mempersalahkan kekonyolannya.
"Kalian berdua balik aja deh,kalian kan harus sekolah habis ini!" Ujar Firda pada kedua sahabatnya itu.
"Terus kamu sama siapa kali kita sekolah Fir?," tanya Nurul
"Ini bukan pertama kali gua masuk RS, gua udah biasa sendiri!," jawab Firda meyakinkan Kedua sahabatnya.
Abah dan Umi pamit untuk sholat dhuha terlebih dahulu sekembalinya Nurul dan Melati yang juga baru selesai melaksanakan sholat Dhuha.
"Jadi kamu sering masuk Rumah sakit Fir?, kenapa?" Tanya Nurul khawatir.
"Tadi dokter bilang gua apa emang?," bukan Firda memang kalo ditanya langsung menjawab.
"Kecapean!," Jawab Melati gemas.
"Mana pernah aku benar di mata ustadz!," Firda memutar bola matanya malas.
Sudah menjadi ciri khas kedua orang itu berdebat dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun.
"Bisa-bisanya kamu tanya mamah ngapain disini? Mamah itu khawatir sama kamu, dan benarkan seperti ini?" Gemas Tiwi menghampiri anaknya yang terbaring lemas namun masih cengengesan itu.
"Haddeh, mamah lebay banget dah, kaya baru pertama Firda kayak gini aja!" Jawab Firda yang lagi-lagi membuat gemas para pendengar.
"Kamu gak tau aja Fir, papah batal rapat pagi ini karena mamah mu ngancem mau berangkat sendiri kalau papah gak mau !" Anggara membuka suara yang juga sudah memposisikan diri disamping ranjang putrinya setelah lebih dulu menyapa pak kiyai berserta istrinya yang masih disana.
"Kita pulang aja ya,sampai kamu benar-benar pulih nanti baru kembali lagi!" Pinta Tiwi yang kali ini benar-benar mengkhawatirkan putri tercintanya itu.
"No mamah, Firda gak mau pulang, Firda kan udah bilang kalau Firda gak papa, Firda bisa jaga diri kok!," tolak Firda spontan.