I Love You, Ukhti

I Love You, Ukhti
Bab 16. Bahagianya para santri



"Makasih ya abang laknat sempetin jenguk Firda, love love deh" Ucap Firda tulus setelah sampai di depan pesantren.


"Dek,, ikut gua aja yak?, kita pulang disini kamu gak sehat," Ujar Irfan melihat wajah lelah adiknya itu.


"Firda gak mau ketinggalan ngaji bang, lagian kan seminggu lagi mamah papah kesini jenguk Firda," Jawab Firda dengan senyum manisnya tak ingin mengecewakan kakanya.


Dari tadi memang Irfan, sudah membujuk Firda untuk kembali pulang kerumah. Namun Firda terus saja menolak dengan alasan tak ingin ketinggalan mengaji. Irfan hanya bisa pasrah dengan keputusan adiknya itu.


Firda berlalu setelah mencium tangan Irfan dan memeluknya. Mengingat waktu yang sudah sore dan dia harus segera bersiap untuk kegiatan mengaji di pesantren.


"Wah apaan nih Fir,?" Tanya Melati melihat banyaknya paper bag yang terletak di tengah-tengah lantai kamar mereka.


"Yang di kantong plastik makanan buat kita semua,yang di paper bag ambil satu-satu tadi dibeliin kaka Gua!,"  Ujar Firda seraya mengambil handuk dan baju ganti dari dalam lemari bersiap untuk berbersih diri.


"Wah baik banget kaka kamu Fir!," puji salah satu teman sekamar Firda yang di angguki angota kamar yang lain.


Bukan hanya Firda yang bahagia hari ini kedatangan Kakanya Irfan, Tapi semua teman sekamar Firda juga ikut bahagia karena mendapatkan oleh-oleh dari kaka gadis cantik itu.


Malam ini Firda dan teman sekamar nya tidak makan masakan yang ada di dapur pesantren karena sudah mendapat banyak makanan enak dari Firda. Mereka begitu bahagia, bahkan ada beberapa anak yang memang belum pernah makan apa yang di bawakan Firda. Melihat itu ada kebahagian tersendiri di hati Firda bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan.


"Sering-sering di jenguk Fir,  biar bisa makan enak lagi!," ujar Melati tanpa rasa malu dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


"Iya Fir, enak banget ini,, emang kamu beli dimana?,"  imbuh Andin yang juga begitu menikmati makanan dari Firda.


Firda mengakhiri makannya terlebih dahulu dan bersiap untuk mengaji setiap ba'da isya  dilaksanakan di aula samping dalam bersamaan dengan santri putra yang hanya  terpisah kayu sebatas dada. Tak heran sebelum mendaratkan pantatnya di lantai banyak santri putra yang menfaatkan kesempatan melirik ke arah santri putri begitupun sebaliknya.


"Stttt....Firda....,stttt!" Melihat keadaan masih sepi, dan baru Firda dan Melati yang duduk dibagian santri putri membuat Alvin tak ingin melewatkan kesempatan emas itu.


Firda yang sudah bisa menebak bahwa itu adalah suara pengemar beratnya hanya acuh dan fokus pada kitab tipis yang ada ditangan nya.


"Firda... ssstt....!," Alvin bukan orang yang mudah menyerah begitu saja.


"Sat set, sat set,,, niat ngaji atau godain cewek?," ujar seseorang yang saat ini sudah berhasil meraih telinga Alvin yang dari tadi mendongak ketempat santri putri berada.


"Awwww..... sakit Ustadz,!" Jerit Alvin kesakitan membuat Firda yang dari tadi engan menanggapi laki-laki itu menoleh penasaran.


Firda dan Melati terpingkal begitu mengetahui orang yang dari tadi menggodanya sudah berada pada tangan yang tepat. Ya, siapa lagi kalau bukan Ustadz Candra.  Yang ternyata malam ini ditugaskan Pak kiyai untuk menggantikan beliau karena ada tausiyah mendadak di desa tetangga.


"Syukurin kamu Vin.... Hahahahaha!" Umpat Melati dengan  tawanya yang berkali-kali tos dengan  Firda merasa puas


Bahkan disusul tawa santri lain yang baru saja datang memenuhi shof diruangan itu membuat Alvin semakin malu. Dalam hatinya berkali-kali menyumpah serapah kepada sang Ustadz yang baru saja melepaskan tangan dari telinganya yang sudah memerah itu. Namun apa daya dia selalu terhalang dengan ustadz yang satu ini.


Like, Komen n Vote!!!