I Love You, Ukhti

I Love You, Ukhti
Bab 24. Perpisahan



Kasih like dulu sebelum baca✨


"siapa..Feby dan Irma?


"emm anu itu...sahabat ku mujidin dan maemunah!..opss"


mampus habis ini pasti kena hukum..gara-gara ngejek temen sendiri...maap kan diri ku mujidin dan maemunah hiks...


jawaban Firda membuat para santri tertawa terbahak-bahak,bagaimana bisa nama yang segitu bagusnya di berikan oleh kedua orang tuanya harus menerima julukan oleh Firda,mujidin dan maemunah. apalagi mendengar nama Irma berubah jadi mujidin padahal kan perempuan harus berubah nama menjadi laki-laki.


sedangkan melati hanya bisa diam sambil memikirkan kenapa dia bisa memiliki sahabat seperti ini bikin malu saja.


"Afwan Ustadz, maksud ku Feby dan Irma, mereka sahabatku yang ada di jakarta ustadz!" Ucap Firda menjelaskan.


"hemm" Ustadz Chandra hanya mengangguk mengiyakan ucapan Firda,


Selesai memberikan materi ustadz candra lalu segera pergi untuk istirahat dan menyuruh para santriwan dan santriwati juga istirahat di asrama mereka.


_________________________


......Irama/MUJIDIN......


......Online......


^^^P √^^^


^^^P√^^^


^^^Woyyyy√^^^


^^^mana sih ni anak, bangun woy 😑√^^^


~ hah? iya kenapa?


^^^anjim ni bocah,lama amat balas nya 😑√^^^


^^^gue cuma mo nanya aja sih√^^^


~ Tanya apa bong?


^^^lu nanti kuliah dimana?trus si ukhti tetap disana atau disini biar kita bisa bareng lagi?√^^^


~ Gue sih tersereh lu aja, gua mah ngintil aja deh, kalau soal Firda mana ketempe🙃


^^^Terserah woy terserah bukan tersereh😤√^^^


~ Iya iya, gue mau mandi dulu.


ni anak baru mandi padahal dah siang, batin Feby


...END...


Hari demi hari berlalu begitu cepat. Tahap demi tahap di lalui Firda dengan sangat baik. Meskipun di awal semua terasa begitu sulit bagi seorang Firda, karena harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sangat jauh berbeda. Namun hasil tidak akan pernah menghianati usaha seseorang.


Firda yabv tak mengerti apapun tentang kehidupan beragama kini mulai berusaha menjadi muslimah yang lebih baik walau ada sedikit bar-bar.


Firda mulai bisa membaca kalamullah meskipun belum begitu lancar. Firda juga sudah terbiasa melakukan sholat sunnah di luar sholat wajib nya. Dan itu adalah perubahan yang sangat luar biasa bagi seorang Firda diandra.


3 tahun berlalu dan hari kelulusan pun tiba yang pastinya dia akan pergi dari pesantren ini, yang telah mengajarinya ilmu agama. kalau boleh memilih, Firda ingin tetap belajar di pesantren ini. Tapi disisi lain, dia sudah sangat merindukan kedua sahabatnya yang ada di jakarta. setelah 3 tahun tanpa komonikasi sama sekali walau ada waktu liburan tetap saja Firda memilih tinggal di pesantren dari pada harus pulang.


Hari ini semua isi pesantren mengadakan syukuran kelulusan para santriwan dan santriwati. Hari ini semua santri akan pulang ke kampung dan ke rumahnya masing-masing ada yang ingin melanjutkan sekolahnya, bekerja dan ada yang langsung menikah.


Termasuk Firda yang akan lepas landas ke jakarta siang ini. yang menjemput Firda bukanlah orang tuanya atau sahabatnya melainkan abang nya Irfan. yang sudah menunggu di gerbang pesantren bersama wali murid lain yang juga tengah menjemput anak nya masing-masing.


Setelah Firda berpamitan kepada kiyai dan para guru di pesantren. tinggalah Nurul dan Melati mereka sama-sama di luar gerbang dan pastinya setelah Firda dan Melati pulang ke halaman masing-masing Nurul akan kesepian di pesantren ini.


"aku pulang dulu ya, Rul !" pamit Firda kepada Nurul sahabatnya


"Hati-hati ya Fir, udah nyatet nomor ku kan? jangan lupa hubungi aku kalau sudah sampai !" pesan nurul dengan lembut.


"Pasti!" tegas Firda dengan senyum manis yang sebenarnya masih berat berpisah dengan teman sekaligus guru baginya.


"aku juga jangan lupa di telpon Fir, awas aja kalau lupa!" Melati tidak ingin ketinggalan


"Kalau kamu mah gak penting Mel!" ujar Firda mencibir sahabat konyol nya itu.


perkataan itu sukses membuat bibir tebal Melati semakin menonjol. Dan ekspresi inilah yang sangat disukai Firda dan Nurul dari sahabatnya itu. Sudah menjadi kepuasan tersendiri bagi kedua irang itu membuat Melati kesal dengan menonjolkan bibir tebal nya itu lebih mancung dari pada hidungnya.


"Udah ah, ka Irfan dah nungguin di depan noh, nanti aku ketinggalan pesawat lagi!" ujar Firda setelah puas mentertawakan sahabat di depannya.


"awas kamu Fir!" ancam melati masih dengan wajah kesal yang dibuat-buat


"bibirnya tarik kebelakang!' ujar Firda yang langsung berlalu dari hadapan kedua sahabatnya sambil menarik koper menuju dimana makannya telah menunggu.


"titip salam buat kaka mu Fir!" teriak Melati yang lagi-lagi mendapat jitakan dari gadis lembut di sebelahnya.


"apa salah nya si neng, kan kaka nya Firda emang ganteng!" gerutu Melati sambil mengusap kening bekas jitakan Nurul.


...----------------...


Yang di pesantren udah END ya gengs, seterusnya akan ada lika liku kisah cinta Firda dan ada pemain-pemain baru.