I Love You, Jo!

I Love You, Jo!
Bab 7 Private Jet Hot



Kania menatap Daddy, Mommy, Ibu, Keysha dan Ketiga keponakan tampannya dengan perasaan sedih.


Jo yang melihat Kania tampak murung mengeratkan pelukan pada Kania.


Kedua lepas landas menuju destinasi pertama dengan tujuan Barcelona.


"Honey, istirahat dulu yuk." Jo mengajak Kania merebahkan tubuh beristirahat bersama dalam room diprivate jet yang kini membawa mereka.



"By, aku haus." Kania dengan sikap manjanya.


"Mau minum apa Sayang?"


"Minum Jus Melon enak By."


Jo menghubungi awak awak kabin meminta dibawakan Jus Melon.


"Enak Sayang?" Jo melihat Kania minum begitu nikmat.


"Mau coba By? Kania masih meneguk minumannya.


Jo menimum Jus melon dari mulut Kania.


Kania terkejut dengan apa yang Jo lakukan.


"Jus nya manis Sayang." Jo dengan senyum nakalnya.


Menikmati perjalanan dengan menonton film bersama Jo tentu saat ini menjadi hal paling membahagiakan bagi Kania.


"Sayang kamu punya anak berapa?" Kania menatap Jo yang asik memainkan rambut Kania.


"Yang banyak Sayang." Jo menyolek hidung mancung Kania.


"Emang aku kucing By!" Kania menyubit pinggang Jo.


"Aku sesuai kamu dan Allah kasih. Baik laki-laki atau pun perempuan, bagiku tak masalah." Jo kini dengan serius menjawab.


"Pasti waktu hamil aku jadi gendut, apa kamu bakal tinggalin aku Jo!" Kini nada Kania sedikit kesal.


" Bagus dong kalo tambah gendut, kamu pasti semakin seksi sayang."


Jo selalu gemas dengan sikap ngambek Kania.


Suara Jo terdengar lebih berat,


"Sayang malam ini aku ingin kamu yang memimpin" Jo mengangkat tubuh Kania tepat di atasnya.


"Jangan nyesel ya, jangan minta ampun ya!" Kania menatang Jo.


Keduanya kini layaknya pemain WWF berbagai cara dan gaya bebas berkreasi.


Tanpa kenal lelah Kania memacu layaknya menunggangi Kuda.


Sudah lama memang Kania hidak melakukan hobinya yang satu itu.


Makan malam terlewati begitu saja.


Kenikmatan surga dunia mengalihkan rasa lapar.


Suhu dingin dari AC ruangan tersebut kalah panas dengan aktivitas keduanya yang begitu energik.


Petarung profesional kini julukan keduanya.


Jo dan Kania begitu tergila-gila merasakan nikmat yang dihasilkan keduanya.


Berapa tetes keringat yang mereka hasilkan tampaknya bisa menjadi genangan bila dikumpulkan.


Berapa kali Kania dan Jo melakukan pelepasan.


Tak kenal lelah keduanya kembali mengulangi dan terus mengulangi.


Waktu terasa begitu cepat berlalu.


Hari berganti tatkala deringan alarm HP Kania membuatnya terbangun.


Mereka berdua tertidur tanpa sengaja dibalut selimut tebal dalam pelukan suami tercintanya.


Kania menatap Jo yang memeluknya dengan posesif.


Kania menyukai semua yang ada pada diri Jo.


Alis matanya, Hidungnya, Bibir seksinya, Dada bidangnya, perut sixspack nya, dan woww sesuatu yang tak pernah Kania lihat kini Kania berulang kali menikmati.


Sungguh-sungguh size yang luar biasa mampu membuat Kania hilang kendali.


Kania tertawa melihatnya dibalik selimat karena kini saat yang pemilik sedang terlelap, tanpa pemberitahuan disana terdapat Sang Junior telah siap terjaga.


Kania menatap Jo Junior dengan tatapan yang sangat sulit diterjemahkan.


Tertawa sendiri, membayangkan entah berapa kali Kania telah bersilahturahmi bersama.


Kania dengan tanpa punya rasa malu menggenggam Junior dengan tangannya.


Menikmati sarapan pagi sosis mentah yang begitu menggoda selera Kania


Jo terusik dengan sensasi dibagian inti dirinya.


Jo membuka matanya.


Melihat pemandangan dihadapannya membuat rasa kantuk Jo hilang berganti gairah membara.


Menikmati setiap indera perasa bersentuhan dengan Sang Junior.


Tanpa terkendali suara setan lolos tanpa kontrol dari mulut Jo.


Kania begitu bersemangat mendengar dan melihat Jo yang begitu menikmati menu pembukanya.


...****************...