I Love You, Jo!

I Love You, Jo!
Bab 22 Menembak



Sejak menikah Kania dan Jo berusaha untuk selalu bersama karena keduanya memang tak ingin terpisahkan.


Seperti hari ini Kania dan Jo tampak asik menekuni hobi Jo salah satunya menembak.


Jo dengan telaten mengejari Kania posisi yang benar saat menembak.


Jo dengan tubuh dibelakang Kania mengarahkan tangan Kania sehingga setiap mata yang melihat kedua menjadi sebuah adegan romantis.


Hari ini Kali kedua Kania berlatih.


"Sayang kamu sudah semakin lihai. Aku takut!" Jo masih dalam posisi dibelakang Kania berbisik ditelinga Kania dengan suara beratnya.


Bulu kuduk Kania meremang hembusan nafas Jo menggetarkan Kania membuat Kania seakan tersengat aliran listrik.


"Dorrr!"


Kania melepaskan tembakannya pada sasaran yang berada di depannya.


Jo reflek mencium pipi Kania saat Kania sedang terdiam sesaat melepaskan tembakannya.


Kania yang terkejut dengan serangan pada bibirnya. Reflek mundur dan tentu membuat Jo dengan seceoat kilat menarik tengkuk leher Kania kembali dalam mode berciuman.


Kania yang menerima ciuman Jo begitu asik dan membuat kedua lupa saat ini sedang berada di apangan tembak.


Tentu saja sejumlah pasang mata yang berada disana hanya pura-pura tak melihat aksi keduanya.


Keduanya melepaskan pagutannya.


"Ayo sayang, coba lagi." Jo kini meminta Kania menembak kembali.


Kedua tampak begitu menikmati kegiatan olahraga menembaknya.


Kania dan Jo kemudian memilih makan siang di sebuah hotel karena keduanya hari ini berencana akan staycation semalam.


Kania dan Jo selalu punya cara agar membuat hubungan mereka tetap panas membara.


"Sayang, bagaimana mulai bulan depan kalau kita mendatangi Dokter Obgyn." Kania disela menikmati lunch.


"Baiklah Sayang. Selagi kamu nyaman aku akan mendukungmu. Namun jangan memaksakan diri dan aku tak mau kamu sedih." Jo menggenggam tangan Kania.


Keduanya melanjutnya lunch sambil ngobrol dan tertawa bersama.


Menikah membuat Jo dan Kania saling memasuki kehidupan satu sama lain.


Selain keduanya terlibat dan mencoba hobi pasangannya, begitupun dengan selera kuliner yang memang Kania lebih banyak referensi dan sering mengajak Jo berburu makanan-makanan enak.


Sebaliknya Jo mengajak Kania mencoba hobi Jo salah satunya olahraga menembak dan beberapa lainnya.


Jo yang tak pernah berkuda, kini diajari Kania untuk menunggang kuda dan Jo menikmatinya.


Seperti sore ini mereka yang memang sudah check in selepas makan siang.


Jo dan Kania menikmati sore hari dengan berenang bersama di private pool room presidential suite.


Jo menatap Kania dengan tatapan penuh gairah.


Bagaimana tidak?


Kania tampak begitu seksi dihadapan Jo menggunakan bikin model 1 peace berwarna merah.


Tentu saja hasrat laki-laki Jo semakin membara melihat penampilan Kania istrinya.


Kania memang bisa dikatakan mahir dalam berbagai gaya berenang.


Gaya punggung Kania membuat Junior Jo meronta ingin segera masuk sarangnya.


Jo menyelam dan dengan tiba-tiba menggendong Kania dari dalam air.


Kania yang terkejut berteriak membuat Jo seakan terpacu gairahnya.


"Sayang, kamu selalu membuat Junior terbangun. Junior rindu sarangnya." Jo menarik kaki Kania mengalungkan dipinggangnya.


Tanpa ada aba-aba apapun pergulatan di dalam Private pool pun tak terhindari.


Jo tampak asik membenamkan wajahnya di pegunungan himalaya Kania yang begitu menjulang tinggi.


Ekstrakulikuler yang saat ini selalu menjadi kegiatan favoritnya mampu membuat sawah milik Kania terairi dengan lancar.


Mendapati sawah Kania tak lagi kering, Jo tanpa ragu mulai bercocok tanam.


Setelah berjam-jam membajak sawah dan diakhiri pemberian pupuk agar sawah Kania tumbuh subur.


"Semoga disini segera tumbuh buah cinta kita berdua sayang."


Jo mengusap perut ramping Kania dengan lembut dan menghadiahi Kania dengan ciuman terdalamnya


...****************...