
Kania dan Jo mengadakan acara aqiqah bagi kedua putri mereka Kanara dan Kananya.
Kania dan No mengundang anak-anak rumah singgah asuhan Keysha dan juga anak-anak yatim.
Semua keluarga berkumpul di Kediaman Kania dan Jo.
Tampak keluarga, kerabat, teman, rekan bisnis turut menghadiri acara tersebut.
Mommy dan Daddy tampak menemani teman dan rekan keduanya.
Sementara Ibu Lastri sedang mengopeni kerabat dan para keluarga besar Javenir yang datang.
Abimanyu didampingi Keysha menjamu rekan bisnis mereka dan teman-temannya.
"Halo Ponakan Pakde yang cantik," Sigit sedang mengajak ngobrol keponakan kembarnya.
"Kania apa kabar? Wow strong Mom, Hebat! Hai Cantik, Keponakan Bude, Uh gemes amat sayang" Istri Sigit memeluk Kania dan mengopeni keponakannya.
"Makasi Mas, Mbak. Btw Bunda ga ikut?" Kania menanyakan Ibu sambungnya.
"Bunda sedang kurang sehat." Sigit menjelaskan kondisi ibunya.
"Semoga Bunda lekas sembuh Mas, salam dari aku ya." Kania tampak menggendong Nara dan Jo menggendong Naya.
Jo menemani Sigit berbincang bersama Abimanyu dan lainnya.
Sementara Kania mengobrol dengan istri Sigit.
"Mbak, bunda sakit apa sebenarnya?" Kania menanyakan perihal kondisi Bunda.
"Bunda sebetulnya terkena Kanker Usus Stadium 3 Kania. Kemarin Bunda baru mulai mau menjalani kemoterapi." Jelas istri Sigit.
"Astagfirullah. Lalu bagaimana kondisi Bunda Mbak?" Kania terkejut karena Sigit tak pernah meceritakan apa-apa pada Kania.
"Sebetulnya sudah lama Bunda mengidap Kanker. Namun baru sekarang Bunda mau berobat." Istri Sigit menampakkan kesedihan mengingat kondisi ibu mertuanya.
"Semoga ada jalan kesembuhan bagi Bunda ya Mbak." Kania turut sedih mendengar kondisi ibu sambungnya.
Kedua pasangan.yang sering menjadi bahan candaan Kania datang bersamaan.
Tentu siapa lagi kalau bukan Aditya dan Lila.
"Wah Baby Twins cantik sekali seperti Maminya." Aditya hanya bermaksud basa basi.
Istri Sigit meninggalkan Kania menemui Sigit.
Sementara Jo ekor matanya sudah menyelisik sejak Aditya masuk pintu rumahnya.
Mendengar Aditya sedang berkata cantik yang terdengar sayup-sayup ditelinga Jo, Jo segera mendekat menghampiri Kania.
"Hai Jo, selamat ya, kamu memiliki 2 putri yang cantik." Aditya menyalami Jo.
Kania paham betul ekspresi suaminya saat ini sedang menahan cemburu.
"Terima kasih. Ya aku sangat beruntung, kedua putriku mewarisi kecantikan Maminya, yakan istriku sayang?" Ko merangkul pinggang Kania erat dan Kania pun tersenyum.
"Wah sepertinya Bu, kita bakal dapat undangan nih dari mereka berdua." Kania mengalihkan pembicaraan, melirik Aditya dan Lila.
Lila masih dengan mode kikuk dan tak menjawab candaan Kania.
"Aku sih maunya gitu, tergantung Lila siapnya kapan." Aditya melirik Lila tentu saja Lila melotot ke arah Aditya.
"Ayolah Lila, jangan ditolak. Aditya serius sama kamu." Kania menepuk lengan Lila.
Sementara ekspresi Lila hanya nyengir kuda.
Kania sebenarnya menangkap ada sesuatu yang disembunyikan Aditya dan Lila.
Namun Kania menghargai privasi Lila, tentu sebagai Bos tidak ada hak Kania mencampuri hal pribadi sekretarisnya.
Kania dan Jo Keduanya masing-masing menggendong putri mereka.
"By, aku ga nyangka deh, kita bisa punya Nara dan Naya." Kania sambil memggendong dan membelai pipi Nara.
"Allah baik kepadaku Sayang, ada 5 wanita terbaik dihidupku kini yang berada disampingku, Ibu, Mommy, Kamu, Kanara dan Kanaya." Jo mencium Naya putrinya.
"Terima kasih Bu, kamu telah menjadi Suami dan Papa yang baik buat kedua putri kita."
Kania memeluk Jo, begitupun Jo mengeratkan pelukannya pada Kania.
...****************...