
"Sayang, yuk shalat subuh."
Kania dan Jo mengawali aktivitasnya dengan menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.
Kania yang energik pagi ini memilih kembali bergulung dalam selimut diranjangnya.
Jo mendekati Kania.
Jo yang ingin modus pada istrinya memegang pipi Kania seketika merasakan suhu tubuh Kania yang lebih panas.
"Sayang kamu demam."
Jo mencari termometer di nakas dan segera mengukur suhu tubuh Kania.
"38.5"
"Sayang kamu demam. Aku akan memanggilkan Dokter Harun."
Jo menelepon Dokter Harun memintanya datang.
Sesaat kemudian tampak Dokter Harus memeriksa Kania dengan cermat.
"Apa keluhan kamu Kania?" Dokter Harun menanyakan.
"Tubuhku menggigil, lalu kepalaku terasa pusing, serta belakangan nafsu makanku berkurang. Tidak selera dengan makanan." Kania menjelaskannya.
Sudah hampir 2 minggu Jo memang memperhatikan Kania makan sangat sedikit. Bahkan istrinya tersebut sering melewatkan makan malam.
Jo pernah menanyakan pada Kania, hanya Kania menjawab ia harus lebih mengatur pola makannya karena berdasarkan konsultasi saat mereka mengunjungi dokter obgyn Kania disarankan mengatur pola makan dan makan makanan yang sehat serta mengurangi junkfood.
"Ada lagi keluhan atau perubahan yang Kami rasakan?" Dokter harus menggali agar bisa mendiagnosa.
"Aku menjadi cepat lelah dan saat bangun tidur perutku lebih kencang seperti mau datang bulan." Kania menjelaskan apa yang dialaminya 2 minggu kebelakang.
"Kalau begitu, Kamu sudah haid Kania bulan ini?"
"Sudah dok namun hanya 2 hari diawal bulan dan tidak seperti biasanya, haid kali ini hanya sedikit tidak seperti biasanya hingga 7 hari." Kania menjelaskan kondisi periodnya.
"Saya sarankan Kania dibawa ke RS, untuk diperiksa lebih lanjut." Dokter Harun menuliskan rujukan agar Kania segera ditangani oleh RS untuk melakukan pemeriksaan.
Hari ini Jo dan Kanja bergegas kerumah sakit.
Lalu Membaca rujukan Dokter Harun Kania diminta melakukan konsultasi ke Poli Eksecutive Kandungan.
Setelah melakukan serangkaian Tes, Dokter menjelaskan kepada Kania.
"Selamat Ibu saat ini sedang mengandung. Usia Janin ibu 6 minggu."
Dokter berpesan agar Kania bedrest selama 2 minggu sebab kondisi janin Kania lemah dan resiko kegugurannya tinggi.
Kania dan Jo mendengar saran dokter.
Jo begitu melayani Kania.
Kania selama 2 minggu Jo minta untuk dirumah tidak perlu ke kantor.
Kania menuruti perkataan Jo dan Saran Dokter.
Kania sudah mendelegasikan kepada Lila mengenai pekerjaannya.
Kalaupun ada yang mendesak, Kania meminta Lila datang menemui dirinya dirumah.
"Pagi Sayang, susu rasa strawbery siap." Jo memberikan susu hamil kepada Kania.
Sejak kabar kehamilan Kania, Mommy, Daddy dan Bu Lastri silih berganti datang menemani Kania.
Ketiganya begitu senang dan bahagia menyambut kehamilan Kania.
Abimanyu dan Keysha pun turut berbahagia mendengar kehadiran calon keponakan mereka.
"Sayang, mau makan apa cantik?" Bu Lastri begitu memanjakan Kania.
"Bu kania ingin minum wedang jahe." Kania meminta Bu Lastri wedang jahe buatannya.
"Iya sayang, istirahat saja ya Nak. Ibu akan buatin wedang jahe yang enak untuk cucu ibu."
Bu Lastri semkin menyayangi Kania. Memastikan Kania sehat bersama cucu nya didalam perut Kania.
Mommy dan Daddy juga tampak menemani Kania dirumah.
Jo begitu bahagia melihat semua anggota keluarga tampak bahagia dengan kehamilan Kania.
Selama trisemester awal Kania tidak nafsu makan.
Kania juga lebih sensitif terhadap bau bauan.
Tak jarang Kania sering mual dan hilang selera makan.
Jo kasihan melihat Kania jika sedang seperi itu.
...****************...