
"Assalamualaikum."
Jo masuk dengan langkah terburu-buru mencari keberadaan Kania.
"Waalaikumsalam."
Bu Lastri yang mendengar putranya pulang menghampiri Jo.
Jo mencium tangan ibunya dan menanyakan keberadaan Kania.
Keduanya menghampiri Kania yang berada di taman belakang bersama Lila sekretarisnya.
Lila menganggukan kepada kepada Jo.
"Kalau begitu Saya sekalian pamit Bu, besok Saya akan kesini lagi jika Pak Aditya sudah menandatangani dokumennya." Lila pamit pada Kania sekalian pulang.
"Sayang, aku bawakan pesenan kamu nih."
Kania mencium punggung tangan suaminya dan Jo mencium istri tercintanya.
Kini Jo, Kania dan Bu Lastri duduk ditaman belakang.
"Bu Kania belakangan jadi sering buang air kecil, kenapa ya Bu?" Kania bertanya pada ibu mertuanya.
"Gpp Sayang, memang seperti itu, karena rahim kita ada baby jadi lebih menekan saluran kemih. Jadi sering kepingin pipis Ndok. Wajar." Bu Lastri mengelus perut Kania.
"By, mau makan? Aku siapin ya." Kania hendak bangun mau menyiapkan Jo makan.
"Biar Ibu saja,"
"Mari Bu Kania bantu."
Ketiganya masuk ke dalam untuk makan bersama.
Mommy, Daddy, Bu Lastri, Kania dan Jo kini duduk diruang tamu mengobrol santai.
Mereka berbincang sambil menikmati Serabi Solo buatan Bu Lastri.
Tersedia pilihan kuah durian dan Kuah santan.
Berhubung Kania sedang hamil, ia memilih kuah santan sebagai pelengkapnya.
Sementara Jo dan Daddy menggunakan kuah durian sebagai pelengkap makan serabi.
Dengan wedang jahe sebagai pendamping maka nikmatlah cemilan pada malam itu.
"Sayang, kamu mau buat acara pengajian kapan? Nanti biar Mom dan Ibu yang menyiapkannya." Mommy menanyakan kesediaan Kania.
"Kalau begitu sekalian undang anak-anak rumah singgah Mbak Keysha ya Mom. Biar nanti Kania bilang Mbak Keysha."
"Kalau begitu gimana setelah Kak dan Mbakmu balik saja dari Amerika?"
"Gimana Bu, By?"
"Ibu setuju, biar lengkap semua."
Jo juga tersenyum dan menyetujuinya.
Meskipun Daddy dan Mommy masih bolak - balik ke luar Negeri karena masih mengurus perusahaan diberbagai negara.
Sedangkan Abimanyu sendiri sibuk karena perusahaan masih perlu diperhatikan langsung.
Keysha selain sibuk dengan ketiga jagoan nya yang mulai aktif dan sangat menguras energi, juga mengurus butik-butik Mommy.
Begitupun dengan Jo yang masih sering bolak-balik Solo mengurus Javenir dan juga cabang di luar negeri.
Meskipun sibuk dengan kegiatan masing-masing mereka selalu saling memberikan kabar.
Kania apalagi sering sekali rindu dengan 3 ponakan gantengnya.
Kania dan Jo menonton TV sambil membaringkan tubuh mereka diranjang.
Jo mengusap-usap perut Kania.
Jo dengan telaten memijat Kaki kania yang kini mulai bengkak seiring bulan kehamilan Kania semakin besar.
"By, kaki aku bengkak gini, jelek banget ya." Kania yang melihat perubahan kakinya menjadi lebih besar.
"Aku jelek banget By!" Kania memanyunkan bibirnya.
Jo mencium bibir manyun Kania. Bukan singkat namun ala French Kiss.
"Tapi tetep buat aku makin cinta dan makin gemes. Apalagi yang ini, makin gemes." Tangan Jo yang tidak terkondisi meremas pegunungan Himalaya yang makin membesar.
"Ih, dasar OMES!" Kania menyubit pinggang Jo.
"So sexy honey."
Jo kini berada mengamping pada Kania memeluk dan mencium Kania.
"Sayang mau nengokin Baby nih"
Jo kode keras pada Kania.
"Tapi kata Dokter By..?" Kania ragu takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Aku akan pelan-pelan honey."
Jo mulai beraksi dengan gerakan perlahan dan kelembutan.
Tentu saja Kania tak bisa menolak.
Sentuhan Jo bagaikan nikotin bagi perokok.
Kania menikmati dan mengeluarkan suara-suara yang membuat Jo semakin terbakar panas.
"Baby, sehat terus ya, Papa akan sering jenguk kalian."
Jo mengusap perut Kania setelah tarung bebas berakhir dengan skor 3-0.
"Itu sih maunya Papa ya Baby." Kania mengajak baby diperutnya meminta dukungan.
...****************...