I Love You, Jo!

I Love You, Jo!
Bab 27 Nasi Goreng Kebon Sirih



"Kondisi Bu Kania dan Janin dalam keadaan sehat. Ibu boleh kembali melakukan aktivitas seperti biasa, hanya saja tetap jangan terlalu capek." Dokter menjelaskan kondisi Kania dan Baby.


"Alhamdulillah. Kalau begitu kami permisi." Jo dan Kania meninggalkan ruang pemeriksaan.


Jo mengambil obat dan vitamin di Farmasi.


Sementara Kania sedang berbicara di telpon dengan Lila Sekretarisnya.


"Sayang, aku boleh ya ngantor lagi?" Kania membujuk Jo agar ia bisa ngantor lagi.


"Tapi aku takut kamu terlalu capek dan berbahaya bagi kalian." Jo mengusap perut Kania cemas Kania kelelahan bila balik ngantor.


"Aku akan selalu ingat pesan dokter dan kamu By," Kania meyakinkan.


"Tapi ingat ya, jangan capek-capek. Aku mau kamu pulang lebih awal. No lembur-lembur. Dan makan tepat waktu. Janji." Jo mewanti-wanti Kania.


"Siap Bos!" Kania menggandeng Jo.


Kania dan Jo memilih film yang mau mereka tonton.


Kania mah menonton film horor, sementara Jo bilang nanti Kania akan takut dan jerit-jerit tentu Jo ga mau anak mereka didalam perut kaget.


Akhirnya keduanya memilij film drama, komedi romantis.


Kania meminta Jo membelikan minuman dan popcorn rasa caramel.


Hampir 2 jam keduanya menikmati film tersebut.


Kania mengajak Jo makan malam sebelum pulang.


Kania memilih sushi sebagai makanan malam ini.


Jo pun menuruti kemauan istri tercintanya.


Saat Kania masuk dan memilih duduk di meja yang agak pojok Kania menangkap 2 orang yang Kania kenal.


Jo pun melihat kearah yang sama.


Kania tanpa basa basi memanggil keduanya.


Sontak saja kedua orang tersebut kaget.


"Kalian lagi makan juga?" Kania menyapa Aditya dan Lila sekretaris Kania.


"Ee,, itu bu,, " Lila tergagap bingung menjawab pertanyaan bos nya.


"Iya, Kania, Jo, kalian mau makan? Mari gabung bersama kami." Aditya lebih bisa mengendalikan diri.


Kania yang hendak bergabung, namjn Jo memberikan isyarat kepada Kania untuk duduk ditempat lain.


Kania memahaminya sebagai tanda merka harus pergi dan memilih makanan lain.


"Sayang, ga jadi makan sushi nya?" Jo yang tangannya ditarik Kania keluar dari Sushi Go.


"Loh bukannya tadi kamu kode ke aku buat ninggalin mereka berdua?" Kania mengkonfirmasi.


"Gapapa deh, lagi pula mereka langsung kaget begitu. Mereka pacaran kali ya?" Kania menebak dengan rait wajah penuh kepo maksimal.


"Ya Gpp dong. Sama-sama single kan?" Jo menggandeng tangan Kania.


"Iya gpp juga. Sayang kita makan apa dong?" Kania meminta pendapat Jo?"


"Kalau aku yang pilih paling standar aja Sayang." Jo memang tak banyak memiliki referensi makanan.


Kania berpikir sejenak.


"By, kita makan Nasi Goreng Kebon sirih Yuk!" Kania mengingat salah satu makanan favoritnya.


"Oke."


Keduanya keluar dari Mall dan bergegas ke lokasi penjual Nasi Goreng Kebon Sirih.


Meski tempatnya berada di Kaki Lima, namun soal rasa jangan ditanya lagi.


Antrian mengular dan harus ekstra sabar seakan terbayang saat menyuap Nasi goreng tersebut.


"Enak Sayang!" Kania begitu menikmati Nasi Gorengnya dengan lahap.


Tentu saja Jo senang sekali melihat Kania kembali makan dengan lahap.


"Pelan-pelan sayang, nanti tersedak."


Jo mengingat Kania, takut Kania tersedak.


"Sayang nanti jangan lupa bungkusin ya buat Mommy, Daddy dan Ibu." Kania menggingat orangtua dan mertuanya.


"Iya. aku bakal pesen 3 bungkus untuk bawa pulang." Jo mengabulkan.


"Kok 3 bungkus sayang. 4 bungkus sayang." Kania masih menikmati makanannya sambil menjawab Jo.


"1 lagi buat siapa?" Jo heran.


"Buat Aku."


Kania tanpa dosa menjawab pertanyaan Jo.


Jo tertawa dengan jawaban Kania.


Jo mengacak rambut Kania.


"Itu Baby yang minta By," Kania menggunakan Baby sebagai alasan.


"Iya buat Baby."


Jo hanya tersenyum mengiyakan perkataan Kania.


...****************...


"