
Puas menikmati keindahan mahakaraya Leonardo Da Vinci, Kania kembali dengan ceria mengajak Jo menuju jembatan gembok cinta.
Seolah tak lelah Kania melangkah bersama Jo yang setia menemani istri tercintanya.
Paris memang kota yang romantis.
Salah satu buktinya adalah Gembok Cinta yang menjadi tempat wisata di Paris.
Gembok Cinta yang sangat terkenal berada di jembatan Arts dan jembatan Archevêché.
Gembok cinta ini digantungkan terkunci oleh dua sejoli yang kasmaran.
Tujuannya ialah agar cinta mereka terkunci abadi.
Di gembok yang terpasang, Anda bisa melihat nama yang tertulis, unik memang memercayakan sebuah gembok untuk kelanggengan hubungan percintaan.
Kabarnya, tradisi yang dilakukan oleh penduduk Perancis hingga mancanegara yang datang ke tempat ini mulai membawa masalah bagi jembatan itu sendiri.
Berhubung jembatan kuno Arts dan Archevêché ini sangat dijaga kelestariannya, pemerintah sedang mencari jalan keluarnya untuk memindahkan gembok tersebut.
"Sayang kamu sedang menulis apa?" Kania melihat Jo menulis kata-kata digembok yang mereka beli, mengikuti para pengunjung disana.
"Jo Love Kania, Forever." tulisan Jo pada gembok yang berada ditangannya.
Kania membantu Jo memasang gembok tersebut di jembatan cinta.
Kania melihat gembok-gembok lain yang bertuliskan kata-kata penuh cinta.
"Begitu banyak orang yang memiliki harapan yang sama seperti kita." Tatap Kania kagum melihatnya.
"Karena cinta membuat hidup terasa berwarna, karena cinta juga hatiku selalu berwarna." Jo menempelkan dahinya pada dahi Kania.
"Uh,, sudah pandai gombal kamu By." Kania mencubit pipi Jo.
Kania berlari meminta Jo mengejarnya.
Muda-muda yang bercinta sering lupa bahwa dunis seakan melik berdua.
Begitulah yang kini kedua pengantin baru ini rasakan.
Malam datang, namun kedua masih bersemangat menyusuri keindahan kota paris yang mampu membius dengan segala sejuta pesonanya.
Jo mengajak Kania mengelilingi keindahan Sungai Seine dengan naik kapal pesiar di Sungai Seine.
Selain bisa menikmati pemandangan kota Paris yang eksotik, Kania dan Jo juga bisa menikmati dinner romantis di atas kapal pesiar.
Sambil dinner keduanga menikmati panorama malam hari dari kota yang mendapat sebutan “City of Light” ini.
"Sayang kamu senang?" Jo menyuapi Kania.
"Aku senang By," Kania begitu menikmati setiap momen yang dilaluinya bersama Jo.
"Kapan-kapan kita kembali kesini dengan membawa anak-anak kita sayang." Jo menggenggam tangan Kania mengutarakan harapannya.
"Tentu By, Kita bawa anak-anak kita." Kania mengedipkan matanya.
"Apakah kita harus segera balik ke hotel?" Jo mengedipkan sebelah matanya.
Kania tersenyum mendapatkan kode cinta dari suaminya.
"Sayang kita mampir dulu sebentar ke Place de La Concorde. Pemandangannya bagus saat malam hari." Kania tak sabar segera menggandeng Jo menuju alun-alun kota paris yang ia maksud.
Tempat wisata di Paris yang satu ini merupakan alun-alun yang ada di Kota Paris dan terletak di pusat tengah-tengah kota.
Tempat ini dikelilingi oleh bangunan lain yang juga terkenal di Paris.
Selain itu, di tempat ini juga terdapat air mancur, obelisk Mesir, patung dan juga tiang lampu artistik.
Selain sebagai salah satu tempat wisata terkenal di Paris, Place de la Concorde juga sering menjadi setting lokasi film dan novel di antaranya adalah The Devil Wears Prada, Star Trek, dan novel Tender is the Night karangan F. Scott Fitzgerald, yang juga mengarang novel ‘The Curious Case of Benjamin Button’.
Di utara, dibangun dua gedung dari batu yang indah. Dipisahkan dengan Rue Royale, bangunan ini adalah contoh terbaik untuk arsitektur saat itu.
Awalnya digunakan sebagai kantor pemerintahan, sedangkan bangunan di timur adalah Menteri Angkatan Laut Perancis.
Tak lama setelah dibangun, bangunan yang berada di barat diubah menjadi Hôtel de Crillon yang mewah (masih beroperasi sampai sekarang) di mana Marie Antoinette menghabiskan waktu luangnya dengan bersantai dan belajar memainkan piano.
Saat Perang Dunia II, hotel ini digunakan sebagai markas oleh Tentara Jerman.
...****************...