I Love You, Jo!

I Love You, Jo!
Bab 24 Rahasia



Suasana meeting oagi ini, Lila Sekretaris Kania, Aditya dan sekretarisnya serta beberapa pihak dari kedua perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap masalah yang kini merujuk pada satu nama sebagai penyebabnya.


Albert.


Kesepakatan dilakukan Kania dan tim serta Aditya dengan orang-orang saat ini langsung terbang ke Amerika menuntaskan masalah yang tengah dihadapi.


Sesaat sebelum berangkat Kania mengabari Jo akan keberangkatannya.


Tentu Jo mengizinkan.


"Hati-hati sayang, segera kembali. Aku tak mau kamu sampai terluka." kata-kata yang masih Kania dengar dari Jo sebelum Kania mengakhiri obrolan keduanya.


Jo tak begitu saja melepas kepergian istrinya.


Jo segera menyusul namun tidak mengatakannya kepada Kania.


Jo paham betul sifat Kania yang begitu mandiri.


Selain itu Jo juga sudah mengutus orang-orangnya di Amerika menangani masalah Kania tanpa sepengetahuan Kania.


Jo juga tahu kalau Aditya bersih dari permasalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Albert.


Jo masih menyimpan kebenaran ini sampai Kania sendiri yang mengetahuinya.


Seolah apa yang sudah diatur Jo.


Kania dengan mudah mengetahui akar masalahnya.


Kania diberitahu bahwa Albert sudah berhasil ditemukan dan kini sedang ditangani oleh FBI di Amerika.


Albert nyatanya menjadi buronan karena kejahatan yang dilakukan berskala internasional.


Albert memang sudah menjadi incaran interpol.


Aditya lega karena Kania percaya bahwa dirinya tidak telibat dalam masalah yang dibuat Albert pasa kerjasama mereka.


"Aditya, maaf aku telah berprasangka buruk terhadapmu." Kania mengakui kesalahannya.


"It's ok Kania. semua sudah clear. Maaf aku karena kemarin emosi atas ucapanmu." Aditya mengajak Kania bersalaman.


Keduanyapun berjabat sesaat Jo masuk mendekati keduanya.


"Sayang!"


"Jo!"


"Sebaiknya kita pulang. Tentu kalian semua lelahkan?"


"Sayang Ayo kita pulang, Aku merindukanmu." Jo memeluk Kania didepan semua orang tanpa malu.


Tentu saja Kania menjadi merah merona.


"Lila, Saya akan membawa bossmu, jangan ganggu kami." Jo segera merangkul Kania pamit dari orang-orang disana.


"By tunggu, kau membuatku malu." Kania salah tingkah.


Tentu saja Aditya, Lila dan lainnya menjadi canggung dengan kedua pasangan bucin tersebut.


Kemudian Lila bersama tim Kania lainnya segera balik ke Indonesia.


Kerjasama keduanya membuat Lila dan Aditya sering bertemu.


Aditya yang melihat Lila Jutek, Dingin dan irit bicara membuat penasaran di hati Aditya.


Seperti saat mereka sudah sampai di Bandara Soeta, Lila memisahkan diri dari tim nya lalu beranjak dengan naik taksi meninggalkan bandara.


Aditya dengan dorongan rasa penasarannya kali ini membuntuti Taksi yang dinaiki Lila.


"Kenapa aku jadi kepo begini?"


Aditya menangakan sikapnya sendiri yang mau bersusah payah.


Taksi yang ditumpangi Lila berhenti.


"Lapas? Untuk apa?" Aditya melihat Lila masuk ke Lapss tersebut.


Aditya hendak beranjak pergi namun hatinya tak selaras dengan otaknya.


Aditya bukan orang suci, hingga mudah baginya bisa masuk membuntuti Lila ke dalam lapas.


Tampak dari kejauhan Aditya melihat Lila menemui seorang pria sudah berumur kisaran 50 tahunan.


Aditya memang tidak bisa mendengar apa yang Lila bicarakan dengan pria paruh baya itu.


Sekitar 1 jam Lila meninggalkan Lapas.


Aditya dengan mudah mengetahui informasi mengenai siapa pria yang Lila temui.


Aditya termenung sambil menikmati sebuah minuman ditangannya.


Adityabsegera mengambil jaket kulitnya menuju sebuah club memenuhi undangan kawannya.


"Hai Bro, lama ga kesini?" Kawan Aditya yang sudah menunggu di club tersebut.


Aditya hanya menaikkan alisnya dan menikmati minuman yang ia pesan.


"Lo pasti butuh perempuan kan?"


"Gw udah order LC terbaik disini. Barang baru Bro!"


Aditya tak menanggapi ocehan kawannya yang sudah mabuk.


Aditya memang playboy dan senang main perempuan.


Hatinya tersentuh dengan cinta saat mengenal Kania.


Namun perasaan yang bertepuk sebelah tangan membuat Aditya enggan merasakan jatuh cinta dan berhubungan dengan perempuan mana pun.


"Hai cantik, kemarilah, hibur aku!" Kawan Aditya melihat LC yang masuk segera menyuruh wanita itu duduk disisinya.


Mata Aditya menangkap wanita didepannya. Begitupun sebaliknya.


"Lila!"


"Pak Aditya!"


...****************...