
Suasana di depan ruang IGD
Jo, Daddy, Mommy dan Ibu menunggu dengan harap-harap cemas.
Kania didalam sedang berjuang antara hidup dan mati di dalam Ruang IGD melahirkan buah cintanya bersama Jo.
Kania dilarikan ke RS.
Dokter menjelaskan kondisi Kania bahwa posisi Tali pusat masuk ke serviks.
"Ada kondisi di mana tali pusat bayi masuk melalui serviksĀ (prolapsed cord). Jika itu terjadi, bayi harus segera dilahirkan karena tali tersebut merupakan suplai oksigen bayi satu-satunya. Tanpa asupan oksigen tentu saja nyawa bayi bisa terancam. Operasi caesar harus dilakukan dalam kondisi ini." dr. Yenny menjelaskan pada keluarga tentang kondisi Kania.
"Lakukan yang terbaik dok. Tolong selamatkan Istri dan Anak Saya." Jo dengan keyakinan meski hatinya begitu khawatir terlihat dari raut wajahnya yang begitu cemas.
Keysha dan Abimanyu sampai.
Keysha memeluk Mommy dan Ibu berusaha menenangkan kedua orang tuanya.
"Kita Doa Mom, Bule, Kania dan Baby pasti selamat dan sehat. Kania dan Baby pasti kuat." Keysha memeluk dan mengusap tangan kedua ibunya.
Abimanyu dan Daddy menenangkan Jo yang tampak rapuh, sedih dan terlihat sangat khawatir dengan kondisi Kania.
Ketegangan begitu terasa di depan ruang IGD.
Jam bergerak terasa begitu lama.
Semakin lama semakin tegang.
Mommy dan Ibu kini sudah menangis.
Pikiran keduanya menjadi tidak karuan.
Daddy menghampiri Mommy menenangkan istrinya.
"Mom, jangan nangis Sayang, kita doakan Kania dan cucu kita selamat dan sehat." Daddy memeluk Mommy yang begitu sedih tak berhenti menangis.
"Bu, kita sama-sama berdoa, Kania dan Baby akan selamat, sehat." Jo meski airmatanya tak lagi mampu terbendung berusaha menenangkan Bule Lastri yang menangis dalam pelukan putranya.
Sementara Abimanyu memeluk Keysha yang begitu khawatir dengan kondisi Kania.
Dada Abimanyu sampai basah karena airmata Keysha.
"Sayang, jangan nangis dong. Kania dan Keponakan kita pasti kuat. Mereka pasti selamat. Sehat." Abimanyu mengusap punggung Keysha yang kini terisak dalam dekapan Abimanyu.
Selama 3 Jam mengunggu akhirnya dr. Yenny keluar dari ruang IGD.
"Semua serempak menghampiri dokter dan menanyakan pertanyaan yang sama.
"Alhamdulillah Pak, Bu, Ibu Kania dan Kedua putrinya, selamat. Kondisi Bu Kania masih dalam pengaruh Anestesi. Kami akan memindahkan Bu Kania dan Baby Twins ke ruang perawatan." Dokter kembali masuk dalam ruang IGD.
Semua menyucap syukur dengan perasaan lega mendengar kondisi Kania dan Baby Twins.
Jo seketika sujud syukur.
Berterima kasih kepada Allah SWT Kania dan Kedua putrinya selamat dan sehat tanpa kurang satu apapun.
Abimanyu dan Daddy memeluk Jo, sebagai tanda bahagia.
Tak henti-henti rasa syukur diucapkan Mommy dan Ibu.
Keysha memeluk Bule Lastri dengan keharuan yang tak terkira.
Kania yanh kini terbaring di ruang rawat masih lemas dan pucat.
Jo mengadzani kedua putri cantiknya.
Betapa bahagia Kania melihat pemandangan itu.
Tak terasa Kania meneteskan airmatanya.
"Jo sudahkah kamu menyiapkan nama?" Daddy bertanya sambil mengusap kepala kedua cucunya.
Jo dan Kania saling menatap. Daddy, Mommy, Ibu tampak bingung dengan situasi tersebut.
Kania tampak mengerti maksud dari Jo, Kania menggangguk dan Jo memahami maksud Kania.
Jo mendekat kepada Daddy, Jo menggenggam tangan Daddy.
Daddy tentu saja bingung dibuatnya.
"Jo, Kania ada apa Nak, katakan pada Daddy." Tampak cemas raut wajah Daddy melihat kepada Kania dan Jo.
"Dad, sebelum Jo minta maaf. Jo dan Kania mau meminta izin kepada Daddy dan Mommy. Namun jika memang Daddy tidak mengizinkan Kania dan Jo tidak apa-apa Dad, Mom." Jo berbicara dengan nada suara begitu tenang.
Mommy mendekat pada Kania dan Jo juga Daddy.
"Katakan Jo, Kania ada apa?" Mommy kini menjadi tegang apa yang hendak Jo dan Kania katakan.
Sementara Keysha dan Abimanyu juga saling menggenggam takut sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Dad, Mom, Jo dan Kania mau meminta izin, kami ingin menggunakan nama Daddy sebagai nama belakang Baby Twins."
"Iya Dad, Kania dan Jo meminta izin kepada Daddy dan Mommy, namun..." Kania menambahkan namun kata-katanya terhenti seiring dengan Pelukan Daddy pada Kania dan Jo.
Daddy terharu mendengar kata-kata Jo dan Kania.
"Putriki Sayang, Putraku, Tak perlu meminta izin Nak, Kalian Anak-Anak Daddy dan Mommy, Apapun itu. Daddy dan Mommy akan sangat berterima kasih kepada kalian karena kalian mau terus menggingat kami sebagai orang tua dan Granpa Granma bagi cucu-cucu Kami." Daddy menangis sejadinya memeluk Kania dan Jo.
Mommy tak kuasa menahan kebahagiaannya. Memeluk ketiganya.
"Terima kasih Dad, Mom, Terima kasih banyak." Kania dan Jo tampak berderai airmata atas kebaikan Daddy dan Mommy.
Keysha, Abimanyu dan Ibu tentu menangis melihat pemandangan keempat orang tersebut.
"Jadi siapa nama cucu-cucu cantik Granpa ini?" Daddy menggendong kedua cucunya.
Jangan tanyakan kok muat, Daddy itu Bule tinggi besar. Jadi mudah bagi Daddy menggendong kedua cucu-cucunya.
Kanaya Satria Nugraha
Kanara Satria Nugraha
"Hai Cantik, Kanaya, Kanara, ini Granma." Mommy menyapa kedua cucu cantiknya.
"Naya, Nara, Cantiknya Uti." Bu Lastri bahagia.
"Uluh,Uluh, Mau sama Mommy Key ya, Sayang." Keysha begitu senang melihat kedua keponakan cantiknya.
"Wah princess cantik Daddy ya." Abimanyu memilih dipanggil Daddy oleh keponakannya agar sama dengan 3 jagoannya.
Kania dan Jo begitu bahagia melihat kedua putri cantik mereka.
...****************...