
Setibanya di stasiun manggarai tio mengantri di loket pembelian karcis. Ramainya stasiun manggarai mempengaruhi rasa penatnya selama ini,bagaimana penumpang berbicara dan hadirnya anak-anak bersama ibunya,terlihat beberapa novel dibaca oleh siswi-siswi smp didalam rangkaian,kebisingan yang akan terus terdengar oleh author untuk terus bekarya.
Tio tidak mengetahui bagaimana menggeneralisasikan cerita yang tengah dibuatnya,karena deni tidak ikut ke sumatera,lautan yang memisahkan terasa jauh dalam benaknya. Butiran-butiran air hujan menetes dibalik kaca jendela commuter,terdengar lembut
Tio yang tengah asik tertidur karena rasa lelah mental yang dirasakan selama empat belas hari belakangan ini,obrolan penumpang tidak lagi menarik baginya untuk didengar,otot-otot urat dilengannya tidak lagi keras,dimana lagi selain bisa beristirahat selama satu jam.
"Apa yang akan kubeli untuk mamah?"bathinnya berkata, kedua telunjuk tangannya mengucek kantung matanya. Rasa pegal sedikit hilang saat tubuhnya ditegakkan.lantai didalam rangkaian terlihat basah,karena banyaknya penumpang yang keluar masuk pintu rangkaian,untung tio bergegas duduk saat masuk,meskipun harus berebut dengan penumpang lainnya.
Suara pintu bergeser terdengar akrab ditelinga,sahutan antar penumpang memecah kebosanan tio yang tengah menuju stasiun bogor. Sampai akhirnya masinis mengumumkan commuterline telah tiba distasiun akhir,stasiun bogor yang suaranya terdengar disetiap rangkaian.
Tio bergegas melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rangkaian. Langkah kakinya membawanya duduk dipintu depan angkutan umum,kebetulan tio adalah penumpang terakhir yang mengisi bangku kosong. Tiga puluh menit berlalu,tio sudah tiba dirumah,beberapa pakaian ganti sudah berjejer di atas tempat tidurnya.
Tanpa berlama-lama pakaian ganti tersebut dimasukkan kedalam tas travelingnya. "Gimana,mah?"ucap tio sembari menunjukkan pakaian yang baru dikenakannya. "Pas,kaosnya cocok dipakai kamu,disana kamu semakin kurus,"jawab mamah tio.
"Makanan disana sama enaknya mah,tapi tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan,sekarang tio dimutasi ke sumatera,kerjaan disana enggak seberat di jakarta,jadi tio bisa gemukin badan lagi,"tukasnya sembari mencium tangan mamahnya.
Motor bebek keluaran tahun 2009,didorong mundur kebelakang,tombol starter ditekannya diiringi suara lembut yang terdengar. Selama empat belas hari motor bebek kesayangannya ini dirawat oleh papahnya terasa dari getaran dan suara mesin. "Ngeengeeng,"gitu bunyinya.
Tio melaju kencang menuju kota bandung dengan motor bebeknya.
Empat jam berlalu,dengan cerita yang sama disetiap perjalanan,sampai akhirnya tio tiba di gerbang masuk,tio bergegas melangkah menuju gedung A dan menemui bagian personalia,
Tio disambut Ibu alisa diruangannya,ruangan yang nyaman terlihat dinding disekelilingnya tertutupi kaca tebal bewarna putih bening,apabila dilihat dari luar terdapat tirai yang menutupi,ibu alisa menceritakan banyak hal apa yang akan dilakukan setibanya di Pekanbaru.
Pada saat itu,tio mendengarkan dengan pandangan terbuka dan perhatian adalah sangat membantu untuk memulai memahami pandangannya dan tanggapan atas dirinya sendiri dan pengaruh dari lingkungan pada pengembangannya,Selama tahap ini,yang sama pentingnya adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan,Manager Operasional.
"Pak Tio,akan pergi sendiri dengan jadwal penerbangan malam ini,biasanya kalau sudah tiba dilokasi,ada waktu tiga hari ditemani Staf Senior disana,setelah tiga hari Staf senior dan pak tio akan serah terima jabatan dan surat serah terima jabatannya bisa di faxkan kesaya,"kata ibu alisa.
"Tiket pesawat Jakarta-Pekanbaru untuk penerbangan malam ini,"kata perempuan yang mengenakan hijab. "Pak tio,dua jam sebelum pemberangkatan harus sudah tiba disana"kata perempuan yang baru kutahu namanya Nei. "Baik bu,hem ada yang mau saya tanyakan lagi,apakah ada biaya lain saat dibandara?"tanya tio "Saya belum pernah ke bandara dan naik pesawat!"tanya tio lagi.
"Pertama naik pesawat,ya!"tanya Ibu Nei ramah. "Iya bu,seumur-umur belum pernah lihat bandara apalagi naik pesawat,"jawab tio polos. "Setahu saya ada biaya Boarding Pass dan jumlahnya saya tidak tahu,"kata ibu nei,"Nanti malam Pak tio akan lihat bandara,dan saya pesankan tiket dengan nomor kursi dimana pak tio tidak akan tidur selama penerbangan,"kata ibu nei lagi sembari keluar dan menutup pintu.
Terlihat ibu nei berjalan menuju kursi kerjanya. Ia berjalan dengan sepatu warna hitam dengan ukuran kaki yang berbeda beberapa nomor dengan tio,bisa ditebak tinggi tubuh sekitar 160 cm dengan berat ideal berwajah bulat dengan kedua bibir tipis merekah,"Perempuan dikota ini terkenal akan kecantikannya,"bathin tio berkata pada dirinya sendiri.
"Tapi,kenyataannnya aku dimutasi ke sumatera,semoga perempuan disana seramah perempuan dikota ini,"bathin tio lagi. Meja kerja yang diatasnya terdapat tumpukan berkas-berkas yang tersusun rapih. Sering tio tidak merasa kekurangan informasi hingga kemudian,ketika tio memikirkan kembali kesesi pertanyaan tadi dan bepikir,"Oh,ngomong-ngomong,apakah dia sudah bekeluarga?"
Maksudnya,banyaknya karyawan yang terlihat cantik dan seksi melewati dikedua pandangannya,terbesit dalam pikirannya untuk membeli thumbler tambahan disepedahnya,"bathin tio berkata menatap dengan tatapan yang tidak bisa menyembunyikan rasa lelah pada raut wajahnya.
"Pak Tio selalu melihat Ibu Nei? Sepertinya keramahannya membuat Pak tio kagum,atau sekedar menghilangkan rasa penat selama empat belas hari bekerja di gudang,"ungkap ibu alisa pada tio,"Bukan penat,"tio mengelak,"Mungkin iya,rasa penat,disini karena banyak orang yang membawa berkas dan saya digudang membawa sparepart dan perbedaan budaya,membuat seperti ingin meredup sebentar,"jawab tio tanpa ragu.
Setelah mendapat perintah untuk menggantikan posisi staf senior,saya merasa akan memiliki waktu untuk diri sendiri,dan hampir sering saya dengar waktu dengan membawa ponsel dan list data,"kata tio,"Saya pikir itu sebuah guyonan,konsekuensi kerja dan tingginya orderan harus selalu terkoneksi dengan kedua modul itu,"kata tio menambahkan.
Tio dapat mulai menilai. Apakah akan sulit untuk bekerja dalam tekanan orderan yang tinggi,jujur bagi tio akan sangat sulit terlebih lagi dengan orderan yang akan masuk melalui mesin faxnya,pada jam tidur,jam istirahat,tertarik untuk dimutasi karena perusahaan menginginkannya,Apakah tio tertarik untuk mengerjakannya sendiri?
Apakah tio disini karena orang lain menginginkannya? Seberapa mendalam tio mungkin bersamanya untuk menantang sistem keyakinannya? Sesi ini sering merupakan yang paling menantang bagi tio,karena biasanya tio harus menghadapi jika kisahnya tampak kurang dapat dipercaya atau kurangnya kejujuran terhadap dirinya sendiri.
Apa yang mereka tanggapi,apa yang mereka lakukan,apa yang mereka hindari? Tantangan dan konfrontasi biasanya yang terbesar di saat ini. Seberapa sering tio memiliki pengalaman dengan orang lain yang mendengarkan dengan fokus total terhadap pekerjaan,tanpa tujuan lain selain mendengarkan dan mencerminkan kembali apa yang telah dialami?
Bahkan ketika tio sedang sendiri dan mendengarkan pikiran-pikirannya sendiri atau berpikir tentang keadaan kita,tio tetap sedang mempergunakan sistem sarafnya sendiri untuk memprosesnya.
Pada hubungan kerja,tio disaksikan dan didengar oleh orang lain,dengan sistem yang kuat dan pengalaman hidup berbeda,yang berada disana hanya untuk mendukung perkembangannya. Benar-benar satu hubungan yang bersih,tidak terkekang oleh sampah emosional atau penahanan diri. Bagaimanapun juga,kesangatnetralan ini,yang sering dilukiskan.