Homeless Need a Job

Homeless Need a Job
Keping Duabelas



Cabin Crew tengah memberikan informasi atau pengumuman saat penerbangan dipesawat. Kata-kata yang diucapkan oleh Cabin Crew sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang.


Lalu diikuti dengan Safety Demontration yang dilakukan Cabin Crew. Tio dengan seksama memperhatikan,berbeda dengan lelaki yang duduk disebelahnya,lelaki yang terdiam terlihat terus menghirup udara,sepertinya tekanan udara didalam kabin menipis.


Amannya, jangan gugup dan takut selama berada di pesawat,meskipun sudah melewati proses lepas landas dan mendarat.


Penerbangan yang memakan waktu dua jam dengan kondisi cuaca hujan,membuat goncangan pada badan pesawat,goncangan ini mengingatkan tio pada filem supranatural yang menceritakan terjadinya guncangan disertai pecahnya kaca jendela dan menyebabkan pesawat meledak.


Cukup beralasan lelaki yang duduk disampingnya ini terus menunjukkan wajah ketakutan,"jangan-jangan,lelaki ini bisa mengetahui apa yang akan terjadi selama perjalan,"bathin tio berkata pada dirinya sendiri,"Mungkin karena aku merasa lelah,"bathinnya lagi berkata.


"Aku akan baik-baik aja,yang jelas penerbangan ini akan kulewati,ingin sekali memejamkan mata,tapi lelaki disampingku ini,wajahnya terlihat pucat,ketakutannya kini beralasan,kata-kata manis dan resiko yang diterima tidak sebanding,"bathin tio menikmati guncangan dikursi duduknya.


Terlihat beberapa penumpang yang berada didekatnya mengekspresikan kecemasan yang sama. Tio mengambil thumbler minumannya dan meneguknya pelan-pelan diiringi guncangan membuat kedua bibir tebalnya mencucuk lingkaran thumbler minumannya. Tidak lama berselang.


Terlihat cahaya kemerahan menyinari jendela,awan hitam yang membawa hujan telah dilewati pesawat yang tio tumpangi. Terdengar pengumuman dari pilot di kokpit,rasa cemas mulai reda disaat pilot memberitahukan bahwa sebentar lagi pesawat akan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II.


Setelah pesawat mendarat. Penumpang beranjak diri dan berjalan menuju pintu keluar. Desiran angin berhembus lembut menerpa wajah,tio menuruni tangga dan berjalan mengikuti penumpang lain menuju pintu masuk bandara.


Tio meletakkan tas dan barang bawaannya seperti telepon genggam, ikat pinggang, jam tangan,ke dalam kotak yang telah disediakan bandara.


Tidak perlu tergesa-gesa, tetap tenang ketika meletakkan barang agar tidakjatuh. Jangan lupa untuk mengambilnya kembali ketika selesai pengecekan.,suka lupa!


Setelah melewati pemeriksaan tas,tio berjalan menuju pintu keluar bandara dan seorang petugas bandara memintanya untuk berhenti. "Permisi pak,saya periksa kembali barang bawaan anda?"kata petugas bandara,dipergelangan kirinya memegang alat pendeteksi,alat pendeteksi menyapu pelan tas traveling,tidak berbunyi!


"iya,silahkan pak,"jawab tio. "Ok,silahkan pak,selamat datang di Bandara Sultan Syarif Kasim II,"sambut petugas bandara,"Terimakasih pak,saya sudah datang,"jawab tio sambil tersenyum.


Setelah berada di ruangan tempat menunggu penumpang dibandara,tio disambut dua lelaki yang wajahnya khas kota kembang Bandung. Lelaki beperawakan athletik yang mengenakan kaos berwarna putih darang menghampirinya. "Kang tio? Dari Warehouse Jakarta?"tanyanya yang sepertinya sudah terbiasa menjemput staf dari divisi lain yang datang dari Bandung.


"Iya betuk,saya tio dari Warehouse Jakarta,dengan kang Arga ya?"jawab tio sembari memastikan. Pemuda yang kini berada dihadapannya memegang ponsel yang sepertinya terhunung dengan Call Center di Jakarta,tentu saja dengan sangat mudah pemuda ini mengenalinya.


"iya kang saya Arga,selamat datang di Pekanbaru,"sambutnya sembari merentangkan tangannya untuk berjabat tangan,dengan cepat tangan tio menyambut untuk berjabat tangan. "Kita bisa pulang kerumah,sekarang?ada staf dari Bandung yang juga tengah ditugasi di kota ini!"terang arga sembari berjalan dan tio mengikutinya dibelakang.


Kami berempat berjalan menuju lahan parkir mobil di Bandara Sultan Syarif Kasim II,parkiran mobil tidak begitu jauh. Tio disambut dengan rintikan hujan. Pintu samping penumpang dengan bergegas tio masuk dan membuka jaket yang dikenakannya.


Mobil avanza bergerak keluar parkiran menuju rumah yang ditempati Staf Gudang yang ditugaskan di Pekanbaru. Air hujan menutupi kaca jendela samping,gedung-gedung yang berasitektur khas melayu,memuaskan mata pemuda yang baru tiba dinegeri lancang kuning yang tengah diguyur hujan.


"Bisa bahasa sunda atau bahasa indonesia?"tanya Kang Arga lagi. "Ini pertama kalinya saya ke negeri lancang kuning,indah sekali,sambutan dan gairah kerjanya luar biasa,"jelas tio sembari membuka kaca jendela samping.


"Selama empat belas hari saya berada di gudang saat di commuter line dan di cabin pesawat saya merasa,wah suasana kerja yang jam kerjanya dihitung akan berbeda,saya sangat lelah mengangkat sparepart yang berat,dan doa saya dikabulkan dengan dimutasinya saya ke negeri lancang kuning ini,"terang tio menambahkan.


"Orang-orang dikota ini jam kerjanya sama dengan di jakarta,banyak perantau dari luar kota dan luar pulau dan banyak orang bandung yang dimutasi ke kota ini,kang tio enggak akan bosan kerja disini,"kata kang Arga yang terlihat tidak sabar ingin kembali ke kota kembang.


"Iya kang,saya semakin yakin kalau saya bisa bekerja disini dengan kesibukan yang sudah saya tahu sejak saya ditempatkan di pemeriksaan sparepart rusak,"kata tio sembari mendengarkan senandung lagu pop yang terdengar.


Mobil avanza berbelok ke kiri memasuki jalan bertanah dan digenangi air,didepan terlihat dua rumah bercat hijau yang oekarangannya dipenuhi rerumputan yang rindang. Mobil avanza yang ditumpangi tio berhenti dibelakang mobil avanza berwarna hitam.


Tio bergegas turun karena hujan semakin deras. Tanah yang digenangi air semata kaki dipijaknya dengan cepat,benar-benar lingkungan yang berbeda setelah masuk kedalam rumah,tio disambut staf dari divisi lain.


Mereka tengah sibuk dengan kerjaannya. Betul-betul berbeda,mereka tidak membutuhkan saya untuk membantu mereka,saya tidak perlu seahli mereka,saya hanya staf warehouse yang ditugaskan di negeri lancang kuning,konflik!


Setiap orang yang tio lihat memiliki keahlian dalam komputerisasi,cara mereka mengecek dengan aplikasi yang belum tio lihat sebelumnya. Tio diperkenalkan oleh Kang Arga rekan-rekan dari divisi yang tengah bertugas dan menetap dirumah.


Dan rekan-rekan ini sudah selesai bertugas,dalam tiga hari kedepan rekan-rekan dari kota kembang ini akan kembali ke bandung. "Nanti kang tio sendirian.


Kami pulang semua,enak kang dirumah ini,fasilitas lengkap dan ke bandara tidak jauh,kalau orderan modul dikirim dari kota medan pesawat terlihat melintas diatas rumah,kang tio tinggal ambil modulnya di bandara,"terang Kang arga dengan mudah menjelaskan transportasi logistik yang biasa digunakan di negeri lancang kuning ini.


Tio melihat ruang tamu yang muat untuk satu sofa panjang dan tiga kursi,diruang tengah terdapat satu meja kerja yang dipenuhi tumpukan file inventory,ruangan yang dipenuhi sparepart beralaskan pallet,suara tv di kamar tidur tersengar jelas tv dengan cermin yang besar menempel pada dinding kamar,satu tempat tidur yang sepreinya belum dicuci.


"Saya ke kamar mandi dulu,kang? Sekalian mau!"kata tio sembari berjalan cepat,"Belok kiri,"terdengar sahutan dari belakang. Langkah kakinya melangkah cepat kebelakang rumah,terlihat sebuah sumur untuk menyedot air dan kamar mandi disamping kirinya.


Pintu belakang berada disamping kanan rumah,dapur yang luas bisa untuk parkir motor.


Tio harus mampu memelihara energinya menjaganya agar tetap bersemangat dan berpengaruh---Bahkan jika itu mengganggu,baik dikondisi rumah dan gudang saat ini.


Tio harus belajar bagaimana mengatur diri sendiri ketika dalam keadaan kelelahan dari perjalanan panjang. Para psikolog,ahli gizi dapat memberikan saran bagaimana memeliharab aspek dari dorongan ini.


Lalu,sampai mana kita...