
Suara penyiuk yang mengambil air terdengar seiring siraman pada tubuh,sabun Z** tergeletak begitu saja setelah pintu kamar mandi terbuka. "Air disore hari mandi diatas jam 15.00 tidak sehat,"bathin tio yang sudah melingkarkan handuknya dipinggang.
Tubuh pemuda yang masih kuat kalau diberikan beban dikedua pundaknya menjadi Shock Absorber perusahaan. "Ya tuhan berikanlah pundak yang kuat padaku sebagai peredam perusahaan,"doanya setelah becermin,yang konon katanya doa mampu mengabulkan permohonan bagi siapa saja yang memanjatkannya. "Harum bener,kang sabun brand Z** ya? Saya suka aromanya,dirumah saya pakai sabun brand Ayam jago,terpaksa saya gunakan sabun batangan sialan itu,konflik! Tio tertawa sambil memperlihatkan giginya.
"Enggak ada orang,mereka pada kemana?"tanya tio sembari menyisir rambut hitamnya. "Nyari makan,makan malam diluar,entar mereka juga balik bawa makan malam untuk kang tio dan saya,"jawab staf yang sepertinya jiwa tuanya mempengaruhi lawan bicaranya.
Tio berjalan menuju tas travelingnya untuk mengambil laptop. Wahana yang tio miliki untuk mencapai mimpinya,dengan sebutan Author dari penerbit dan editor yang akan mengenalnya,
"Kang,saya kehalaman depan rumah,kelihatannya diatas banyak bintang,"kata tio sembari berjalan kearah pintu,terlihat dibawah pintu terdapat bata yang disement,entah untuk apa pembatas ini,mungkin karena rerumputan liar mengelilingi rumah ini memungkinkan ular atau kalajengking bisa masuk kedalam rumah,tanpa mengabaikan itu semua tio duduk di teras depan.
Didepannya hanya lahan kosong yang dipenuhi rerumputan terlihat beberapa rumah yang terpisah jauh,jalanan yang dilalui mobil yang mengantarkannya,terlihat menggenang,sandal ataupun sepatu tentunya kalau melewati jalan berlumpur itu akan penuh lumpur.
"Banyak bintang bertaburan diatas,langit dipenuhi lautan bintang,ah tidak jangan terlalu puitis cerita yang tengahku ketik harus sesuai permintaan pasar,"bathinnya berkata pada dirinya sendiri.
Kesepuluh jemari tangan tio mulai mengetik,tidak berawal dari huruf A lalu diikuti huruf B,ini sebuah kebisingan yang akan dibaca orang,tio tengah berlatih menulis dalam sekali duduk,tetapi dengan kegelisahannya 4000 kata dapat ditulisnya dengan mantap,empat belas hari tio tidak memiliki pacar?
"Empat belas hari mencari kekasih di negeri lancang kuning,"bathin tio melanjutkan,sebuah bentuk cerpen yang ingin sekali ditulisnya.
"Bukan bayangan kupu-kupu tetapi bayangan bidadari,bukan yang dulunya pernah dipuja,tetapi akan dipuja,kebisingan sayap lebah terdengar melewati,dimalam.hari? Tidak ada yang seperti itu!"bathinnya berkata sambil tertawa terbahak-bahak.
Tidak lama berselang,salah satu staf dari divisi lain datang menghampiri "Kopi kang tio? Saya bawakan juga kemplang yang kami beli di kota Palembang,"katanya,secangkir kopi dan alasnya tio ambil dari nampan yang dipenuhi kemplang.
"Terimakasih kang,aroma kopinya akrab terendus dihidung,ini kopi lampung ya,"seru tio sembari menyeruput pelan kopi hitam yang terasa kental dilidah,
"Betul sekali kang kopi yang akang tadi minum dari lampung,sebelum kami ke Palembang kami sempat bertugas di Bandar Lampung,"jawabnya sembari menutup pintu rumah agar tidak ada nyamuk yang masuk.
"BandarLampung,Palembang,Pekanbaru,asikya kang bisa keliling Sumatera!"ungkap tio sembari mengambil kemplang dan menggigitnya dengan pelan,'Kopi lampung dan kemplang,luar biasa,"terang tio. "Kang tio betah disini?
Pertama kalinya merantau?"tanyanya sembari menggigit kemplang yang dibawanya. "Saya belum bisa mengatakan betah,barusan saya menulis cerpen judulnya empat belas hari mencari kekasih di negeri lancang kuning,"terang tio sembari melihat pada kata yang sudah melebihi 850 kata,satu jam untuk 1000 kata masuk akal juga,"gumamnya lagi.
Terlihat sejauh mata memandang dipertigaan jalan,sinar mobil menembakkan cahayanya kearah rumah,lampu jarak jauh yang membuat kelopak mata silau,mobil itu bergerak mendekat,mobil yang menjemput tio di Bandara Sultan Syarif Kasim II,mobil berhenti disamping rumah yang dibatasi selokan kecil. Arga dan tiga orang rekannya keluar terlihat membawa nasi bungkus untuk makan malam.
"Angin itu makhluk hidup,aku mengendus ikan bakar dan banyak kuah kental dibungkusan itu,"bisik tio. "Maaf nunggu lama kang,saya bawa ini,"kata kang arga sambil menunjukkan plastik berisi nasi bungkus dan terlihat banyak sekali lalapan seperti salada yang bisa dikunyah dimulutnya,"Ditambul juga bisa!"celetuk tio pada bathinnya.
Tio mengikuti kang arga masuk kerumah,getaran diperut harus dipentingkan sebagai indikator kehidupan alami. "Duduk dilantai dan menunggu kang Arga bawa piring dan gelas,"seru tio yang ingin lebih dekat karena hari kebersamaan mereka akan berakhir.
Seorang rekan membawa tumpukan piring yang menempel didadanya. Hari pertama makan malam bersama dua staf warehouse dan empat rekan dari divisi lain yang tengah bertugas di negeri lancang kuning.
Azan subuh terdengar dan membangunkan seisi rumah,terdengar Kang arga tengah berbicara di telepon,beberapa detik kemudian terdengar suara yang asing ditelinga,tio beranjak bangkit dan menggerak-gerakkan tubuhnya,terlihat selembar kertas keluar dan jatuh kelantai diikuti selembar kertas yang perlahan-lahan keluar dari sebuah mesin yang bernama faximille.
Tio mengambil dua lembaran yang sudah jatuh kelantai dan membacanya dengan seksama. "Sparepart dikirim dari Bandar Lampung dan Palembang,"kata tio pelan.
Terdengar kang arga membicarakan transportasi yang akan digunakan dalam pengiriman sparepart,"Baik kang,siap. Travel ya,nanti infokan lagi kesaya,Palembang enggak mungkin dengan pesawat,pasti ke cengkareng dulu,mungkin sama lewat travel,"jawab arga yang hapal waktu pengiriman dan pengantaran wilayah sumatera.
Telepon ditutup,lembaran form ditulisnya sebagai orderan dan menunggu besok sore untuk diambil di travel,"Sangat mudah dan tidak pusing,karena terbiasa orderan jam segini,"kata kang arga sembari melihat jam yang menempel didinding.
Satu sparepart dengan type ini,ada di gudang,kita bisa antar sebentar lagi,"serunya sembari menelpon enginer selular yang mengordernya. "Selamat pagi pak,saya Arga,satu sparepart saya kirim sekarang karena ada di gudang,baik pak saya antar satu dulu ya,"terang kang arga.
"Siap-siap kang tio,selesai mandi kita langsung antar modulnya,"kata kang arga sembari bergegas kekamar mandi.
"Sudah selesai,belum?"tanya kang arga sembari mencocokkan Serial Number pada modul. "Sudah selesai,kita pergi sekarang?"tanya tio.
"Yang akan pergi kekantor operator seluler kang tio,bukan saya,saya sudah menelpon ojek motor yang bisa membantu dalam pengantaran,"terang kang arga. Tidak lama kemudian terlihat motor bebek bergerak menghampiri tio dan arga.
"Pak Andy,ini pak tio yang akan menggantikan posisi saya,kang ini pak andy yang biasanya membantu pengiriman,"terang kang arga pada tio. "Salam kenal pak,saya tio dari warehouse jakarta,"sambutnya sembari mempersiapkan diri untuk memulai pengantaran pertamanya.