Homeless Need a Job

Homeless Need a Job
Keping Empatbelas



Tidak lama kemudian terlihat motor bebek bergerak menghampiri Tio dan Arga. "Pak Andi,ini Pak Tio yang akan menggantikan posisi saya,kang ini Pak Andi yang biasanya membantu pengiriman,"terang Kang Arga pada Tio. "Salam kenal Pak,saya Tio dari Warehouse Jakarta,"sambutnya sembari mempersiapkan diri untuk memulai pengantaran pertamanya.


"Jangan panggil bapak,panggil abang aja,Bang Andi biar terasa akrab,"serunya sembari bersiap-siap. "Kita bisa berangkat sekarang?"tanya Bang Andi "Bisa Bang saya sudah siap!"Kata Tio kedua kakinya menahan goncangan agar motor tidak miring kekiri.


Tio yang sudah duduk dibelakang menunggu Bang Andi yang menerima telepon di ponselnya. Selama perjalanan menuju kantor operator seluler, Bang Andi menceritakan kesehariannya menajadi ojek pangkalan."Motor abang siap hantar dari pagi sampai malam,pokoknya Tio tunggu aja,"terang Bang Andi. "Baik bang,saya akan hubungi,"jawab Tio sembari memegang jaket yang dikenakannya saat laju motornya bergerak narik.


Kecepatan motor bebeknya semakin mantap saat melewati perempatan dilampu merah karena jalan yang sepi,terlihat tower BTS dibelakang salah satu ruko,kantor MSC yang dihimpit beberapa ruko.


Motor berbelok kekanan dan meluncur masuk didepan pintu kantor operator. "Pintu masuknya didepan,"kata Bang Andi pada tio. Tio bergegas melepas half helmetnya dan membuka pintu. "Selamat pagi,"sambut Pak Satpam yang tengah duduk dibelakang meja,"Selamat pagi pak,"jawab tio sembari melepaskan tas laptop dipunggung,Tio mengeluarkan sparepart dari tas.


"Modul untuk Pak Dhika,"kata Tio sembari meletakkan dus berbentuk persegi empat. Mohon tandatangannya,disini,"kata Tio sembari menunjukkan. "Sudah ditandatangan,"seru Tio dan menyerahkan sparepart itu.


Tio menyobek salah-satu lembaran file untuk diselipkan didalam dus yang berisikan sparepart yang dilapisi Bubble warp berwarna putih dan lembaran yang lain Tio masukkan kedalam tas laptopnya. "Pak Arga enggak ikut antar?"tanya Pak Satpam,"Tidak ikut Pak,saya Staff pengganti Pak Arga kedepan,"jawab tio.


"Oh,Pak Arga resign dari warehouse?"tanya Pak Satpam lagi. "Iya pak,dua hari lagi Pak Arga dan beberapa staf akan kembali ke Bandung,"jawab Tio sembari mendorong pintu yang terbuat dari besi. "Saya pamit pak,"kata Tio. "Baik pak Tio,saya akan serahkan Sparepart ini pada Pak Dhika,"serunya.


Mari pak saya pulang dulu,"kata Tio sambil memasukkan map map file kedalam tas. Setelah tiba diluar kantor. Tio melihat lahan parkir begitu luas. "Sudah ketemu enginernya didalam?"tanya Bang Andi.


Tio berjalan mendekat,"Tidak,tadi saya sudah telepon Pak Dhika,"jawab tio yang kedua telapak kakinya sudah menginjak footstep. Motorpun kembali melaju menuju rumah.


"Terimakasih Bang,"kata Tio sembari memberi dua lembar uang Rp. 10.000. "Terimakasih,nanti telepon Bang Andi aja kalau ada orderan lagi,"ujarnya sembari memasukkan dompet kebelakang celana jeansnya.


"Bang Andi pergi dulu,"serunya tio memandang sampai motor yang dikemudikan Bang Andi berbelok hilang dari kedua matanya. Tio kembali masuk kedalam rumah,map file dikeluarkannya untuk diarsipkan. Terdengar suara Kang Arga,"Gimana,mudahkan!"Katanya sembari melihat lembaran kertas yang sudah ditandatangani oleh Pak Satpam yang menerima sparepartnya.


Kang arga memastikan dan mengenal nama penerima yang tertera. "Satu hari lagi saya akan pulang,semoga Kang Tio betah disini,Kang Tio sudah bisa mendata sparepart masuk dan keluar lalu semua operasional untuk antar dan ambil sparepart harus ada kwitansinya dan dicatat dalam biaya operasional,laporan mingguan dan perawatan rumah bisa dimasukkan dalam operasional,"terangnya.


"Enak ikannya,harganya juga terjangkau untuk perantau,"kata tio yang masih mengunyah pelan,duri-duri ikan kembung yang kecil dipisahkannya,sepuluh jari manisnya semakin lihai menyobek daging ikan kembung yang dimakannya.


"Dimana lagi makanan yang enak selain memakan ikan kembung bakar ini? Sewaktu saya dibogor saya makan ayam bakar tetapi disini ikan kembung bakar lebih banyak,"seru Tio pada rekan-rekan yang hadir.


Makan malam perpisahan,seperti makan malam para nelayan di Georgia. "Disini ayam bakar juga ada tadi waktu milih menu,kenapa milih ikan kembung bakar?"tanya salah satu rekan dari divisi lain.


"Dipilihan menunya enggak ada ayam kampung,waktu nyoba ikan kembung bakar ternyata enak banget!"ungkap Tio sembari berniat untuk menambah nasi. "Setiap makan,selalu dua porsi nasi,"kata Tio sembari menyahut pelayan untuk memesan nasi tambahan,"Pak nasinya tambah lagi?"pesan Tio segera.


Tidak berselang lama,seorang pelayan membawakan satu piring kecil nasi tambahan. "Yakin muat tuh perut?"kata salah satu rekan. "Dimuat-muatin,"jawab tio segera,setiap butiran nasi yang terlihat dipiring diambilnya untuk dimakan.


Beras yang ditanam di sumatera seperti apa? "Nasi yang dimakan berbeda dengan nasi yang selama ini dikunyahnya,kayaknya aku tertarik untuk membeli beras dan kumasak di magikcom,"kata Tio saat setelah menempelkan kedua bibirnya,masih terasa dirongga-rongga mulut dan dilidahnya walaupun telah meminum es teh manis.


Kesepuluh jemari tio dimasukkannya kedalam mangkuk kecil yang berisi air,biasanya ada potongan jeruk nipis di dalamnya. Tiga lembar potongan dari tissue gulung dirobeknya lalu disela-sela jari di kedua pergelangan tangannya dikeringkan.


Tio dan keenam rekan kembali pulang kerumah. Hari sudah semakin larut,tio dan keenam rekannya sudah terlelap tidur. Tidak ada request sparepart dari sore hingga terdengar suara dering telepon masuk diikuti suara penging. Lembaran kertas fax keluar satupersatu jatuh kelantai.


Beberapa selang kemudian,ponsel dan telepon berdering bersamaan,tio langsung meraba ponsel di bawah bantal,"Ya hallo pak,"jawab Tio cepat. "Request untuk Pak Rangga,dua modul ada disana,dua lagi dikirim dari muara bungo,"kata salah satu call center di warehouse jakarta. "Baik pak saya akan segera bergerak!"jawab Tio antusias.


Tanpa berlama-lama Tio menuju meja kerjanya untuk melihat list modul. Kertas fax dipungutnya dan di pindahkan pada lembaran request,tidak membutuhkan waktu lama bagi Tio untuk menyelesaikan request,setelah memberi warna pada type sparepart yang keluar,Tio mencatat semua type sperpart dilembaran request. Masih saja lupa mengambil handuk setelah selesai mandi.


Celana panjang dan kaos tidak pernah disetrikanya dikenakannya cepat. Dua sparepart ukuran dus magikcom dikeluarkannya dari gudang setelah menelpon Bang Andi.


Tidak lama berselang motor Bang Andi terlihat berbelok kearah rumah,"Request untuk Pak Rangga? Berarti kita kejalan Kaharuddin Nasution?"tanya Bang Andi. "Iya bang,kita kesimpang tiga,"jawabku cepat. Tio dan Bang Andipun pergi menuju simpang tiga,