Homeless Need a Job

Homeless Need a Job
Keping Delapan



Staf Senior melihat ketiga Staf Gudang yang suka bekerja keras ini menjadi kecil hati tentang apa yang mereka rasakan sebagai perubahan sangat lambat yang menyakitkan,atau kehilangan fokus yang mengakibatkan kerusakan dan kemunduran.


Angin berhembus sepoi-sepoi,tio tengah asik dengan pandangannya.


Bingung mengenai pandangan yang saat ini terdengar. Terdengar melalui mata,tidak terdengar gong-gongan anjing dan miauw kucing. Lokasi tio berada diruang lingkup inventory,yang hanya bisa dimengerti dengan kamus teknik.


Tidak ada rasa iba,tidak ada hasrat gairah,yang ada kehidupan berkesinambungan dalam organisasi perusahaan. Kendaraannya kini inventory warehouse,transportasi logistik,dan terasa sisi keindahannya disaat semua karyawan berkumpul,kebisingan! Kicauan burung tidak terdengar jelas di komplek pergudangan.


Lakban berbentuk bulat menggelinding disamping kirinya,lakban transparan. Selama tujuh hari,tio semakin ahli dalam merekatkan dus kotak dan mengemas dengan packing kayu,bahkan packing yang besar.


Bukan cerita drama,didalam drama tidak ada pergelangan tangan yang dilakban,tidak ada pergelangan kaki yang dilakban. Tio menoleh kearah belakangnya dan melihat indra tengah menghampirinya, indra berjalan dengan gaya khasnya,gaya yang menghiasi pandangannta selama empat belas hari ini. "Batukmu sepertinya sudah reda?"kata tio menepuk lantai agar indra duduk disamping kirinya.


Indra bergegas duduk tanpa berkata sepatah-katapun. Desiran angin berhembus menerpa kedua wajah indra dan tio. "Disuruh tidur,pasti tidur!"celetuk indra. "Ooh,gitu biasanya juga gitu!"timpal tio. "Kaos kaki? Biasanya enggak?"tanya tio lagi. "Kedinginan,kalau kedinginan biasanyakan begini,"timpal Indra.


Indra yang hanya memakai satu kaos kaki di pergelangan kirinya. Tiba-tiba indra melepas kaos oblong yang dikenakannya. "Kenapa buka baju? Gerah? Keringetan? Enggak malu?"tandas tio sembari menegakkan punggungnya. Tio yang sejak tadi sudah melepas kaos yang dikenakannya.


"Gerah,bro!"jawab indra sambil pergelangan kanannya menarik sebungkus rokok disaku celananya. Rokok kretek dikeluarkan dari bungkusnya. Aroma tembakau terendus harum dikedua ujung hidungnya saat dibakar.


Kebulan asap rokok yang terlihat membentuk lingkaran seperti donat besar,lalu bagaimana dengan tio? Apakah tio perokok berat seperti rekannya indra? Tio yang selalu rajin berolah raga,tidak mau kondisinya seburuk indra,konflik! Empat belas hari sudah tio terbiasa dengan keringat dan aroma tubuh.


Air mata yang keluar dari kelopak matanya mengalir jatuh disela-sela kerah bajunya,berubah menjadi keringat mengucur deras dari wajahnya. Dering telepon terdengar diruangan Manager Operasional.


Sebuah keputusan dibuat,Manager Operasional menghampiri karyawan yang tengah membarcode sparepart yang baru diterimanya. "Staf Senior Riau Daratan,resmi mengundurkan diri,saya menunjuk tio untuk pergi dan menggantikannya!"kata Manager Operasional,"Tio kamu ke Pekanbaru menggantikan Arga,hari ini juga kamu pergi ke Bandung! Untuk melapor"perintahnya lagi.


Flashback on. Saat saya mendengar Staf Pengganti diwarehouse,mereka mengatakan tidak ada hal yang harus dikerjakan! Yang mengejutkan saya,kantor pusat,ketika mereka mengetahui rencana saya,mengatakan: Tidak ada yang harus dikerjakan,sama sekali tidak.


Manager Operasional memanggil tio,dan berkata, "Saya sedang memikirkan memutasikan kamu ke sumatera." Tio bertemu diruangannya. Setelah satu diskusi ringkas,ini menjadi jelas bahwa,ya,saya akan pergi ke sumatera. Inilah waktunya untuk saya pergi.


Dan ketika itulah Staf Senior mengagetkan saya,lagi,dengan perkataan ini. Katanya: "Jangan lakukan apapun selama penyerahan tugas (Selama Staf Senior masih disana), ambil waktu untuk libur,saya mengingat reaksi pertama saya kebimbangan.


Namun saya menyadari kebijaksanaan dalam perkataannya. Sehingga saya melakukan apa yang dia sarankan.


Pada titik kritis ini,dukungan Staf Senior,contoh pribadinya,dan pandangannya memberikan saya kekuatan untuk melangkah kedepan tanpa satu rencana. Saya bergegas jalan kembali menuju mess dan tidur dengan keputusan itu,dan kemudian,berlawanan dengan proses kebiasaan umum saya,saya menyampaikan pindah ke sumatera malam harinya. Saya pergi malam ini.


Saya tidak pernah menyesalinya.


Saya mutasi kerja ke sumatera. Saya terbang ke Pekanbaru untuk menggantikan Staf Senior disana. "Ini Arga,Staf Senior di Pekanbaru,dia wow banget! Kamu bisa betah disana,"kata Staf Senior.


Apa yang tio pikirkan saat Staf Senior menunjukkan photo Arga saat itu? Wow! Tapi Arga,kan lelaki,bukan perempuan! Seandainya photo berikutnya yang ditunjukkan pasti tio sangat antusias,konflik! Satu kata yang belum diketahui tio,Arga sendirian atau sudah menikah? Pikiran tio,Arga tinggal dengan pacarnya di Pekanbaru,Apa yang harus tio ucapkan saat bertemu dengan Arga? Kita berdua bisa kompak!"kata tio pada Staf Senior.


Siapa yang akan menjemputku setibanya di bandara?"kata tio pada Staf Senior. Dibuat pusing! Setelah landing,kamu flight off ponsel,lalu telpon Arga bahwa kamu sudah landing!"jawab Staf Senior. Kesempatan yang hanya sekali,yang terdahsyatnya adalah,hanya kamu yang mau dimutasi ke sumatera.


Kami berdua tertawa bersama. "Saya ulang lagi,setibanya di Bandung,saya ambil tiket dan hari ini juga saya pergi ke bandara,berarti saya masih sempat untuk pulang dan berkemas,"seru tio sembari bersiap-siap ke ruangan tidur karyawan untuk berkemas-kemas.


"Jakarta,Bogor,Bandung,Bogor,Bandara,Pekanbaru,dan jangan terlambat,upayakan dua jam sebelum pemberangkatan,kamu sudah berada disana!"kata Staf Senior perhatian! "Capeknya,Jakarta menuju Bogor,dengan CommuterLine,Bogor menuju Bandung dengan motor bebek,begitu juga sebaliknya Bandung menuju Bogor dengan motor bebek,Bogor bandara dengan bus patas di terminal Bogor Kota,"keluh tio sambil menarik nafas panjang,sesampainya di rumah enggak mungkin bisa tidur!"keluhnya lagi.


Kedua mata rekan-rekannya menatap tio,kebanyakan dari mereka berkata "Semoga berhasil,semoga betah,semoga dapat jodoh disana,semoga bonusnya besar: Karena Staf Senior di warehouse,mendapat honor tambahan dari packing kayu dan diskon yang tidak kecil dari pengiriman ke setiap provinsi ataupun ke warehouse di jakarta." Deni dan indra menghampiri tio di ruang tidur karyawan,"Yeyye,semangat!


Akhirnya,Staf Pengganti dari warehouse jakarta,kalau sudah tiba di Pekanbaru,hubungi kami,bro!"tukas deni dan indra merentangkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. "Iya udah,kalau sudah sampai,kalau penerbangannya delay!


Pasti,bro! Pasti saya hubungi kalian setibanya di sana,"jawab tio sambil beranjak bangun dari duduknya. Deni dan indra tidak mengantarkan tio ke stasiun manggarai,tio yang sudah hafal rute menuju stasiun manggarai,melangkahkan kakinya dengan cepat.


Setibanya di stasiun manggarai tio mengantri di loket pembelian karcis. Ramainya stasiun manggarai mempengaruhi rasa penatnya selama ini,bagaimana penumpang berbicara dan hadirnya anak-anak bersama ibunya,terlihat beberapa novel dibaca oleh siswi-siswi smp didalam ramgkaian,kebisingan yang akan terus terdengar oleh author untuk terus bekarya.


Tio tidak mengetahui bagaimana menggeneralisasikan cerita yang tengah dibuatnya,karena deni tidak ikut ke sumatera,lautan yang memisahkan terasa jauh dalam benaknya,