HELL WALKER

HELL WALKER
Bab 49 : Maukah kamu menggoda Amanda dengan 'itu'?



Apa yang dia katakan adalah kebenaran, tetapi dari sudut pandang Kalya, mungkin tidak demikian. Dia merasa bahwa Gevariel memiliki dendam terhadap kakeknya. Jadi dia berpikir kalau Gevariel tidak ingin memperkenalkannya.


Dia mengerutkan kening dan berkata, "Gevariel, sudah sembilan tahun, dan aku telah melupakanya. Mengapa kamu masih menyimpan dendam terhadap kakekku? Dulu kakekku memang begitu membencimu, tetapi itu dia lakukan karena cucunya..."


Gevariel melambaikan tangannya dan berkata, "Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, Dr. Chesilia memang telah meninggalkan Kota M, dan dia tidak dapat kembali untuk saat ini. Sebenarnya, aku memiliki sedikit pengetahuan tentang beberapa jenis obat. Meskipun aku tidak sehebat Dr. Chesilia, dan aku tidak tahu bagaimana melakukan operasi, tetapi jika kamu mempercayaiku, ketika aku pulang ke Kota B, kamu bisa membiarkanku memeriksa kakekmu." Kalya tercengang.


Memang, sebagai Hell Walker, mereka akan belajar perawatan medis sederhana dan sejenisnya, karena tidak mungkin mereka selalu ditemani oleh dokter dalam setiap misi mereka. "Lakukan apapun yang kamu mau. Bagaimanapun, cobalah untuk tidak membuat masalah dengan Nevan. Bahkan jika kamu ingin kembali ke Kota B, tetaplah rendah diri."


Setelah berbicara, dia berbalik dan berjalan menuju kantor Amanda.


Melihat punggungnya yang ramping, Gevariel menggosok hidungnya, dan berkata dalam hatinya: "Meskipun kamu masih tidak percaya bahwa aku telah difitnah, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, kamu adalah satu-satunya yang masih peduli dengan keadaanku. Dengan ini, aku tidak akan membiarkanmu jatuh ke tangan orang seperti Nevan!" Pada titik ini, cahaya dingin berkedip di sudut mulutnya dan berkata: "Hmph, keluarganya Nevan!"


Kakek Kalya diganggu oleh sebuah penyakit serius, dan dia tidak bisa lagi mengurusi masalah bisnis keluarganya, yang menyebabkan perusahaan keluarga Kalya jatuh ke dalam krisis. Nevan dan yang lainnya mungkin memanfaatkan keadaan seperti ini untuk mencaplok semua lini bisnis dari keluarga Kalya, jadi orang tua Kalya tidak punya pilihan selain menyuruh Kalya untuk menikah dengan Nevan.


Pada saat ini, Yahya Maulana tiba-tiba berjalan mendekat, memandang Gevariel, mengeluarkan sebungkus rokok, menyerahkannya kepada Gevariel, dan bertanya, "Mau satu?" Gevariel juga tidak menolak, dia merokok, tapi dia tidak kecanduan. Setelah menyalakannya, Yahya menghela nafas dan berkata, "Aku baru saja mendapat telepon dari Iwan. Untuk kejadian ini aku harus berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Monica, ini adalah kunci Vila yang aku siapkan untuk tempat tinggalmu. Letaknya bersebelahan dengan Rumah yang Amanda tinggali saat ini, kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan di sana," Dia tahu rencana Yahya, dia membiarkan Gevariel lebih dekat dengan Amanda, sehingga dia bisa memastikan keselamatan Amanda dengan lebih aman. Sudah pasti, Gevariel tidak akan menolak permintaan ini, dia bahkan berencana membiarkan Johan dan Ella pindah ke sana, supaya rumah menjadi rame karena sangat membosankan hidup sendirian bagi Gevariel.


Yahya memandang Gevariel, lalu berkata, "Ngomong-ngomong, Gevariel, aku mau tanya sesuatu sama kamu, apakah kamu benar-benar tidak tertarik dengan Amanda?"


"Hee?!" Gevariel terdiam, orang ini membahas masalah ini lagi.


"Apa Amanda tidak begitu cantik di matamu?" Yahya bertanya dengan curiga.


Gevariel menggelengkan kepalanya dan berkata, "Cantik lah, Amanda benar-benar cantik, bahkan di antara wanita yang pernah kutemui, dia termasuk wanita tercantik yang pernah aku lihat."


"Atau mungkin karena dia gampang marah dan semacamnya?" Yahya Maulana terus bertanya.


"Ya, nggak gitu juga," Gevariel berkata: "Dia memiliki sifat yang baik. Dia biasanya memperlakukan orang lain sedingin es, tetapi untuk orang yang sudah dia kenal, sikapnya sangat baik."


Yahya menghela nafas. Dia berkata dalam satu nafas, "Kemudian Felix, kamu tahu kan? Dia telah mengejar Amanda selama beberapa tahun. Selain aku tidak menyukainya, Amanda juga sangat membencinya, jadi sudah pasti dia tidak akan pernah bersama Amanda, dan kamu. Kamu adalah satu-satunya anak laki-laki yang paling dekat dengan Amanda setelah bertahun-tahun dia tidak memiliki teman lawan jenis, dan aku yakin, dia diam-diam pasti memiliki rasa cinta sama kamu." Yahya Maulana berkata lagi: "Mengapa aku tidak menikahkan kalian terlebih dahulu? Kalau masalah cinta, aku yakin, seiring berjalannya waktu cinta pasti akan bersemi dengan sendirinya, heiii..bagaimana menurutmu?"


Saat ini Gevariel memiliki ekspresi bodoh di wajahnya. Entah kenapa, Yahya selalu terlihat bersemangat jika membahas masalah ini!


"Emm, jadi begini, Om Yahya, jangan khawatir tentang masalah jodoh putrimu. Dia sangat cantik, dan kamu memiliki kekayaan yang melimpah. Gadis cantik dan kaya raya. Selama dia mau, aku yakin orang-orang yang mengantri bisa berbaris sampai mengelilingi Kota M," Gevariel berkata.


"Hahhh!" Yahya menghela nafas, mengepulkan asap panjang, dan berkata, "Aku hanya khawatir tentang ini. Selama bertahun-tahun, aku belum pernah melihatnya memiliki seorang pacar. Bahkan, aku tidak pernah melihatnya berteman dengan orang anak laki-laki, semua yang aku lihat teman bermainnya adalah wanita."


Berbicara tentang ini, dia melihat ke arah Gevariel, mendekat dengan tenang, dan berkata, "Aku bahkan sedikit curiga apa jangan-jangan dia tidak menyukai laki-laki, jadi tolong cari tahu juga dengan hal tersebut, umurnya sudah matang, sudah waktunya dia menikah, aku harap kamu bisa mencoba menggodanya untuk 'itu'!"


"Anjirrr," Gevariel menatapnya dengan kaget dan berkata, "Om Yahya, pikiranmu terlalu liar! Ikutilah perkembangan Zaman, jadi Om Yahya bisa mengerti seperti apa anak muda saat ini."


Yahya Maulana memandang Gevariel dan berkata, "Ahhh… terserah kalian deh, aku sudah tua, tidak ada waktu untukku jika harus mengikuti anak muda seperti kalian. Tapi apapun itu, aku berharap kamu mau menikahi Amanda."


Gevariel memandangnya, tersenyum aneh, dan berkata, "Kalau begitu aku akan memikirkannya dengan hati-hati!"


Yahya menepuk bahu Gevariel dan berkata, "Ayo!"


Ada sepuluh pengawal di rumah Amanda, yang relatif aman. Setelah Amanda pulang, Gevariel lega. Dia akan kembali ke rumahnya yang berada di komplek Alam Indah Regency, dan memindahkan pakaiannya ke Vila baru yang diberikan oleh Yahya.


Setelah menelepon Johan dan menjelaskan semuanya, Johan langsung setuju.


Sebagai orang yang terbiasa berhemat, meski gajinya sekarang lumayan besar, kepribadiannya tidak berubah.


Setelah Gevariel mengiriminya alamat, dia juga mulai mengemas semua barang-barangnya.


Gevariel naik taksi dan menuju ke Alam Indah Regency!


Begitu dia tiba di depan rumahnya, alisnya mengerutkan kening, karena Ratna sedang duduk di depan gerbang rumahnya, dan ketika dia melihat Gevariel turun dari mobil, dia segera berdiri dan berlari.


Alasan lain mengapa Gevariel ingin pindah dari Komplek ini adalah untuk menghindari kontak langsung dengan Akness ataupun Ibunya!


Dia mengenal tabiat Ibu dan Anak ini dengan sangat baik. Mungkin akan lebih baik jika Akness masih bersama Rio, karena Rio bisa memberi mereka sumber pendapatan.


Sekarang Rio telah memutuskan hubungannya dengan Akness, meskipun Rio pernah memberi mereka beberapa tas dan pakaian mahal, tetapi barang-barang ini bukan uang tunai, dan mungkin tidak akan laku jika dijual lagi.


Mereka kehilangan sumber pendapatan. Ratna tidak mungkin pergi bekerja. Meskipun Akness masih muda dan memiliki gelar sarjana, dia telah menjadi pemalas selama dia menikah dengan Gevariel bahkan setelah lulus kuliah dia tidak pernah bekerja sama sekali. Akibatnya dia tidak memiliki pengalaman dalam bekerja sama sekali. Di era seperti ini, tidak mungkin baginya bisa menemukan pekerjaan dengan gaji tinggi, selain dia pemalas, juga karena dia tidak memiliki keterampilan dan pengalaman bekerja sama sekali!


Akness sangat malas, jika dia bekerja belum tentu dia bisa mendapatkan 4 – 6 juta rupiah per bulan!


Jadi menurut pikiran mereka berdua, jika mereka ingin menjalani kehidupan yang sama seperti sebelumnya, atau bahkan kehidupan yang lebih kaya, mereka hanya bisa datang ke Gevariel.


Walaupun sikap Gevariel sudah sangat jelas sebelumnya, tetapi dengan sifat orang tidak memiliki urat malu seperti mereka, jelas Ratna dan Akness tidak akan melepaskan Gevariel begitu saja.


Saat ini Ratna sudah berada di dekat Gevariel.


Tapi kali ini, dia tidak menyombongkan dirinya seperti biasanya, dia bersikap sangat sopan: "Gevariel, kamu kembali, aku sudah menunggumu sepanjang hari."


Sebelum Gevariel dapat berbicara, dia tersenyum dan berkata, "Aku memasak makanan kesukaanmu di rumah. Ayo pulang ke rumah dan makan. Sudah cukup bertengkarnya, sudah waktunya bagi kalian untuk membina rumah tangga yang lebih baik." Gevariel tertawa dalam hatinya!


"Apa makanan favoritku, apa kalian tahu apa makanan favoritku?" Gevariel mengerutu dalam hati.


Dia mengerutkan kening dan berkata, "Bukankah kamu memberitahuku untuk tidak mengganggumu lagi? Sekarang, tolong, tolong berhenti menggangguku!"


Saat dia berbicara, dia melewati Ratna dan berjalan menuju ke dalam rumahnya!


Kali ini, Ratna tidak marah, juga tidak memaki-maki Gevariel seperti biasanya. Dia buru-buru mengikuti Gevariel dan berkata, "Gevariel, aku tahu kamu marah. Aku memang sudah keterlaluan sama kamu. Aku membuat masakan kesukaanmu ini tidak ada hubungannya dengan Akness. Kami benar-benar menyesalinya. Kami benar-benar khilaf saat itu, dan bagaimanapun juga, ayah Akness sudah menyelamatkan hidupmu. Sekarang Akness juga ingin memperbaiki rumah tangga kalian."


Gevariel mencibir, mengabaikan Ratna, dan terus berjalan menuju pintu rumahnya. Dia harus pindah ke tempat tinggalnya yang baru.


"Gevariel, kenapa kamu begitu kejam!" Melihat Gevariel masih mengabaikannya, Ratna menghentakkan kakinya dan berkata, "Sekarang kamu punya uang, jadi kamu pikir kamu bisa sesuka hatimu meninggalkan kami? Ingat hidupmu diselamatkan oleh kami."


"Berhentilah membicarakannya." Gevariel berkata, "Jika bukan karena Om Rudi menyelamatkan hidupku, apakah kamu pikir kamu bisa tinggal di rumah itu dengan tenang? Meskipun nama namamu tertulis di atasnya, itu adalah properti pasca-nikah, dan dibeli dengan uangku. Bahkan jika aku pergi ke pengadilan, aku masih memiliki hak milik atas rumah tersebut. Sekarang aku tidak menginginkan rumah itu sama sekali. Aku telah menafkahi dan berbalas budi kepada kalian selama tiga tahun, selama itu juga kalian memperlakukan aku seperti budak, pergi dari sini, kesabaranku benar-benar sudah habis!"


Ratna lari ke arah Gevariel, membuka tangannya, menghalangi jalan dan berkata, "Kamu tidak ingin menikah lagi, tidak masalah. Tetapi kami ingin setengah dari saham perusahaanmu!"


Saat dia berkata, dia menjentikkan wajahnya ke samping, mendapatkan kembali penampilannya yang cerdik dan berkata: "Kalau tidak, aku pasti akan pergi ke perusahaanmu untuk mengganggumu setiap hari!"


"Selama kamu memiliki wajah yang tebal, silakan. Lagi pula, aku sangat jarang datang ke kantor." Gevariel mengangkat bahunya dan berkata, "Adapun untuk menuntutku, jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Ngomong-ngomong, biaya pengacara saat ini sangat mahal. Aku sarankan kalian membawa pengacara terbaik."


Setelah selesai berbicara, dia melewati Ratna dan mempercepat langkahnya.


Ratna mengejarnya dan mengatakan sesuatu, tapi Gevariel mengabaikannya. Tentu saja, kecepatan Ratna tidak bisa mengimbangi Gevariel. Dengan cepat, Gevariel membuka pintu dan segera menutupnya kembali!


Ratna menghentakkan kakinya dengan wajah jelek, lalu kembali ke rumahnya!


Di dalam, Akness masih terlihat kuyu, dan Anita juga ada di sana saat ini karena dia sekarang sudah menjadi pengangguran. Saat melihat Ratna kembali, dia segera bangkit dan bertanya, "Bagaimana tante? Apakah tante berhasil membujuk Gevariel?"


"Bajingan kecil ini benar-benar keterlaluan, dia benar-benar telah mengusirku!" Anita menghela nafas dan berkata: "Hemm...andai saja kita mengetahui dari awal jika dia sebenarnya sangat kaya, mungkin Kak Akness sudah hidup dengan baik saat ini. Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat...Kak Akness, kita harus mencari pekerjaan bersama."


Wajah Akness sedikit berubah! Dia menggertakkan giginya dan berkata, "Enggak, aku tidak akan menyerah, bagaimanapun juga aku akan menemukan cara untuk membuat Gevariel mau menikah lagi denganku. Aku akan memikirkan cara supaya aku bisa hamil anaknya..."


Gevariel kembali ke kamar, dia tidak punya banyak barang. Setelah merapikan pakaiannya, dia mengerutkan kening dan berkata, "Brengsek...ketika aku melihat pakaian ini, aku jadi teringat sama perbuatan Ibu dan anak ini selama tiga tahun terakhir!"


Pakaian yang dimilikinya adalah pakaian bekas yang dia beli di pinggir jalan, di pasar rombeng kota M. Tidak ada pakaian dengan harga yang mahal, semua pakaiannya saat ini hanya seharga 30 ribu.


Setelah berbenah sebentar, dia keluar kamar, mengunci pintu, naik taksi, dan menuju ke area vila tempat Amanda berada.


Vila itu berada di sebelah rumah Amanda, ketika dia sampai di depan pintu, dia melirik ke sisi rumah Amanda, ada dua orang yang menjaga pintu rumahnya.


Saat ini, di pintu sebuah vila di sebelah rumah Amanda, Johan sedang duduk di depan pintu, dengan barang-barangnya. Sebatang rokok tergantung di mulutnya, memandang dengan rasa ingin tahu ke arah Vila di depanya saat ini.


Melihat Gevariel mendekat, dia segera berdiri dan berkata, "Bro, kita tidak salah alamat kan? Apakah kita benar-benar pindah ke sini?" Gevariel tersenyum dan berkata, "Kenapa aku harus berbohong sama kamu?" Kemudian, dia mengeluarkan kunci dan membuka pintu gerbang di depannya.


Johan menelan ludahnya, dan berkata dengan ekspresi penuh harap di wajahnya: "Ketika Ella keluar dari rumah sakit, dia pasti sangat senang karena tinggal di rumah semewah ini." Saat dia berbicara, dia sepertinya memikirkan sesuatu dan melanjutkan, "Ngomong-ngomong, ibunya Ella datang ke rumah sakit hari ini." Gevariel mengerutkan kening dan bertanya, "Mantan istrimu?" Johan mengangguk dan berkata, "Aku juga tidak tahu, dari mana dia tahu bahwa sekarang aku sudah mendapat pekerjaan yang jauh lebih bagus dan penghasilan yang lumayan tinggi. Hari ini dia datang untuk menjenguk Ella." Gevariel menjawab dengan santai, "Oh, ingat, kamu sekarang sudah menjadi orang yang kuat. Jangan mudah terbujuk oleh rayuan wanita seperti itu," Gevariel mengingatkannya.


"Oke...aku paham itu!" Johan mengangguk dan berkata, "Ayo..ayo aku ingin segera masuk. Hehehe!"


Gevariel menyipitkan matanya sedikit saat ini, melihat ke gerbang Komplek Vila dan berkata, "Kamu pindahkan barang-barang untukku dulu, aku masih ada sedikit urusan." Sebelum Johan menjawab, Gevariel sudah berlari menuju gerbang Komplek Vila Puncak Iceberg, kawasan pemukiman termahal di Kota M, juga merupakan satu-satunya kawasan vila di Kota M.