
Jelas Akness telah menyesali keputusannya. Hatinya hancur dan pikirannya kosong, lalu dia berjalan kembali ke arah rumah dengan linglung.
Gevariel tidak terlalu peduli, dia kembali ke rumah. Saat membuka pintu, dia menemukan Lucy dan Chesilia sedang duduk di meja makan sambil memakan sesuatu. Gevariel bertanya dengan heran, "Bukannya kalian jam segini masih tidur? Kok sudah pada bangun?"
Chesilia meliriknya dengan ringan dan berkata, "Kamu menganggu tidurku, dan sekarang aku sudah tidak bisa tidur lagi."
"heee.. tapi itu kan demi untuk menyelamatkan seseorang?" Kata Gevariel dengan batuk kering.
Chesilia mendengus dingin, lalu mengangkat kepalanya dan berkata, "Ngomong-ngomong, kedua preman yang aku hajar tadi bilang kalau mereka adalah orang suruhan Felix, memang kamu ada masalah apa dengan orang yang bernama Felix itu?" Gevariel tersenyum kecut, dan menceritakan kejadian ketika dia diseret oleh Amanda untuk menjadi pacar bohongannya. Chesilia sedikit merasa kesal, anak ini selalu menjadi perhatian banyak cewek-cewek di luar sana. Gevariel bercerita sambil terkekeh.
"Bah!" Lucy mencibir.
Chesilia menatap Gevariel, dan alih-alih bertengkar dengannya, dia berkata, "Karena Amanda mengatakan kalau dia adalah pacarmu, berarti itu sejalan dengan rencana yang aku beritahukan ke kamu kapan hari itu, jadi dengan posisimu sekarang, kamu bisa menjaga Amanda dengan lebih leluasa. Kalau begitu, aku dan Lucy akan kembali ke markas dulu."
"Enggak… Enggak, aku nggak mau menjadi pacar bohongan atau semacamnya, lagian masih banyak cara untuk menjaga Amanda supaya tetap aman." Kata Gevariel.
Senyum tipis muncul di sudut mulut Chesilia dan berkata, "Oke, aku akan berbicara dengan Yahya Maulana nanti, agar dia bisa mengatur posisi untukmu di perusahaannya, itu sepertinya tidak akan menjadi masalah bagimu, untuk masalah posisimu di perusahaannya itu terserah Yahya Maulana, yang penting pekerjaanmu akan selalu melibatkan Amanda. Ngomong-ngomong kamu kemarin bilang kalau sudah ketemu sama Blood Rose? Aku harap saat kita ketemu lagi, kamu bisa membawa kepalanya untuk menemuiku!"
Gevariel mengerutkan kening dan berkata, "Kamu serius mau pergi?"
Chesilia dan Lucy mengangguk dan berkata, "Tugas di sini memakan waktu terlalu lama. Blood Lotus terlalu tertutup kali ini. Kami masih memiliki hal lain yang harus diselesaikan. Karena kamu sudah sembuh sekarang, dan kamu bisa tetap bersembunyi dalam kegelapan, dengan adanya kamu sekarang, misi di sini bisa dikatakan telah selesai."
Berbicara tentang ini, dia merenung dan berkata, "Pokoknya cobalah untuk tetap menyembunyikan keberadaanmu, karena semua orang masih mengira jika kamu telah mati, kamu adalah kartu taruf dari Hell Walker, biarkan semua tetap berjalan seperti ini sampai waktunya tiba!"
Gevariel mengerutkan kening, lalu menghela nafas: "Baiklah!"
Chesilia memandang Gevariel, mengerutkan kening, dan berkata, "Juga, hati-hati kali ini, jangan sampai kamu kehilangan ingatanmu lagi, bukankah kamu ingin pergi ke Kota B untuk menyelesaikan masalahmu itu?"
"Hah?" Gevariel mengangguk dan berkata, "Tidak usah khawatir dengan hal itu, aku memang ada rencana kembali ke Kota B setelah masalah di sini selesai. Satu lagi, setelah urusanmu selesai, segera cari informasi tentang keberadaan Second." Chesilia mengagukkan kepalanya tanpa berbicara.
Gevariel bergerak sedikit di dalam hatinya dan berkata, "Apakah kamu sudah menemukan keberadaan Second?"
Second datang ke Kota M bersama Gevariel tiga tahun lalu untuk menjalankan sebuah misi. Saat itu, Hell Walker seventh tewas dalam pertempuran dan Second menghilang! Gevariel kehilangan ingatannya! Chesilia menggelengkan kepalanya dan berkata: "Belum, tetapi aku sudah mendapat beberapa petunjuk mengenai keberadaannya. Aku menerima berita kemarin jika Hell Walker yang berada di Kota B menemukan 2 mayat, dan dilihat dari bekas luka yang ada pada mayat itu, besar kemungkinan pembunuhnya adalah Second."
Gevariel berkata dengan heran: "Mayat orang biasa?"
"Aku tidak tahu." Chesilia berkata: "Lebih tepatnya jika kamu pulang ke Kota B, kamu bisa mencari tahu sendiri. Lagipula, Second hanya percaya padamu, siapa tahu dia selama ini memang menyembunyikan diri dari kami."
Gevariel menghela nafas dan berkata, "Sepertinya memang begitu!"
Chesilia berpikir sejenak, dan berkata lagi: "Ngomong-ngomong, untuk menghindarkanmu dari masalah yang tidak penting, aku akan membantumu berurusan dengan anak yang bernama Felix."
"Bagaimana kamu akan mengatasinya?" Gevariel bertanya dengan heran.
"Sangat mudah sekali, aku akan membuat perusahaan milik orang tuanya bangkrut." Chesilia berkata dengan tenang.
Gevariel tidak bisa berkata apa-apa!
Tapi menilai dari masalah yang dialami oleh Pak Suman, keluarga Felix bisa dibilang menghalalkan segala cara untuk menghancurkan lawan bisnisnya.
Perlu diketahui, kenapa tangan Pak Suman dengan Felix ada hubungannya? Ya, karena sebelumnya Pak Suman bekerja di hotel milik Yahya Maulana, dan karena keberadaan Pak Suman di hotel tersebut, membuat omset dan nilai saham perusahaan naik dengan pesat, dan hal itu tentu saja, menyebabkan kecemburuan dari pesaingnya, yaitu perusahaan milik orang tua Felix. Lalu entah bagaimana ceritanya, orang tua Felix melakukan sedikit trik kotor untuk menghancurkan cabang bisnis Yahya Maulana dengan menyerang Pak Suman, akibatnya tangan Pak Suman cidera dan tidak bisa memasak lagi, kemudian pensiun dari Grace City Hotel.
Pengusaha seperti ini harus dihukum. Bagi Hell Walker, membuat bangkrut sebuah perusahaan besar merupakan masalah yang kecil. Setelah berbicara, Chesilia meletakkan sendok dan piringnya, berdiri, melihat jam, dan berkata: "Mobil mereka akan segera tiba. Tolong ini nanti kamu bereskan ya! Lucy dan aku harus segera pergi."
Gevariel mengangguk dan berkata, "Kalau begitu ayo aku antar ke depan!"
Lucy terkejut, dan kemudian dia berkata dengan sedikit rasa malu di wajahnya: "emm, sebaiknya jangan deh!"
"Lah, lha memangnya kenapa?" Gevariel bertanya dengan heran.
Lucy mengatupkan bibirnya dan berkata, "hehe.. karena yang menjemput kami adalah Hell Walker Zero yang baru, orang yang menggantikan posisimu di Hell Walker."
Hell Walker, organisasi misterius di dunia, mereka memiliki kekuatan tempur melebihi orang biasa! Dan Hell Walker Zero mewakili kekuatan tempur terkuat dari organisasi ini!
Gevariel bergabung dengan Hell Walker pada usia 18 tahun, dan menjadi Hell Walker Zero pada usianya yang ke-21. Sejak itu, posisi Hell Walker Zero tidak pernah tergantikan, sampai pada saat dia hilang ingatan selama tiga tahun, dia menghilang, dan bahkan semua orang dunia bawah tanah, mengira jika dia telah mati.
Posisi Hell Walker Zero tidak boleh kosong, jadi orang lain pasti akan menggantikan posisinya.
Gevariel tidak masuk dalam daftar sekarang, dan dia belum memposisikan kembali kekuatan tempurnya, dan sekarang gelar Hell Walker Zero sudah diambil orang lain.
Ketika dia mengatakan ini, Lucy menunjukkan sedikit rasa malu di wajahnya dan berkata: "Kamu sudah menghilang selama ini, jadi code zero sudah pasti diambil oleh orang lain yang kekuatannya setara denganmu.."
Gevariel menggosok kepalanya sambil tersenyum dan berkata, "Apa yang kamu pikirkan? Lagi pula jika kekuatannya setara denganku, kenapa dia tidak melakukan misi penting dan malah datang ke sini untuk menjemput dokter Chesilia?" Chesilia menatapnya, tapi tidak berbicara.
"Tidak masalah jika kamu tidak memberi tahukuku tentang misi apa yang akan kalian lakukan, intinya, segera hubungi aku jika kamu mengalami kesulitan, aku akan datang secepat mungkin." Gevariel menatap Chesilia dan berkata dengan serius.
Chesilia menghela nafas dan berkata, "Kamu juga harus berhati-hati, semua Hell Walker yang ada di kota ini juga akan ditarik mundur, kamu Hell Walker satu-satunya yang ada di sini, jadi berhati-hatilah."
Gevariel menyeringai dan berkata dengan mencibir, "haha.. aku malah berharap semua orang-orang Blood Lotus datang kesini, jadi aku bisa menghabisi mereka semua sekaligus." Chesilia tahu level Gevariel, dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia kembali ke kamar, menyeret sebuah koper, dan berkata, "Kalau begitu kami akan berangkat, jaga dirimu!"
Ada beberapa mobil yang diparkir berjejer di pintu gerbang rumahnya. Di depan ada kendaraan off-road Land Rover putih keperakan, di pintu gerbang ada seorang pria berpotongan cepak, mengenakan rompi hitam, celana pantai, dan sandal jepit. Dia tampak seperti berumur dua puluh empat tahunan, berkulit gelap, dan agak pendek. Orang ini adalah Hell Walker Zero yang baru, Tobby! Dia berdiri di pintu, menunggu dengan tenang, dengan sedikit harapan di matanya. Di depan rumah, Gevariel menyeret dua koper besar Chesilia dan Lucy, dia berkata dengan tatapan terkejut: "Kamu tadi bilang, kalau penggantiku ini baru masuk Hell Walker selama tiga tahun?"
"Benar tiga tahun." Lucy berkata, "Dia masuk ke Hell Walker sebelum kamu menghilang, tetapi kamu mungkin belum pernah bertemu dengannya. Sama sepertimu, dia juga sangat berbakat, dan sekarang dia telah menjadi Hell Walker Zero, hanya dalam waktu tiga tahun kekuatannya meningkat dengan pesat, bahkan lebih cepat darimu."
Gevariel mengangguk. Hanya butuh waktu tiga tahun untuk menjadi Hall Walker Zero. Kecepatan ini memang sedikit lebih cepat darinya. Mungkin hanya selisih beberapa bulan saja dengan Gevariel. "Oh, ini menarik." Gevariel menyeringai.
Tak lama setelah itu mereka tiba di depan gerbang rumah. Di depan gerbang, Tobby langsung menyapa Gevariel. Bahkan dia mengabaikan Chesilia dan Lucy, berjalan ke arah Gevariel, menatap lurus ke arahnya, dan berkata, "Kamu adalah Gevariel?"
Gevariel mengangguk dan berkata, "Kamu adalah Tobby, kan? Hell Walker Zero yang baru!" ucap Gevariel dengan sedikit tersenyum.
"Sayang sekali, jika tidak terlalu banyak orang di sini, aku benar-benar ingin bertarung denganmu." Tobby berkata: "Meskipun aku telah menyandang gelar Hell Walker Zero, masih banyak orang di Hell Walker yang berpikir bahwa aku bukan lawanmu. Kurasa aku harus memberi tahu mereka bahwa aku adalah yang terkuat di dalam organisasi ini."
Gevariel mengangkat alisnya sedikit ketika mendengar ini. Kemudian dia menyentuh hidungnya dan berkata, “Sebenarnya, mereka benar, kamu benar-benar tidak bisa mengalahkanku!”
"Benarkah?" Wajah Tobby menunjukkan keinginan untuk mencoba.
“Apakah kalian ingin merobohkan gerbang rumah ini?” Chesilia menatap Tobby, lalu menatap Gevariel dan berkata, “Oke, kamu cepat masuk, aku akan berangkat, ingat semua pesanku, jangan sampai terjadi kecelakaan kali ini, tetap jaga dirimu.”
Gevariel mengangguk.
Tobby meringkukkan bibirnya dan berkata, "Sayang sekali, jika lain kali kita bertemu, aku pasti akan menghajarmu!"
"Lain kali kita bertemu, aku khawatir gelar Hell Walker Zero telah menjadi milikku lagi." Chesilia merasa kawatir, jika mereka berdua terus berbicara, mereka mungkin benar-benar akan bertarung di depan pintu gerbang, jadi dia buru-buru menyeret kopernya dan berjalan menuju mobil.
Tobby menatap Gevariel dalam-dalam, lalu kembali ke mobil, dan kemudian mobil dinyalakan, sekelompok empat atau lima mobil melaju perlahan, dan meninggalkan Komplek perumahan!
Setelah melihat mobil itu pergi, Gevariel juga bergegas menuju rumah.
Tepat setelah masuk ke dalam rumah, Yahya Maulana menelepon.
"Halo!" Gevariel menjawab telepon.
"Hei, Gevariel? Dokter Chesilia sudah meneleponku tadi," Yahya Maulana berkata dengan sopan, "Sepertinya kali ini, aku harus merepotkanmu lagi."
"Tidak masalah, ini sudah menjadi tugasku," kata Gevariel sambil tersenyum.
"Posisi yang telah aku atur untukmu adalah menjadi asisten wakil presiden. Sekarang Amanda adalah wakil presiden perusahaan inti kami, tetapi tidak peduli apa yang dia lakukan, itu tidak akan menjadi masalah yang serius bagi perusahaan, mungkin dia memang hanya bermain-main saja ketika dia di kantor." Yahya Maulana berkata, "Mengenai gaji, menurutmu berapa banyak gaji yang pantas untukku berikan padamu? Begini saja, bagaimana kalau 5% saham dari perusahaan ini?" Tentu saja Gevariel tidak menolak.
Dia tidak bisa menjalankan misi dengan Cuma-cuma, dan memang tidak ada persyaratan yang terlalu kaku di pihak Hell Walker, jadi untuk tips seperti itu sah untuk diterimanya.