
Nevan tertawa kecil saat mengetahui hal tersebut. "Hahahaha... benar, dia tinggal di penjara selama beberapa tahun dan tidak memiliki pengalaman apapun, jadi sudah pasti ketika dia keluar dari penjara menjadi kuli bangunan adalah pekerjaan satu-satunya yang dapat dia lakukan."
Kalya sedikit mengernyitkan dahi ketika mendengar ini, dia tidak tahu apa yang dipikirkan.
Nevan melanjutkan, "Amanda, tolong dengarkan aku, jauhi Gevariel. Kamu sangat cantik, mungkin kamu adalah target selanjutnya."
Gevariel turun dari kereta, dan saat itu sudah lewat jam enam sore. Dia kembali ke rumah, dan Chesilia dan Lucy sedang memasak makan malam. Setelah tiba di rumah, Chesilia menatap Gevariel yang terlihat depresi, "Ada apa denganmu?"
"Tidak apa-apa." Gevariel menggaruk kepalanya dan berkata, "Hanya untuk mengingatkanmu, Blood Rose ada di Kota M."
Saat berikutnya, Chesilia dan Lucy mengangkat kepala mereka pada saat yang sama dan menatapnya. Chesilia berkata dengan heran, "Kamu bertemu dengannya?"
Gevariel mengangguk.
Lucy mendengus dingin dan berkata, "Setiap kali Blood Rose pergi ke kota, dia akan berhubungan dengan seorang pria muda dan kuat sebagai pasangannya. Ohh..aku tahu, kamu terlihat begitu kusut seperti ini, karena Blood Rose tidak tertarik denganmu kan? Bagaimana penampilan Blood Rose sangat cantik kan?"
"Ahaha..sudah aku duga, pasti itu yang terjadi!" Lucy terus meledek Gevariel.
"Bagaimana mungkin? Aku hanya memiliki Dokter Chesilia di hatiku. Bagaimana aku bisa memikirkan wanita seperti itu," celoteh Gevariel.
Chesilia melirik Gevariel dengan tatapan dingin, sementara Lucy bertanya, "Lalu kalau bukan itu, terus apa?"
"Yah, aku bertemu mantan teman sekelas di Kota B, Kalya... dia tahu tentang keberadaanku di kota ini," Gevariel berkata.
Chesilia terkejut. Dia tahu tentang masa lalu Gevariel. Mendengar ini, dia mengubah ekspresinya dan berkata, "Apakah dia mengatakan sesuatu kepadamu?"
"Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya saja anjing di sebelahnya terus mengongong," Gevariel berkata dengan sedikit kesal, "Saat itu, aku pergi dengan Amanda, dan sepertinya Amanda juga telah salah paham, jadi untuk misi pengawalan Amanda pasti akan terganggu, sepertinya dia tidak akan mau bertemu denganku."
Chesilia merenung sejenak, dan tidak mengungkapkan pendapat lebih lanjut. Dia melirik Gevariel dan berkata, "Ayo makan!"
Dia menundukkan kepalanya, dan berkata, "Ketidakadilan ini tidak bisa disimpan selamanya.
Tetapi bagaimanapun juga, Hell Walker tidak akan membiarkanmu kembali untuk saat ini. Setelah masalah di Kota M selesai, kamu dapat kembali ke Kota B dan menyelesaikan masalah ini!" Kata Chesilia dengan sedikit kehangatan di hatinya.
"Aku tahu itu, terima kasih, ya. Ternyata kamu masih peduli sama aku!" Gevariel berkata sambil tersenyum menatap Chesilia.
Chesilia mengabaikan Gevariel, dan setelah makan malam, dia dan Lucy pergi. Tidak ada yang bisa dilakukan sepanjang malam, Gevariel tertidur sampai pagi dan terbangun karena suara panggilan telepon dari Rahmat.
"Halo!" Gevariel menjawab telepon dan bertanya, "Ada apa?"
"Cepat datang ke PT. Amarta, seorang wanita membuat kekacauan di kantor, dan dia mengatakan jika dia adalah Ibu mertuamu, dia juga bilang kalau dia punya saham di sini, jadi dia memaksa kami untuk menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan Bagas.”
"Dia mengaku sebagai ibu mertuamu, jadi kami tidak berani melakukan apapun terhadapnya, jadi tolong segera kesini!"
Gevariel terkejut, dia tidak menyangka Ratna begitu tidak tahu malu, dia pergi ke perusahaan untuk membuat masalah.
"Apakah dia masih membuat masalah sekarang?" Gevariel bertanya.
"Anita sudah berhasil membuatnya sedikit tenang, dia duduk di meja kerjaku" Rahmat sambil tersenyum pasrah.
Gevariel mengangguk. Dia bangun dan mandi sebentar, lalu naik taksi dan pergi ke PT. Amarta! Perusahaan itu cukup normal sekarang, tetapi ketika Gevariel muncul di perusahaan, masih banyak orang yang tidak mengenalinya. Lagi pula, ini adalah pertama kalinya Gevariel muncul di perusahaan sebagai bos.
Ada juga orang yang berinisiatif untuk menyapanya dan memanggilnya bos. Gevariel tersenyum dan mengangguk dengan ramah, dan segera, dia pergi ke ruangan Rahmat. Di pintu ruangan, Rahmat berdiri di sana, melihat Gevariel datang, dia tersenyum kecut dan berkata, "Ahhhh… Bagaimana bisa kamu memiliki mertua seperti itu, Bos?"
"Tidak apa-apa, aku akan mengurusnya, maaf sudah membuatmu kesulitan," Gevariel berkata dengan penuh sesal.
"Masalah ini bukan apa-apa. Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka kamu bisa membangun hubungan dengan Yahya Maulana. Dengan bisnis yang dia berikan, nilai perusahaan akan berlipat ganda dalam tahun ini!" Rahmat berkata sambil tersenyum, dan tidak peduli dengan Ratna di kantor!
Ya, sebenarnya dia juga sedikit iri!
Sebagai perusahaan logistik terbesar di Kota M, dari dulu dia juga ingin menjalin hubungan dengan perusahaan Yahya Maulana, tapi dia tidak pernah berhasil. Tetapi, begitu Gevariel tiba, Yahya Maulana mengambil inisiatif untuk menelepon dan menawari banyak kerja sama bisnis yang cukup menjanjikan.
Gevariel tersenyum dan berkata, "Ini masalah sepele, kamu pergi bekerja dulu, aku akan menanganinya!"
Setelah selesai berbicara dengan Rahmat, Gevariel kemudian mendorong pintu ruangan. Di dalam Ruangan, Ratna sedang duduk di kursi kerja Rahmat dengan sikap seperti bos besar, lalu di sebelahnya juga ada Bagas serta Anita yang duduk di sofa sebelahnya.
Melihat Gevariel masuk, dia memutar matanya ke arah Gevariel dan berkata, "Hemmmm, Gevariel, aku sudah memeriksa perusahaanmu, jadi kamu memang membeli perusahaan ini ketika kamu masih menjadi suami Akness, jadi bisa di katakan bahwa Akness juga memiliki saham di perusahaan ini.
Jadi tandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan kakakku, dan juga aku ingin kamu harus memberikan 50% penghasilan perusahaan ini kepada Akness setiap bulannya!"
Bagas juga berkata, "Ya, Gevariel, kamu tidak bisa melupakan kami begitu saja setelah kamu punya banyak uang seperti sekarang.
Kamu dan Akness telah menikah selama tiga tahun, dan ayahnya menyelamatkan hidupmu. Meskipun kamu sudah bercerai, aku pikir tidak ada salahnya tetap memberikan nafkah kepada keluarga orang yang pernah menyelamatkanmu dan merawatmu selama ini."
"Dengar ya! Seumur hidupku aku belum pernah menemui orang yang tidak tahu malu seperti keluarga kalian..!." Gevariel memandang Ratna dengan setengah tersenyum dan berkata, "Aku membeli perusahaan ini setelah aku menceraikannya. Dan semua ini tidak ada hubungannya dengan Akness, apa lagi denganmu!"
"Apa kamu bilang? Jika kamu tidak mau memberikan 50% sahammu untuk Akness aku tidak akan pergi dari sini, aku akan terus datang ke sini untuk membuat kekacauan!" Kata Ratna sambil mencibir.
Gevariel menghela nafas, menatap Ratna dengan dingin, dan kemudian berkata dengan keras: "Keamanan!"
Segera, beberapa orang berseragam keamanan berlari masuk, dan Ratna melotot dan berkata, "Kamu mau apa? Apa yang kamu lakukan, putriku memiliki setengah dari saham perusahaanmu... Jika kamu berani menyentuhku, aku akan menggugatmu di pengadilan, jangan coba-coba denganku!"
Gevariel meliriknya dengan ringan dan berkata, "Keluar!"
Dia terlalu malas untuk berbicara omong kosong dengan orang yang begitu cerewet.
"Gevariel, kamu sudah keterlaluan. Walau bagaimanapun juga, mereka telah menyelamatkan hidupmu," kata Bagas buru-buru.
"Singkirkan orang ini juga." Gevariel menunjuk ke arah Bagas!
Ekspresi Bagas berubah!
Saat dia berbicara, mata Gevariel perlahan tertuju pada Anita.
Anita tidak bisa menahan sedikit gemetar, dan kemudian, Gevariel berkata dengan ringan: "Kamu bisa mengemas barang-barangmu dan mencari pekerjaan lain, perusahaan kami tidak bisa memperkerjakan orang dari keluarga kalian!" Wajah Anita berubah, wajahnya yang cantik tiba-tiba menjadi pucat!
Anita sangat cantik, dan karena penampilannya, dia sangat bangga dan sombong pada orang biasa.
Dia memandang rendah orang-orang biasa ini, karena dia berpikir jika suatu saat nanti dia akan bertemu dengan calon suami yang kaya raya. Tetapi pada kenyataannya dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa!
Di Kota M, skala PT. Amarta bukanlah perusahaan teratas, tetapi juga merupakan perusahaan yang relatif besar, tidak banyak perusahaan dengan aset ratusan miliar. Lagipula gaji dan tunjangan karyawan di perusahaan ini begitu besar dan seluruh karyawan yang bekerja di sini sudah terjamin kesejahteraannya.
Sejak Gevariel menjadi bos, dia khawatir akan dipecat cepat atau lambat, tetapi sejauh ini Gevariel tidak memecat Anita.
Ya, Gevariel awalnya tidak ingin berdebat dengannya. Selama dia mau bekerja keras, dia tidak akan memperdulikannya. Lagi pula, dia juga tidak terlalu sering datang ke perusahaan ini.
Gevariel pernah melihat orang tak tahu malu sebelumnya, tapi dia belum pernah melihat orang tak tahu malu seperti mereka.
Gevariel benar-benar ingin memutuskan hubungan dengan keluarga ini sepenuhnya, jadi Anita tidak perlu bekerja di perusahaannya lagi.
Mendengar kata-kata Gevariel, wajah cantik Anita menjadi pucat.
Setelah kehilangan pekerjaan ini, akan sangat sulit baginya untuk menemukan pekerjaan lain yang sebanding dengan pekerjaan ini.
Anita menggertakkan giginya, dan kemudian dia mencibir dan berkata, "Gevariel, jangan berpikir bahwa kamu hebat sekarang. Hanya karena mempunyai sedikit uang kamu memperlakukan kami seperti ini! Oke aku akan keluar dari perusahaan sampah ini…kamu pikir aku sudi bekerja di perusahaan sampahmu ini?? Ingat!! Rio pasti akan memberiku pekerjaan yang lebih baik dari pada di sini. …Sepuluh kali lebih baik!"
Gevariel tidak menjawabnya, berbalik dan berjalan keluar dari kantor, dan Ratna masih terdengar berteriak di koridor.
"Gevariel, kamu bajingan, semua orang dengarkan ini, bos perusahaanmu adalah seorang bajingan yang tidak tahu rasa terimakasih!"
"Dia menceraikan putriku dan menelantarkannya saat dia sudah kaya. Sekarang dia membuang kami, orang yang selama ini telah menyelamatkan hidupnya!"
"Dia manusia tidak tahu rasa terimakasih! Dasar bajingan…"
Diseret satpam, tapi tetap berteriak kencang.
Bagas dan Ratna langsung diseret ke bawah, begitu turun, banyak orang yang lewat berhenti.
Johan juga ada di kerumunan. Dia sangat geram sehingga dia tidak tahan lagi.
Dia melompat keluar dan berteriak: "Kamu berani menyebut Gevariel orang yang tidak tahu rasa terimakasih? Gevariel memang diselamatkan oleh suamimu, dan hal itu memang benar, suamimu memintanya untuk menikah dengan putrimu, saat itu Gevariel sedang lupa ingatan karena cederanya, dan dia bahkan tidak tahu kata sandi kartu ATMnya, tapi untuk menafkahi kamu dan putrimu, dia bekerja sebagai kuli bangunan selama 365 hari dalam setahun, bahkan dia tidak pernah istirahat.
Tetapi apa yang kamu lakukan selama ini? Kalian memperlakukan Gevariel layaknya seorang budak, bahkan lebih parah lagi, dan yang paling parah, Putrimu berselingkuh dengan anak orang kaya, dan setelah itu kamu meminta Gevariel untuk menceraikan anakmu, lalu kamu mengusirnya dari rumah yang sebenarnya adalah rumah yang dia beli dari hasil kerja kerasnya selama ini... Kalian benar-benar sampah…." Johan berteriak, "Dulu dia memang tidak punya uang sama sekali, tetapi sekarang setelah ingatannya pulih dan dia ingat jika dia sebenarnya adalah orang yang sangat kaya seperti sekarang ini, kamu dan keluargamu yang tidak tahu malu dengan mudahnya mengatakan jika Gevariel adalah orang yang tidak tahu rasa terimakasih? Dasar manusia sampah!" Johan menatap Ratna dengan penuh kebencian di hatinya.
Mendengar teriakan Johan, tanpa sadar satpam yang menyeret Ratna pun berhenti.