
Iwan menghela nafas lega dan berkata dengan lemah, "Bawa jenazahnya, temukan tempat tersembunyi di pinggiran kota, kubur mayatnya di sana. Jangan khawatir, tidak ada yang akan menyelidiki masalah ini. Dan jangan pernah beritahu siapapun tentang kejadian hari ini. Jika masalah ini sampai bocor, aku tidak akan ikut campur dengan hidup dan mati kalian."
Hendrik mengangguk dengan tergesa-gesa, "Oke, aku akan segera melakukannya!"
"Tunggu sebentar, ada satu hal lagi." Iwan menghela nafas dan berkata, "Cari Monica, minta maaf secara pribadi, dan beli warnetnya dengan harga tertinggi. Berapapun harga yang dia minta, kamu harus membayarnya. Kita benar-benar tidak mampu berurusan dengan orang itu."
Iwan juga terus mengingatkan semua orang untuk tidak membocorkan sekecil apapun informasi tentang masalah ini kepada pihak lain, meskipun kepada keluarga mereka sendiri.
Di mata orang-orang yang mengenal Gevariel, dia tetaplah Gevariel, seorang bajingan yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan diperbudak oleh mantan istri dan mantan mertuanya. Tentu saja, beberapa orang mengetahui bahwa dia memiliki perusahaan logistik di Kota M.
Tapi sekarang, dia hanyalah asisten Amanda, putri pemilik Heliyo Grub.
Setelah makan siang, Amanda masih harus pergi bekerja. Sebenarnya pekerjaannya sangat mudah, dia hanya membaca beberapa dokumen dan menandatanganinya.
Dia juga akan menemukan cara untuk mengatur beberapa hal untuk Gevariel, kebanyakan hal sepele seperti membeli kopi dan hal-hal kecil lainnya.
Tetapi Gevariel akan melakukannya ketika moodnya lagi bagus saja. Tapi kalau moodnya sedang jelek, dia tidak mau melakukan apapun, dan hanya berbaring di sofa, bermain game dengan ponselnya. Amanda selalu memarahi Gevariel, mengatakan bahwa dia menghabiskan uang untuk menyewa seorang pemalas sepertinya. Tentu saja Amanda tidak benar-benar marah terhadap Gevariel.
Jika bukan karena misi menjaga Amanda dari serangan Blood Lotus, pekerjaan ini memang akan sangat menguntungkan! Toh pekerjaannya sangat simpel, dan kamu masih bisa mendapatkan 5% saham Heliyo Grub.
Sepanjang sore itu benar-benar membosankan, pantat Gevariel terasa sakit karena terlalu lama duduk di sofa.
...
Pada pukul empat sore, di sebuah suite di hotel termewah di daerah kota wisata Crane Hill, Blood Rose sedang duduk di dekat jendela, mengenakan gaun merah transparan. Bibir merah menyala, memegang segelas anggur di tangannya, dengan ekspresi menggoda di wajahnya, melihat pemandangan sungai di luar jendela, dengan pesona yang tak terbatas.
"tuttt... tuttt... tuttt!"
Di sampingnya, dia sedang melakukan panggilan telepon. Di nomor telepon, ada sebaris nama bertuliskan Candra!
"Hei, tua bangka tidak berguna ini, aku suruh untuk mencari mangsa untukku, sekarang berani tidak menjawab teleponku, bajingan." Bibir merah Blood Rose bergerak sedikit, dan niat membunuh muncul di matanya.
Di belakangnya berdiri seorang pria paruh baya dengan potongan cepak. Mendengar apa yang dikatakan Blood Rose, dia berkata, "Dengan level Candra, dia tidak akan pernah berani untuk tidak menjawab panggilan telepon dari Anda. Jika dia tidak menjawab sekarang, mungkin dia masih ada sesuatu yang masih dia kerjakan. Tapi aku khawatir jika dia sekarang dalam bahaya."
"Apakah kamu sudah menemukan mayat Ezra?" Tanya Blood Rose.
"Yah, aku menemukannya. Dia terbunuh hanya dengan satu kali serangan. Kemampuan lawan jauh melampaui Ezra," Orang di belakang berkata: "Ini berarti orang yang melakukannya kemungkinan berada di peringkat sepuluh besar Hell Walker. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan dia terbunuh oleh pembunuh top lainnya.
"Lalu bagaimana dengan di sini? Apa yang dikatakan Yahya Maulana?" Blood Rose bertanya lagi.
"Misi kita yang utama adalah untuk mengontrolnya dengan cara menculik Amanda sebagai sandera..." Berbicara tentang ini, orang di belakang berkata dengan suara yang dalam: "Selama ini, Hell Walker telah menghantui Kota M. Belum ada kesempatan untuk menyerang." "Emm dan juga..."
Orang yang ada di belakang itu merenung sejenak dan berkata, "Selain itu, dua orang tewas di Kota B beberapa hari yang lalu. Mereka adalah orang-orang yang berpartisipasi dalam pertempuran tiga tahun yang lalu. Sekarang diduga bahwa Hell Walker...”belum sempat menyelesaikan ucapannya Blood Rose menyela pembicaraan pria paruh baya di belakangnya.
"Oke, aku tidak akan ikut campur tentang Yahya Maulana. Kamu dapat memutuskan sendiri, lagipula, dia bukan orang yang hebat. Meskipun Ezra telah meninggal, tapi sekarang kalian masih punya dua pembunuh peringkat merah dan empat pembunuh peringkat biru, sepertinya itu sudah cukup untuk berhadapan dengan Hell Walker."
"Blood Rose berkata dengan ringan, "Tujuan kunjunganku ke Kota M kali ini, selain berlibur, tapi juga untuk melihat apakah aku dapat menemukan berita tentang kotak itu. Kotak itu dibawa pergi oleh Hell Walker Zero.'
'Maksudmu, Zero mungkin belum mati?' Ekspresi pria di belakangnya sedikit berubah dan dia berkata, 'Dan dia saat ini berada di Kota M?'
Ya, pria paruh baya yang berada di belakang Blood Rose sedikit ketakutan!
Gevariel membawa ketakutan tanpa akhir ke dalam organisasi mereka setelah pertempuran besar tiga tahun yang lalu, dan bahkan menyebabkan pemimpin mereka, Erik Abian, tidak berani muncul sampai sekarang. Dia bersembunyi di tempat yang tidak ada orang yang tahu tentang keberadaannya saat ini, termasuk orang-orang di Blood Lotus itu sendiri! Saat itu, Gevariel pernah berkata bahwa dia akan memenggal kepala anjing Erik Abian.
"Ya, mana aku tahu?" Blood Rose menjilat bibirnya dan berkata, "Sebenarnya, pria seperti itu layak untuk dikejar. Jika aku bisa tidur dengannya, itu akan lebih menarik."
Setelah selesai berbicara, dia berbalik dan berkata, "Kamu bisa pergi jika tidak ada hal penting yang ingin kamu bicarakan lagi. Jangan ganggu aku, dan jangan biarkan orang lain tahu bahwa aku telah tiba di Kota M."
...
Pukul empat sore, pintu kantor Amanda didorong terbuka, dan dua sosok cantik masuk ke kantor. Mereka adalah Kalya dan Diva. "Aku akan segera pulang kerja," Amanda berkata sambil tersenyum, "Tunggu sebentar." Ketika Kalya dan Diva melihat Gevariel, Diva mengerutkan kening dan bertanya, "Mengapa kamu ada di sini? Amanda, bukankah aku sudah memberitahumu kemarin? Jangan dekat-dekat dengan anak ini, dia adalah pemerkosa!"
Gevariel mengerutkan kening, dia menatap Diva dan berkata, "Ada apa denganmu?"
"Hmph, aku hanya ingin Amanda tahu siapa kamu yang sebenarnya," Diva mencibir.
Gevariel tidak memiliki kesan apa pun tentang orang ini, bahkan dia tidak mengenal si cewek resek ini, atau mungkin saja dia adalah teman baru Kalya.
“Siapa sih orang ini? Ngak jelas banget, kenal juga enggak, mending kalau cantik...” Gevariel berkata dengan ekspresi wajah yang menghina.
"Kamu ..." Diva sangat marah sehingga dia memelototi Gevariel. Kemudian dia diabaikan oleh Gevariel. Amanda dengan cepat mengubah topik pembicaraan dan berkata, "Ngomong-ngomong, di mana Kak Nevan? Kok tumben kalian tidak pergi bareng?"
Tetapi Kalya tidak menanggapi pertanyaan Amanda, tapi malah menatap Gevariel dan berkata, "Aku ingin ngobrol berdua denganmu." Gevariel menatapnya dengan santai dan menjawab, "Oke."
Diva berkata dengan cemas sambil menatap Gevariel: "Kalya, jangan pernah berduaan dengan orang ini, dia telah merusak adikmu."
"Ngak usah khawatir, aku bisa jaga diri." Kalya menatapnya.
Gevariel mengabaikan Diva, dan berjalan menuju pintu bersama dengan Kalya. Mereka berdua mencapai tempat yang sepi di dalam kantor. Kalya mengerutkan kening dan berkata, "Gevariel, apa yang baru saja kamu katakan sedikit keterlaluan. Orang tua Diva adalah orang yang berpengaruh. Kamu sudah beruntung bisa punya pekerjaan yang layak di sini, jangan sampai hilang pekerjaanmu hanya karena salah bicara. Dengan kekuatan keluarga Diva, Om Yahya pasti akan memecatmu."
Dia berkata lagi: "Tapi jangan khawatir, aku memiliki hubungan yang baik dengan Diva, dan aku akan memberitahunya nanti, supaya kamu tidak mendapatkan masalah yang serius karena telah menyinggungnya."
Gevariel mencibir di dalam hatinya, dan mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh.
Melihat penampilan Gevariel, Kalya mengerutkan kening dan berkata, "Gevariel, jangan selalu membuat masalah, meskipun kamu tidak bisa kembali ke dalam keluarga besarmu, tapi di sini, di perusahaan Om Yahya, kamu masih bisa hidup lebih baik dari pada orang biasa. Sekarang setelah kamu keluar, hiduplah dengan baik, dan jangan membuat masalah lagi!"
Gevariel menghela nafas. Jelas, Kalya masih tidak percaya padanya. Gevariel tidak menjelaskan apa-apa, mengerutkan kening dan berkata, "Kamu mengajakku ngobrol berdua hanya karena masalah ini?"
Kalya buru-buru menjawab, "Enggak, setelah kita ngobrol kemarin, tiba-tiba aku kepikiran sesuatu." Kalya berkata, "Sebenarnya kamu suka sama aku kan dari dulu? Sebenarnya aku tau akan hal itu," Gevariel tercengang mendengarnya.
Pada saat ini, Kalya berkata lagi, "Tapi kamu harus mengerti sekarang, jika kita memang tidak mungkin bersama. Kemarin kamu juga bilang, kalau kamu bisa membantuku. Setelah memikirkannya, aku merasa jika aku harus menjelaskan ini sama kamu! Kamu tidak usah ikut campur mengenai pernikahanku dengan Nevan. Kamu sekarang sudah keluar, jadi aku mohon jangan melakukan hal bodoh demi aku. Meskipun aku tidak ingin menikah dengan Nevan, tetapi jika aku menikah dengannya, aku masih bisa hidup enak dan mapan, dan dia juga sudah janji sama aku, kalau dia tidak akan mengganggumu lagi."
Mendengar ini, Gevariel menghela nafas! Bisa ditebak, betapa sulitnya dia mengubah pandangan orang-orang ini terhadap dirinya! Bahkan Kalya, yang menurutnya memiliki hubungan terbaik dengannya saat itu, masih tidak mempercayainya.
Jadi, Gevariel tidak membantah, tetapi hanya mendengarkan dengan tenang. Adapun kesalahpahaman, dia sudah lama terbiasa dengan hal-hal remeh seperti ini.
Kalya menatap wajah Gevariel yang tenang, lalu melanjutkan, "Ada lagi yang ingin aku omongin sama kamu."
Kemudian, dia menatap Gevariel dan bertanya, "Bisakah kamu meminta dokter kenalanmu itu untuk membantu kakekku?" Gevariel menatapnya.
Gevariel pernah bertemu kakeknya Kalya, tapi kakeknya tidak begitu suka dengan Gevariel. Dia merasa bahwa orang tua Gevariel hanya memiliki sedikit aset dalam dunia bisnis, dan dia bahkan tidak mau jika Kalya dan Gevariel berhubungan terlalu akrab. Dan ditambah lagi, setelah insiden antara Gevariel dan Adiknya Kalya terjadi, kakeknya Kalya berharap bisa menguliti Gevariel hidup-hidup.
"Dokter Chesilia sudah pergi meninggalkan Kota M. Dan ke mana dia pergi, aku juga tidak tahu," kata Gevariel.