HELL WALKER

HELL WALKER
Bab 35 : Dia adalah Pemerkosa



Di pintu keluar bandara, tiga orang memandang Gevariel dengan ekspresi berbeda.


Ada sedikit sarkasme dan penghinaan tergambar di wajah pria itu.


Di sampingnya, berdiri seorang gadis mengenakan sepatu bot dan sedikit cemberut, wajahnya tidak terlalu cantik, dan dia tampak marah.


Lalu di sebelahnya lagi, ada seorang gadis dengan rambut panjang tergerai, mengenakan gaun putih panjang, wajahnya tampak cantik dan menawan, namun saat menatap Gevariel, ada ekspresi yang rumit di wajahnya.


"Kakak, apakah kamu kenal Gevariel?" tanya Amanda dengan heran. Kalya tidak berbicara, tetapi pria di sebelahnya berkata dengan cara yang aneh: "Tentu saja kita kenal, dia adalah putra keluarga kaya di Kota B." Amanda menatap Gevariel dengan heran.


Keluarga kaya di Kota B? Jika Gevariel berasal dari keluarga kaya di Kota B, masuk akal jika ayahnya bersikap sopan kepadanya. Hanya saja dia tidak bisa mengetahuinya. Bahkan dia pernah meminta seseorang untuk menyelidiki masa lalu Gevariel. Tetapi tidak ada informasi apapun yang didapatkan, hanya informasi jika Gevariel pernah menjadi seorang kuli bangunan.


Masak iya seorang anak keluarga kaya dari Kota B menjadi seorang kuli bangunan? Banyak pikiran tentang Gevariel di dalam kepalanya saat ini.


Pada saat ini, pria itu berkata lagi: "Sembilan tahun yang lalu, dia adalah anak orang kaya di Kota B, tapi mengenai reputasinya sekarang… Hehe!" Alis Gevariel berkerut erat! Hal ini terkait mengapa ia bergabung dengan Hell Walker.


Gevariel berasal dari keluarga orang kaya di Kota B, namun dibandingkan dengan saudara-saudara orang tuanya, Orang tua Gevariel tidak sekaya mereka.


Tetapi masih bisa di bilang keluarga menengah ke atas.


Terlebih lagi, pada saat itu, Gevariel memiliki prestasi yang cukup bagus dan sangat dihargai oleh para tetua di keluarganya.


Tetapi ketika Gevariel berusia 18 tahun, terjadi sebuah pristiwa yang mengemparkan. Dalam pristiwa itu, Gevariel ditempatkan di tiang rasa malu, dan bahkan menghadapi hukuman penjara.


Pada saat kritis, dia ditipu oleh seorang lelaki tua dan dibawanya masuk ke dalam Hell Walker!


Namun di mata orang-orang Kota B dan di mata keluarganya sendiri, Gevariel masih berada di dalam penjara.


Dari tiga orang di depannya, Gevariel mengenal dua dari mereka. Kalya, teman sekelasnya selama enam tahun di SMP, SMA, dan juga pernah masuk universitas yang sama, tetapi Gevariel keluar dari universitas tidak lama setelah masuk.


Dan laki-laki yang sombong itu, bernama Nevan, orang yang tergila-gila pada Kalya. Orang ini begitu benci terhadap Gevariel, Nevan membenci Gevariel karena Gevariel begitu dekat dengan Kalya saat mereka kuliah dulu. Dia bahkan pernah menyuruh orang bayaran untuk memukuli Gevariel selama kuliah.


Saat itu, Gevariel belum bergabung dengan Hell Walker. Belum berlatih ilmu beladiri juga. Tentu saja dia selalu babak belur dihajar orang-orang suruhan Nevan kala itu.


Pada saat itu, Kalya tampaknya tidak terlalu tertarik pada Nevan, dan Gevariel tidak menyangka bahwa setelah sembilan tahun, keduanya akan muncul bersama di Kota M.


Adapun Kalya, Gevariel dulu pernah memiliki perasaan padanya. Lagipula, dia memang sangat cantik, dan keduanya sudah saling kenal sejak SMP, tapi Gevariel tidak pernah menunjukkan perasaannya.


Latar belakang Kalya sangat bagus. Selain itu, dia sangat cerdas, kebetulan Gevariel dekat dengannya saat itu. Sampai sesuatu terjadi pada Gevariel. Dia menghilang dari Kota B, semua orang mengira dia di penjara sampai saat ini.


Ekspresi Gevariel kembali tenang setelah beberapa saat terheran-heran. Dan Amanda berkata dengan rasa ingin tahu: “Di penjara? Memang kasusnya apa?"


Gevariel adalah anak dari keluarga kaya, tetapi saat itu Gevariel telah dianggap sebagai aib keluarga. Perusahaan yang dikelola bersama oleh seluruh keluarga besar Gevariel mengalami kerugian besar karena semua yang pernah dia lakukan. “Jadi seluruh keluarga besar Ayah Gevariel memutuskan hubungan persaudaraan di antara mereka. Dia adalah seorang pemerkosa!” Nevan berkata dengan ekspresi yang mengejek.


Begitu kata-kata itu keluar, Amanda terlihat begitu terkejut.


Ekspresi Kalya menjadi lebih rumit.


Gevariel mengerutkan kening. Dia mengabaikan kata-kata Nevan, melirik Kalya, dan berkata dengan tenang: "Aku dijebak.”


Kalya tidak menanggapi sama sekali, lalu dia menggelengkan kepalanya dan berkata: "Sudah berakhir, aku tidak peduli lagi." Gevariel mengangguk.


Sudah cukup baginya untuk menjelaskan. Apakah Kalya percaya atau tidak, itu tidak penting. Selama sembilan tahun, sedikit kasih sayang itu telah terkubur jauh di dalam hatinya.


Melihat suasana canggung, Amanda terbatuk kering. Dia berkata: "Ayo pergi dulu, mobilnya diparkir di luar." Kalya mengangguk dan berjalan menuju luar bandara.


Setelah mengambil dua langkah, dia tiba-tiba berhenti dan berkata, "Gevariel, ada sesuatu yang harus kita bicarakan dengan Amanda, jadi kamu tidak usah mengikuti kami!" Amanda mengerutkan kening, tetapi tidak berbicara.


Gevariel mengangkat bahunnya dengan acuh tak acuh. Di sebelahnya, Nevan menatap Gevariel dan menunjukkan senyum puas. "Benar apa yang dikatakan Kalya, kamu tidak pantas berjalan dengan kita, apa lagi dengan pakaianmu yang seperti itu," Nevan berkata sambil mencibir.


Kalya bahkan tidak berbalik. Setelah mengatakan itu, dia langsung berjalan keluar. Amanda menunjukkan senyum minta maaf kepada Gevariel, dan kemudian berlari keluar.


Nevan melihat ke Gevariel dan berkata sambil mencibir, "Kupikir kamu akan menghabiskan seluruh hidupmu di penjara, tapi aku tidak menyangka kamu akan keluar hanya dalam sembilan tahun. Aku akan memberitahumu sesuatu, Kalya dan aku sudah bertunangan. Tapi tidak penting juga sih.. memberitahumu, orang sepertimu tidak lagi berada di dunia yang sama dengan kami." Setelah selesai berbicara, dia meninggalkan pandangan menghina di matanya dan langsung berlari keluar.


Melihat punggung beberapa orang, Gevariel menggosok hidungnya dan berkata, "Memang benar kita bukan dari dunia yang sama."


Tetapi ketika dia menjalankan misi di Kota M, dia terluka parah dan kehilangan ingatannya, dan tiga tahun berlalu dalam sekejap.


"Setelah urusan di sini selesai, aku harus kembali. Ada beberapa hal yang benar-benar perlu diselesaikan." Gevariel menggosok hidungnya dan berkata, "Dan aku sudah sembilan tahun tidak bertemu dengan kedua orang tuaku."


Setelah selesai berbicara, berjalan menuju stasiun kereta cepat.


Setelah membeli tiket, dia masuk ke subway, tidak banyak orang di subway, jadi dia mencari tempat duduk secara acak dan duduk.


Setelah beberapa saat, matanya tiba-tiba sedikit menyipit. Dia melihat sosok wanita yang ia lihat waktu di bandara tadi, penampilannya yang begitu seksi dan menggoda menarik banyak perhatian orang-orang yang berada di subway kreta cepat saat ini. Siapa lagi kalau bukan Blood Rose.


"Dia juga di sini!" Suara Gevariel membawa sedikit antisipasi.


Dia adalah pembunuh teratas di Blood Lotus, mungkin kekuatan tempurnya setara dengan Hell Walker peringkat 15 sampai 20.


Kehidupan pribadinya agak gila, dan dia selalu ingin berhubungan dengan beberapa pria muda dan kuat.


Jelas, Gevariel sebenarnya sedikit agak berdebar jika harus berhadapan dengan wanita cantik dan seksi seperti dia.


Blood Rose mengangkat kacamata hitamnya, mengeluarkan ponselnya, dan mulai mendekati Gevariel. "Pria tampan, apakah kamu dari Kota M?" Pada saat itu, Blood Rose menyentuh bahu Gevariel dengan jari-jarinya yang ramping dan putih.


Gevariel menatapnya, dia telah melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan wajahnya yang sempurna tanpa cacat. "hah, bisa dibilang begitu ... memangnya kenapa?" ujar Gevariel dengan dingin.


Melihat Gevariel menoleh, dia tersenyum manis. "Nah, ini pertama kalinya aku di Kota M. aku tidak tahu wisata menarik apa yang ada di Kota M. Bisakah kamu merekomendasikan beberapa destinasi wisata yang ada di kota ini? Meskipun ada beberapa di Internet, tapi aku pikir rekomendasi dari orang asli sini pasti jauh lebih uptodate," kata Blood Rose.


Gevariel dengan jujur memberinya beberapa rekomendasi. Setelah berbincang sebentar, Blood Rose tiba-tiba berkata, "Apakah kamu tahu banyak hal tentang kota ini? Kalau begitu kenapa kamu tidak menjadi pemanduku saja selama aku di sini?" Setelah berbicara, dia tersenyum lagi dan berkata, "Bagaimana, apa kamu mau menjadi pemanduku?!" ucap Blood Rose dengan sedikit menggoda.


Lalu Gevariel menganguk dan berkata, “Oke..aku mau menjadi pemandumu.” Setelah mendengar kata-kata Gevariel, ekspresi Blood Rose sedikit tertegun, dan kemudian senyum perlahan menghilang dari wajahnya, dan nada suaranya tidak lagi menggoda seperti barusan, dia malah berkata dengan ringan: "Lupakan saja, aku akan bermain sendiri!"


Gevariel tercengang! Apa yang sedang terjadi?


Pada saat ini, Blood Rose berkata dengan ringan: “Hmph, pria sepertimu benar-benar sangat membosankan, aku pikir kamu akan sedikit jual mahal, ternyata kamu sama saja dengan laki-laki pada umumnya!” Dia mengenakan kacamata hitamnya dan bahkan tidak melihat ke arah Gevariel.


Jadi meski memiliki fantasi yang gila, dia tidak terlalu menyukai seorang pria yang mudah tertarik padanya, dia lebih suka dengan pria yang cuwek dan semacamnya.


Melihat ekspresi Gevariel yang agak kusut, sudut mulut Blood Rose menunjukkan senyum menghina secara tidak sengaja.


Dia sangat menikmati perasaan ini, menikmati kesenangan merayu seseorang, membuat orang berpikir bahwa mudah untuk mendapatkannya, dan kemudian menolak orang itu.


Gevariel secara alami memperhatikan senyumnya, dan mengutuk dalam hatinya:


"Dasar wanita psikopat!"


Blood Rose jelas tidak ingin berbicara dengan Gevariel lagi. Dia memakai kacamata hitamnya, mengeluarkan ponselnya, dan mulai bermain.


Gevariel mengutuk dalam hatinya: "Jika bukan karena banyak orang, apa lagi kamu dari Blood Lotus, sudah pasti aku akan membunuhmu, membacokmu sampai mati"


Pada saat yang sama, dia melirik Blood Rose, mencibir di dalam hatinya dan berkata, "Karena kamu telah datang ke Kota M, cepat atau lambat aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan membuat hidupmu di sini seperti di neraka!" Tentu saja, dari sudut pandang Blood Rose, matanya terlihat menginginkannya, dan senyum menghina di sudut mulutnya menjadi lebih intens.


Kereta cepat bergerak maju perlahan... ...


Sementara itu, di tempat lain, Amanda sedang mengendarai mobil, membawa Kalya dan yang lainnya untuk makan malam.


Amanda bertanya dengan ekspresi ingin tahu di wajahnya, "Ngomong-ngomong, mengapa kamu mengatakan jika Gevariel adalah seorang pemerkosa? Aku tidak percaya kalau dia orang yang seperti itu, dia pernah menyelamatkan ayahku, bahkan ayahku sangat menghormatinya."


"Sembilan tahun yang lalu, dia pernah mengajak adik Kalya keluar untuk makan malam, lalu dia memberi obat tidur ke dalam makanan adiknya Kalya, setelah itu dia memperkosanya di sebuah hotel," ujar Nevan dengan ekspresi marah.


"Jika dia menyukai Kalya, dia bisa mengejarnya, bukan malah melakukan hal menjijikan seperti itu kepada adik Kalya. Kamu adalah seorang gadis cantik dan baik, aku menyarankanmu untuk menjauh darinya, dia orang yang berbahaya." Nevan terus berkata buruk tentang Gevariel.


Amanda terkejut, menatap Kalya dan bertanya, "Kakak, apakah ini benar?" Kalya tetap diam saja. Tanpa berkata apa-apa, dia terus melihat keluar jendela, dan hanya sedikit mengangguk.


"Orang seperti ini harus dihukum seumur hidup. Aku khawatir jika suwatu saat dia akan mengulanginya lagi," ujar Nevan. "Kamu juga lihat sendiri kan? Kalau dia tidak berani pulang ke Kota B, sekarang dia malah tinggal di Kota M. Ngomong-ngomong, Amanda, bagaimana kamu bertemu dengannya? Dia bekerja di perusahaanmu?"


Amanda dalam suasana hati yang rumit, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, saat itu kebetulan aku bertemu dengannya. Waktu itu dia sedang bekerja di lokasi konstruksi, melakukan pekerjaan seperti memindahkan batu bata,meng angkat semen pokoknya kerja kasar gitu lo"