
"Krinng....kringgg "Suara bel keras, menusuk telinga, membuatku harus segera melupakan semua yang berputar-putar di benakku.
Kelas itu seperti neraka dimana harus melihat orang-orang yang menyebut diri mereka temanku, menyebut semuanya berdasarkan kata 'Pertemanan' bahkan mereka semua itu egois, melihat seseorang dari fisiknya, seberapa pamor orang itu. Saya hidup di lingkungan orang-orang rasis ini, tidak ada yang normal di kelas ini.
Hanya beberapa orang yang cukup untuk di kata norma atau waras di kelas ini. 'Aneh !' orang-orang ini merasa hebat, suka membulat onar, melakukan hal-hal konyol, rakus akan setatus sosial.
"Yang gila suka untuk membully yang waras".
Mengikuti hal-hal bodoh yang ada di internet, mereka bilang "Ini keren", mereka melakukan itu semua semata-mata untuk mendapatkan ketenaran, tentu agar mendapat perdikat anak keren.
Saya sebenarnya muak dengan oang-orang seteres ini. Dengan tinggi hati mereka semua bicara besar tentang semua hal, mereka manusia egois, bahkan mereka hanya pembual yang hanya omong kosong.
Jika tidak cukup pintar bisa saja saya menjadi bagian dari mereka, cukup pura-pura baik dan sedikit terlihat mendukung mereka, maka saya aman dan tidak menjadi bahan olok-olok maupun bullyan. Kehidupan remaja ini sangat kejam, aku tidak akan kuat jika jadi korban. Lebih baik main aman dengan berpura-pura dipihak mereka.
_______//////____________
Memandang sisi lain dunia ini , dunia yang penuh orang egois didalamnya, hamparan langit cerah dengan guratan awan tipis.Pesawat tampak melintas diantara gugusan awan, seperti ikan yang berenang dalam ombak.
"Hey...."Sapa lembut Rose saat aku duduk tenang memandang keluar jendela, wanita yang selalu mengejar-ngejar ku, sangat cengeng, hanya bisa mengeluh, selalu menjadi beban bagi yang lain .
"Rose bisa nggak? Jauh-jauh dari gue !" Jawabku dingin.Orang ini banyak tingkah, sangat menyebalkan, tidak tahu malu.
"Aku mencintai mu. Mana mungkin aku menjauh darimu."Rose
Obsesi Rose dan perilaku rendahan nya itu, apa ia tidak sadar kelakuannya yang seperti ******* itu sangat menjijikkan. Bisa-bisanya seseorang merendahkan dirinya sendiri demi sesuatu kata 'cinta' satu kata yang begitu menggelikan di telingaku, manusia naif yang percaya cinta dan kebahagiaanya.
Rose sangat percaya diri, bahkan bicara dengan lantang "Kamu tidak mencintai nya, itu jelas di matamu! Jadi aku punya hak atas dirimu !"
"Terserah"
Itu..masalah hidupku tentang wanita. Dikejar-kejar orang aneh seperti Rose, Dila yang hanya sebatas kata 'pacar'. Dan singa gurun itu.
'Rose hanya hama, orang yang paling tidak tahu malu di dunia, egois, sok cantik. '
Tapi....
Itu juga salahku terjadi sebelum aku dan Dila, niat hati hanya ingin mendapat jawaban PR setiap ada PR Fisika pelajaran paling pening. Rose itu mudah ditipu, hanya dengan dengan sok-sokan baik, dan membuat sedikit gurauan basi. Aku juga tidak berharap lebih darinya, tapi ia terlalu pede, maklum Rose itu terlalu bodoh ia selalu dimanfaatkan teman-temanya selalu jadi kambing hitam saat yang yang lain melakukan kebodohan, mereka enggan menanggung akibat dari kesalahan yang mereka sengaja buat lalu dengan mudahnya membuat semua seolah-olah salah Rose.
Dia pikir ia sepesial, tidak lah ia bercermin ia itu terlalu naif, dunia ini bukan hanya tentang kebahagiaan, bukan tentang cinta, dunia ini berputar sesuai jalan takdir.
Rosela Lavita
Adila Tamra