
kehidupan rumah, baru sampai. Melihat sudah ada mobil ayah dan kakakku sudah buat malas, bau-bau mencurigakan. Tentu aktifis seperti biasa mandi makan lalu belajar main Hp tidur ! Dirumah aku bukanlah orang neko-neko hanya di sekolah aku merubah sedikit sikapku, Tantu itupun sekedar formalitas. Dan inilah Fyan Akyasa Dwijaya tentu ini diriku yang aslinya, anak ibu yang penurut, maksud ku !Di rumah aq tidak perlu sok-sokan, 'Setidaknya jika aku tidak berguna, aku juga jangan sampai jadi beban '
Meja makan penuh, tentunya karena kehadiran dua orang canggung ini, ayah dan kakakku, cara mereka makan cara bicaranya bahkan berpakaian pun 11-12.
"Fyan.....! Bagaimana kau sudah putuskan tema hari ulangtahun mu ?"-Ayah
"Ya elaah.....kayak bocah aja! Nggak usahlah, nggak di rayakan, juga nggak mati !"-Cetusku judes
"Hey punya mulut dijaga !"-Sahut kakakku mengebrak meja, dan ibu langsung menenangkan nya.
"Fyan ini ulang tahunmu yang ke-19 itu artinya anda sudah dewasa! Biarkan dunia mengenai mu"-Ayah kembali bicara.
"Terserah kalian saja! " -Jawabku memainkan sendonk aku betul-betul tak perduli, bisa-bisa lupa umur anak sendiri, aku baru akan 18tahun.
"Sungguh, yha kau begitu pesta minum teh saja. Bagaimana ?"-Ayah
Aku :"Yha.......iya "
Kakak :"Kau siap saja teman, yang kau
undang ?Kau undang pacarmu ?
Ayah :"Sejak kapan kau, pacaran ?"(kaget)
Aku :"Aku dah putus !"
Derel :"Fey !"(berbisik cekikikan). Sepontanitas menendang kakinya.
"Anak, Tuan Yamaka Ditama! Benarkan." Kakukku bicara dengan santainya dengan tetep makan.Bisa-bisanya ia tau soal sedetail itu.
"Oh..... pintunya Tuan Yamaka! Terakhir bertemu lima tahun lalu!"-Ayah
Tunggu itu berarti, sebelum aku kenal sigan gurun itu, bangaimana-bagaimana ceritanya.
"Undang anaknya Tuan Yamaka, anyahnya sudah banyak membantu kita !"
" Maksudnya ayah ?"- Derel mengerutkan alis, raut muka yang bergiat penasaran.
"Waktu itu perusahaan terkenal, ada sedikit masal. Kau masih kecil waktu itu!"- Ayah tertawa kecil pada adikku.
Waktu itu, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman, tersangkut bereberapa masalah, dari situsnya yang kena hack, dituduh melakukan kerjasama dengan mafia dalam memabanatu penyelundupan narkoba. Saat itu Derel memang masih kecil kami sekeluarga kompak menutupi masalah itu darinya. Ternyata detektif yang disewa adalah ayah Fey.
"Undang, Roy Narayan , Johan Mahardika, Za'Fano Zayn Nawindra, Samuel Jhataya." Ucapku, hanya empat orang itu yhha meski Sam itu kadang bandel dan agak keterlaluan.
"Gua kira, teman lu banyak !"Kakakku, menang banyak yang ku kenal tapi sebenarnya itu tidak pas untuk menyandang gelar teman .
"Lalu Dila? Kapan kalian putus? "Tanya ibuku
"Tadi sore."Ucap ku santai memang aku tak perduli, aku nggak bakal nyesel.
Keluarga hangat, keluarga yang normal. Sama seperti dulu, dan berubah lambat laun sikap ayahku yang mengatur-atur seiring bertambah dewasa satu-persatu putranya. Ayahku hanya mencoba untuk membuat jalan yang mulus dikemudian hari, terutama aku bukan Karana aku anak kesayangan bukan karana aku lebih cerdas ataupun lebih tampan dari saudaraku. Karana aku lahir dengan takdir 5pilar ini, jika aku cerboh sedikit dunia dan manusia taruhannya. Aku belum tahu tugas ku sebenarnya, orang suci yang bilang tentang aku bagian 5pilar dan takdir luar biasa. Sudahlah selama ini aku hanya mencoba melindungi jati diri dan kekuatanku, bahkan aku jarang menggunakannya hampir tidak malah.