
"Makan nak !"Ucap Ibu padaku yang baru saja pulang.
"Iya....bu !"
Kami bertiga bisa makan bersama. Berbincang masalah hari ini, atau sekedar membahas masa depan dan beberapa-kelakuan buruk ku.
"Ibu....aku merasa dekat dengan tujuanku, aku sangat bahagia !"
"Hemm...kamu yakin? Lebih baik jangan biarkan semua berjalan dengan sendirinya !"-Kata ibuku, hemmmm ibuku selalu sesimpel itu hidupnya, "Ikuti takdirnya"Kadang aku bosan mendengar ocehannya.
"Ibu.....aku sudah besar, urus saja DEDEK Derel gendong dia, suapi dia !"-Oceh ku menggoda adik ku.
"Apa sih ! umurku sudah 14 tahun aku ini kesayangan mama !"Jawabnya sambil marah-marah, memukul-mukul meja makan, bicara panjangĂ—Lebar tentang kehebatannya.Padahal otak adikku itu gesrek, saat marah adikku itu lubang hidungnya bertambah besar kembang-kempis, dan itu aneh sekaligus lucu.
"Hemmmm, bulan depan umurku 18 tahun, Wek.......e'lo masih bocil !"(Menjulurkan lidah )
"Apa kamu, nggak pengen cari pacar !"Sahut mamaku, membuatku tersedak saat mendengarnya.
"Kan Fyan udah ada Dila, Dila itu cantik loh mah !"-Ucapku menjelaskan pada mama ku.
"Heh.....kalo bisa cara wanita yang baik, sopan, lembut, perhatian.Cantik, semua wanita di dunia ini cantik !" Eluh mamaku melipat tangannya di atas meja makan.
"Hoo....dengerin, jangan anu mulu !"- adikku sewot nyorcos
"Ah...mama, ngak seru.Males mending Fyan tidur !"
Yyy....begitu lah mama ku, orangnya berfikiran simpel, namun hobinya menyulitkan hidup orang.Mama ku selalu bicara soal takdir, "Takdir itu kehendak Tuhan ".Namun prinsip ku bukan begitu ,aku percaya takdir namun manusia berhak menentukan jalan hidupnya .Takdir itu nyata namun manusia bisa mengubahnya.
"Oy....."-Adikku yg tiba-tiba masuk kamarku.
"Hemmmmm"Jawabku yang sibuk membaca komik.
"Hey.....Fey !"-Ucap si bocah tengik, sembarangan menyebut nama itu.
"Apaa....sih.....gaje !"-Ucapku langsung melirik tajam Derel yang rebahan santuy di ranjang ku.
Derel :"Fey......siapa kak? Mantan terindah?"
Fyan :"Matan gundul mu.Fey siapa ?Hhhh ngak kenal ."(Kebohongan besar )
Gusti kok bocil ini bisa tau ?Apa buku diary udah dibaca.Buset isinya tu buku bucin semua .Kata-kata puitis ku !(batinku yg sebenarnya panik)
Derel :"Mazak ...!!!!, Fey siapa? Fey .....Fey malaikat cantik, ooohhh siapa gerangan dikau Fey? "Menyenandungkan kata itu berulang kali membuatku panas mendengarnya.
Fyan : "Baco*......nggak kenal Fey-Fey itu anak kingkong mana ?"
Sumpah aku langsung sekakmat.Aku antara percaya-tidak percaya sama ni bocah.
Derel:"Fey .....Hhhh....ha....kejar aku. Wey cewek gila ."(sambil cekikikan )
Fyan :"Berisik.....Baco*.....Nggak mungkin gua nglindur kayak gitu !"(meninggikan suara)
Derel semakin tertawa terbahak-bahak saat ia menyetel rekaman suaraku, Dan memang ternyata aku nglindur mangil-mangil sisinga gurun itu.Wajahku memerah aku ini sadar aku mencintainya ,namun apa gunanya mencintai wanita gila itu, singa gurun.Aku yakin perasaanku akan luntur dengan sendirinya.
"Hehe.......Masih ngeles ....Haduh perutku sakit ,aduh ....!"-Derel
"Jangan bilang-bilang Fey itu cuman teman sekelas Gau, siap aja yang tau ?Pokonya jaga rahasia ini. Ntar gua traktir bakso !"-Ancam ku
"Belum ada yang tau, baru aku sama Kak Satya !"
Satya itu kakak ku, kami tiga bersaudara dan hanya kakak orangnya penurut, tidak banyak bicara, dingin ,selalu serius, sika ngatur-ngatur. Pokonya sifat kakak itu sama persis seperti ayah hanya bekerja-bekerja dan bekerja, kadang aku berfikir kenapa mama mau sama ayah? Mama terlalu baik untuk ayah.
"Kok....kak Satya bisa tau! Mati gua ,Derel lemes banget punya mulut !"
"Gau yang pertama denger lo nglindur, Derel nggak tau apa-apa. Marah aja sama kakak !"-Srobot Kak Satya yang tiba-tiba masuk, bisanya jam segini belum pulang kerja.Tiba-tiba nongol kayak preman, kan ngeselin .
"Aku pergi dulu bay-bay !"Si anak tengil i pergi dan tak lupa mengejek ku.
"Haha, is okey !"-Tiba-tiba di ramah, apa Kakak ku kesambet .
"Tumben jam segini dah pulang? "(berjalan keluar menuju balkon.)
"Ayo lah ,Fyan jangan ngambek an. Apa kamu mencintai Fey ?"-Tanya kakak ku menyondong kan tubuh ke depan bersandar pada pembatas.
"Etahlah !"(mengangkat kedua bahu)
"Apa ia cantik? Wanita itu sidah punya pacar !"
"Hemmmmmm, rumayan .Mungkin ia selalu nampak bahagia di samping cowok itu, dan cowok itu cukup tampan dan keren !"
Fey Zalota Tama
Singa gurun
Muka Datar
Wanita Gila