Hate And Heart

Hate And Heart
Prolog



Awal semau ini, kronologi pedih yang ia jalani orang-orang bodoh itu semena-mena mencaci-makinya.


"Jangan menatap ku seperti itu !"


"Dasar budak, sadar diri kau buruk rupa !"


"Bodoh anda itu jelek dan kuno !"


Meski dihina wanita tadi tak menggubris orang-orang bodoh itu. Menurutku wanita itu cantik mempesona, mata sayup lavender nya sangat indah, aku terbelalak melihat pesonanya. Seketika itu iapun sadar sedang diperhatikan ,tiba-tiba seperti sesak nafas,sekejap lidahku kelu,denyut jantungku meningkat .Dalam batinku "Mati"


Ia balik menatapku, ia melontarkan senyuman manisnya.Seperkian detik itu menatap mata sayup yang menghanyutkan,bibir tipis manis, kaki jenjang dan tubuh sexi .


"Oyy......"-Senggol Roy teman karibku membuat kaget .


"Eehhh...kok sama-sama wanita, mereka saling menghina ?"-Tanya ku pada Roy


"Yang barusan lewat namanya Fey temen sekelas kita, gebetan baru kapten futsal sekolah !"-Jelas Roy


"Wah tau gitu kemaren gua nggak usah sakit waktu pembagian kelas !"-Ucapku sembari bercanda.


"Gerombolan cewek burik itu, anggota kerajaan harem Kak Nova si kapten futsal ."-Jawab Roy yang sesekali meneguk es teh manis buatan ibu kantin.


"Tapi, Fey itu bocahnya agak tomboy, bawel, ngak suka diatur, agak songong gitu .Buktinya semalem gua chat dia cunan di red."-Timpal Roy .


Hari-hari mulai berlalu Aku dan Fey mulai akrab, kami kerap bercanda dan bergurau .Sifat aslinya mulai terlihat ia selalu bodoamat dengan omongan orang . Terkadang aku juga membuatnya kesal sampai ke ubun-ubun.Egois dan mau menang sendiri, ia pernah mengempeskan ban montorku sampai mengunakan jaket ku untuk mengelap kaca.Aku tak terima aku membalas dengan adil perbuatanya .Aku menjadikan kepalanya sasaran bolaku ,menjambak rambutnya dan aku paling suka meludahi kakinya.


Pertengkaran kami seolah-olah menjadi tontonan gratis khalayak ramai, kata-kata kotor sering keluar menjadi bumbu pedas dalam setiap perdebatan.


"Cye.....cye.Yang baru jadian ."Gurau Kay teman satu gang Vioza.


"......."Fey yang tak bersuara, ia mendengar semuanya ,ia suka berpura-pura tuli.


Bahkan muncul gosip-gosip panas yang mengatakan kami diam-diam saling suka.Kenyatannya adalah kami ini musuh bebuyutan, bahkan sebutan kucing dan anjing sempat melekat. Fey dan Aku seakan tutup telinga rapat-rapat karna hanya kami berdua yang tau kenyataan sebenarnya.


Kesalahan Fatal Yang Kubuat.


Ia sangat marah padaku, sampa detik ini ia menaruh benci padaku.Aku tak berniat lebih dari itu.Aku menarik kalung liontin nya sampai patah dan melukai leher belakanganya sampai berdarah, seketika itu ia menangisi kalung itu ,ia sediri tak perduli darah mulai mengalir.


"Maaf.."-Ucapku benar-benar tidak sengaja mematahkan kalungnya.


"...Hiks....hiks"Tangisnya sambil terduduk meratapi kalung itu.


"Jangan menangis! Ini hanya OpalBiru biasa, aku bisa memberikkanmu Sapphire yang lebih indah dari Opal tua ini !"-Bujukku agar ia berhenti menagis."Sudahlah Fey jangan menagis !!."Lalu ku rebut kaling tua itu dari genggamanya, dan meleparnya jauh-jauh ke lauar lewat jendela.


"Pakkk...."Tampar orang bodoh ini dengan keras.


"Cih.....Kenapa kau ini? Itu hanya kalung tapi kau menaparku !"-Bentakku


"Dasar bodoh.....Aku membencimu !"-Kata itu keluar darinya, tubuhku serasa terbakar hebat.Seakan takpercaya aku kalah telak hatiku hancur.


Sampai pulang sekolah ia takkunjung kembali, aku merasa sangat bersalah ,segera mencarinya ke seluruh sekolah .Aku akhirnya menemukkanya ia pasti sedang mencari kalung tua itu. Aku mendekatinya ia bahkan takmenyadari keberadaanku


"Fey sudahlah !!!"Ucapku tapi ia tak berkutik ia mengacuhkan aku."Huh....dasar keras kepala !"Ucapku yang kesal lalu menendangnya dengan keras sampai terperosok kedalam semak-semak.


"Hahaah....."Tawa orang -orang dari jendela atas sedari tadi menginta kami, aku melakukan kesalah, dan aku menyesalinya.


Namuan kejadian itu sudah lama terjadi, sekarang ia menaruh kebencian serta dendam padaku. Aku bertingkah seolah-olah aku baik-baik saja, aku menjalani hidup penuh kebohongan.