
Aku mulai kecanduan rokok, kepribadianku berubah, aku suka bermain perempuan, keliaran malam hari hanya untuk bersenang-senang. Jika ada tugas aku bisa mengancam mereka yang pintar dan cupu untuk mengerjakan PR ku, keluar-masuk BK, bolos pelajaran itu biasa. Mencari kemenangan dunia, yabg sebenarnya ini sangat bertolak belakang dengan hatiku.
Bukan berati aku tak berprestasi.Setelah Kak Nova naik kelas XII dan lengser, aku mengatikannya sebagai kapten futsal Gruna. Aku sudah punya 1 pacar namanya Adila Tamara kelas XI Bahasa.
Terkadang hal-hal ini membuatku lupa akan 5pilar, aku lupa takdirku sebagai pelindung dunia, tugasku hanya melindungi identitas ku, jangan biarkan dunia tau.Aku juga manusia biasa hanya saja Tuhan mberikan sedikit kekuatan, keistimewaan.
Jangan lupakan singa itu !!! Fey Zalota, ia tidak terlalu pamor disekolah Fey dikenal karna sejak ia menjadi kapten basket putri, Gruna sering menang dalam ajang basket. Anak itu selalu menguncir rambut lurusnya, jika kebanyakan wanita kurus tinggi berdada tipis , Fey punya dada cukup besar dan sexi, tingginya hanya 168 yang berarti tinggi wanita ini hanya sampai telingaku.
Aku hanya berani memandangnya dari jauh, setiap hari dikelas mataku tak jenuh dan terus terfokus pada wanita itu. Terkadang aku bergumam "Fyan cukup, hentikan kegilaan mu !"
Fey ia itu pintar, ia sadar betul setiap saat aku mengawasinya, mataku takbisa luput darinya. Namun seolah-olah hatinya telah ditutupi benci .Ia balik mentapku, aku bungkam seribu bahasa .Ia selalu berpura-pura tidak melihatku .Aku dibuat salah tingkah aku mencoba menutupi padangaku dengan buku agar akau tidak melihat kearahnya.Namun cara itu tidak berhasil aku masih sering meirik ke arahnya.
Satu hari ....!!
Fey sedang sibuk gibah,eh.....bukan gibah ia sedang belajar dengan teman-temannya (Gang Vioza).Dengan teanang aku memandanginya, ia bercada gurau tertawa bahagia, senyum manis dan gigi putih membuat sipa saja yang melihatnya ingin ikut tersenyum.
"Fey......"Sasya menepuk bahu Fey, berbisik sesuatu padanya.Mata lavender Fey langung mengarah padaku meberikan tatapan sinis dan muka datar, Sasya dan yang lain mereka melirik dan cecikikan.
"Apa lu lihat-lihat....... Hah!?Belajar, biar pinter......Jangan gibah!"-Betaku ,aku seakan salah tingkah, mencoba mengelak .
"Lo Fey.....dasar tol**!"-Tumpalku
"hah.....Gaje banget sih!"(Fey dengan muka herannya)sementara yang lain mereka tetawa bahagia.
Tak sekali-duakali aku melakukan itu,terkadang untuk menjaga mataku agar berhenti menatap sisinga gurun itu.Aku lebih memilih duduk dilantai atau mengubah posisi duduku menghadap tembok kosong.
Aku dibuat gila olehnya, saat kelopak matanya turun ,menjulurkan lidah, mebasahi bibir bawahnya lalu menariknya perlahan.Dalam otakaku tertanam kata"Sexsi"
Meski Fey itu sexsi ,semua leleki akan lebih memilih Dila sepenuhnya .Dila itu sangat manis ,Dila juga punya cukup banyak budak .Ia selalu terlihat menawan memakai lipstik merah, rok ketat,meski tak punya dada.
Berpacaran dengan Dila membuat popularitas ku meningkat.Menaklukkan ratu genit sekolah itu hal juga pertasi membanggakan.
Kenapa harus Fey si singa gurun itu?Jika aku bisa dapat yang lebih, jika Fey masih dendam padaku itu bukan masalah, sekejab sisinga itu bisa habis dibully .Toh aku sedang berada di puncak kejayaan,banyak wanita yang rela menjadi budakku.Merak rela menjilat kotoran jika aku mau.
Bayangkan jika aku terus dekat dengan Fey.Manusia menjijikkan, wajah buruk rupa, tatap sinisnya .Aku membencinya ,orang itu menjijikkan ,yuh tak akan ada lalaki yang tahan wajahnya yang menjengkelkan.