
Mereka sangat riang ,cekikikan. Seperti piknik keluarga ,Raka dan Fey sebagai ayah ibu dan yang lain itu anak anak nya.
"Fyan....ayo udahan!!!."Teriak salah sorang temanku, aku terlalu memperhatikan mereka, latihan usai begitu cepat.
Aku segera berlari, ke pinggir lapangan biasanya sebelum pulang kami duduk sejenak melepas lelah.
"Fyan ,lo dari tadi nggak konsen, cuman pacaran.Main juga nggak ngapa-ngapain !" Tegur Roy. Memang Roy itu teman paling baik, sejak kecil aku sudah mengenalnya. Jika orang lain merea tidak berani menentang ku sekalipun itu Dila.
"Iya.....iya maaf, Lagian Dila juga masak pengen ikut basketball, tau kan gimana kaptennya."-Ucapku menyerong kan bibir ke samping .
"Iya sih......cantik-cantik tapi galak "-Jawab Salah temanku .
"Yaaaaahhh.....tinggal ngomong ke Raka kalo takut sama Fey."-Roy
"Tidak semudah itu ferguson, tadi aja hampir berantem, ya aku malu."-Timpal Ku sambil menggaruk kepala.
"Hilih...Dasar cuman sama Fey aja takut !"Sindir Roy memutar bola mata ke sudut atas.
"Nggak, cuman males aja !"-Jawabku seketika spontan .
Di depan gerbang sekolah, pulang latihan .
"Hey.....Ka....Raka !"-Teriakku berlari mendekati Raka .
"Apa, nggak ada waktu buat ribut !"-Ucapnya songong, pengen gua jitak kepalanya.
"Nggak,bro gini bisa nggak cewek gua ikut basket, tau sendiri kan cewek kalo ngambek gimana !"-(Terpaksa sebenarnya aku malas)
"Nggak Fey, nggak Raka sama-sama nyebelin, dasar pasangan serasi !"-Gerut ku kesal, nggak habis pikir di dunia ini kenapa banyak orang ngeselin."Ya sudah, demi Dila !"
Biasanya Fey lewat gerbang samping, dengan tergesa-gesah aku langsung berlari ke gerbang samping yang ada di Barat, belum sampai ke tujuanku, tak sengaja aku melihat seoang wanita memakai jubah hitam gerak-geriknya sangat mencurigakan, sepertinya maling.
"Eh....maling !"-Aku langsung mendekati nya , mencoba menikap dari belakang, aku menggenggam kuat pergelangan tangan kirinya.Ia terdiam, tangannya gemetaran dan berkeringat.
Dalam benakku
"Ini maling model apa? Kok tangannya halus, putih. Kalik maling skincare !"
"Siap kamu, maling ya ?"-Aku
Suasana makin tegang, orang ini makin meronta mencoba melepaskan tangannya yang masih ku tahan sekuat tenaga. Tenaganya cukup kuat, terpaksa mungkin ia orang berbahaya sebaiknya aku habisi .
"Menyerah lah !"Ancam ku mengunci lehernya .
Musuh ini tak bisa diremehkan, dengan kuat ia bisa membanting badanku ketanah, padahal tubuhku lebih besar darinya."Arhh..aduhhh......" Sesaat menahan sakit berguling di tanah, ia melancarkan serangan bertubi-tubi menendang ku solah-olah aku bola. Sepertinya yang ku hadapi bukan maling bisa saja pembunuh bayaran.
Secepat kilat ia berlari dengan kaki terseok-srok mencoba mengikutinya. Mataku solah tak percaya, sontak saja itu sangat mengejutkanku bagaiman bisa orang berjubah itu terbang,iya terbang membentangkan sayap seperti burung. Tapi mana ada bidadari, bidadari digambarkan bersayap putih berkilau, ini sayapnya seolah-olah bening transparan mengkilat , aku hanya terpaku tubuh ku seketika itu lemas. Antara percaya tidak percaya, aku semakin dekat dengan 5pilar, ini luar bisa semudah ini aku menemukannya tinggal 3 orang .Dan siapa dia? Jelas sekali aku tidak halusinasi.
Tapi wanita berjubah itu, sepertinya ia kenal betul daerah sekitar sini, ia terbang ke arah Timur di daerah perbatasan, daerah perbatasan di sana banyak pohon, ia pasti ngumpet di sana.
Nama :Fiyan Akyasa Dwijaya.