Hate And Heart

Hate And Heart
Dalam lamun



Hari ini bayak yang aneh-aneh. Bahakan ibu ku, kukira ia marah tapi ibu malah bilang gini"Yha sudah, cari yang lain!",tapi kayaknya ini hari keberuntunganku . Putus dari pacar bukannya galau tapi rasanya b-aja, kayak nggak ada beban lagi, dan lagi bodo amat sama perasaan Dila. Bukannya, memang semuanya salah hubungan cuman berladas kebohongan, bohong semua yang ku ucap cuma sampah yang terdengar manis di telinga Dila. 'DAN SAYA MENYESAL' bodoh sekali saya mengejar-ngejar nama, mengejar hal duniawi, sangat ingin diakui oleh orang-orang yang tak berguna. Dasar diriku yang naif!


Sebuah kesalahan, sebuah ikatan berdasarkan hal yang kubuat, hanya sebatas kata 'pacaran' tak ada cinta, memanipulasi keadaan seolah-olah kami pasangan sempurna. Berusaha menjadikan semua terlihat manis, tidak! Nyatanya kami tidak saling cinta, kami hanya menjalin kepalsuan.


Dan rasanya sudah muak. Ketenaran, pamor, luar biasa di mata dunia, ini membuat saya hilang, diri yang sebenarnya hilang ini bukan saya. Ini hanya Fyan yang gila pamor.


"Terserah kalian aja! "Ucapku menghela nafas panjang, lalu pergi ke kamar. Aku tidak marah tidak kesal, tapi sudah saatnya kembali takdir 5pilar itu, bukan lagi mengejar popularitas sibuk dengan hal bodoh itu lagi.


5pilar....... cerita legalitas dongeng tentang kasatria pemberani, dan tiidak ada yang tau siapa mereka! Itu sekedar cerita lama semata. Lalu kenapa saya lahir dengan kekuatan ini, MENGERIKAN


"Fyan.....kak Fyan!" Adikku yang mengikuti dari belakang. Ia mengikuti sampai dalam kamar lalu bertanya 'ada apa?, Kenapa marah?'


"Gua nggak marah. Cuman banyak mikir aja! Dasar lebay amat !"Secara halus mengisir adikku.


Mata yang terpejam, adegan berulang saat semua mulai kacau, liontin sialan benda bodoh ini akar perang dan kebencian antara kami.


Sebenarnya ingin kukembalikan liotin ini tapi aku agak sukar, nanti orang itu makin benci lagi ! Seberapa bencinya ? Seburuk itu saya ? Aku ingin masa yang dulu, tiap hari gelut sama cewek bawel yang selalu mengejar-ngejar demi sebuah buku catatan. Dia sangat imut kalo marah, dan aku akan melempar bukunya tepat di wajah yang menatap jengkel itu. 'Benci hanya benci antar kami' Sejakarang itu hanya memori antara kami, sekarang aku sadar aku membenci Fey, setelah sebelumnya berfikir mencintai dan satu hal tak akan ada benci jadi cinta. Itu hal paling tidak logis, konyol !


Hembusan angin semilir, perlahan membuka mata saat semua telah berubah, dimana aku? Sial kenapa kelautan ini muncul kembali ! Ini tempat apa? Tak tahu harusnya menyebut ini kekeuatan semacam apa, sukma yang meninggalkan raganya berada ditempat satu tempat. Kekuatan ini membuat ku seperti setan, tak terlihat namun masih bisa menyentuh benda-beda.


Ruangan bernuasa biru dan abu, sebuah pedang digelarkan begitu saja, sepi sunyi. Dimana aku sekarang ? Terus bertanya-tanya dalam debar hatiku, heran aku belum pernah ke tempat ini tapi bisa berpindah sukma ketempat ini. Bagaimana bisa, ini tidak pernah terjadi sebelumnya lebih lagi aku belum menguasai kekuatan ini.


Langka kaki terdengar, mulai medekat......Pintu terbuka perlahan. Cahaya menyilaukan mata, terlihat samar-samar sosok yang membuka pintu.