
"Dah...jangan bahas, males lah. Dah pusing sama pacar gua !"Ucapku
"Yha....yha...mau sama siapa? Grunth isinya cowok semua !"Memutar bola mata.
"Haha....kita disuruh homo, Ama ni orang !"Gumam Fano
"Yha...Nggak makan sesama jenis juga !"Ucapku agak nyolot lagian ada-ada aja, homo itu bukan jalan satu-satunya.
"BTW, Perasaan Lo nggak suka gambar. Kok bawa-bawa buku gambar."-Ucap Johan mengalikan pembicaraan.
Aku kenal Johan sejak kecil, sebelum masuk SMA Grunth, Johan itu memang punya sifat seperti wanita dalam dirinya, suka bergosip, memakai parfum cewek, make up, belajar. Sampai-sampai banyak yang enggak berteman dengan Johan sewaktu SMP, semua menjauhinya.
Wajar ia mengalihkan pembicaraan, mungkin Fano belum tau dulu Johan pernah jadi Bullyan karena sifat sangat feminimnya. Karna keinginan Johan untuk menjadi transgender lalu orang tuanya melakukannya ke SMA Grunth yang memang muritnya cowok semua.Dan itu berhasil! Johan yang sekarang beda, bahkan sangat jijik jika melihat wanita dengan over meke up.
"Ya iya...Fyan , apa sih yang gua nggak bisa !"
Cakap ku menyongsong kan dada.Sebenarnya segala hal yang berbau gambar, lukisan haram bagiku, Memeng mereka indah tapi aku tidak menemukan keunikan didalamnya.
"Wow....saya tidak percaya !"Fano
"Jika itu gambaran mu, pasti akan membawanya hati-hati."Jelas Fano
Dalam hatiku
"Set, ni orang dapet opini dari mana !"
"Hah dah lah, jangan Samapi Fano bicara soal ini bisa kekar taun depan."Johan
sampai lupa Fano anak keluarga Nawindra, lahir seniman-seniman terkenal, sebuah marga yang cukup besar dan penting di kota L-Giagor ini.
"Lahir di keluarga seniman tapi tidak sekolah seni,lalu kau pilih Grunth!" Tanyaku sangat penasaran secara Grunth itu sekolah yang cukup unik mereka belajar materi seperti Gruna tapi punya peraturan sepeti sekolah militer, informasi dunia mafia juga di beberkan ,mereka yang terpilih bisa masuk agensi mata-mata negara dengan mudah. Itu bertentangan dengan seharusnya hidup Fano
"Emmm, itu sesuatu yang aku pilih sendiri ada hal mungkin saat ini kalian tidak akan mengerti !" Fano
"Selalu menjawab itu jika di tanya !"Sahut Johan kesal
"Sial.....,padahal lagi seru-serunya."Gumamku sepanjang perjalanan menuju kelas. Dengan gegabah langsung masuk Karna pikirku guru belum masuk.
"Loh.....kok kosong! Pada kemana ini !"Bingung dan bingung, sepertinya aku terlalu lambat kemari, apa ini prang? Kemana orang-orang, helm mungkin ada sosialisasi mereka kealula, tapi-tapi tasnya loker, semua ilang.
"Lagi apa ?"Suara berat khas bapak-bapak seketika lalu menoleh kebelakang. Ternya guru Bahasa
"Anu ,pak, anu !"
"Ini ....aaanu , anu .Kelas kok kosong ya pak ?"Tanyaku yang sebarnya masih tidak tahu apa yang terjadi.
"Loh, kema aja kamu ?"Ucap Pak.Guru yang jadi ikut bingung
"Hehe...pulang cepat to pak hari ini ?"Tertawa malu , aduh konyolnya gue .Lagian kok gua ditinggal sendirian
"Udah pada pindah ke gedung Timur, lantai tiga...Udah Dari tadi!" Betak Pak.Guru ,huh kirain pulang cepet'
"Lah sama aja gua balik, buang-buang waktu aja !"Oceh ku
Sampai lantai yang dimaksud guru tadi...'Oh Fuc*' kelas gua yang mana!? Dihadapkan koridor panjang dengan banyak kelas dan lab.Yha gua ambil inisiatif pura-pura janal sambil ngihatin atu-atu mana kelas baru gua.
"Bukan....."
"Bukan ini lab komputer!"
"Ahay ini dia......"Saat melihat manusia yang tampangnya mirip monyet semua duduk rapi dalam sebuah ruangan, dan tinggal aku yang belum hadir. Mana udah ada guru ngajar, yha tinggal masuk aja kok repot.
"Misi Bu...."Ucapku membungkuk pada guru , lalu duduk di sebuah bangku kosong di pojok paling depan.
Gruna sekolah para pebisnis, sebutan ini bukan berarti muritnya semua anak pengusaha, hampir 60% lulusannya memilih jadi pengusaha. Karna memang itu yang kami pelajari selama ini, kami juga belajar mapel lainya seperti Bahasa, IPA, Sejarah .Lalu dari jam 2 sampai pulang (masuk istirahat ke-2 sampai 4sore) isinya hanya bahas ekonomi, politik, hal-hal berbau bisnis, peluang usaha.
Di Gruna meski aku bolos pelajar pun itu tidak maslah, bukan karna kurangnya kedisiplinan, memang itu sudah di jelaskan dalam aturan"Silahkan terlambat, bolos asal anda punya keberanian dan cukup pintar dalam membedakan salah dan benar"Yha begitulah yang selalu guru-guru ucapkan. Satu lagi nama baik sekolah itu bagai mahkota jangan berani-berani mengaku murid Gruna jika berbuat hal bodo* diluar sana. Bisa-bisa ditendang langsung alias dikeluarkan dari sekolah. Bahkan singa gurun itu selalu bolos saat seni vokal.Aku tidak pernah bolos hanya sering telat. 'Sial kenapa Fey terus ada di otak'
Huh melelahkan! Padahal cita-cita ku hanya ingin menyatakan 5pilar, jadi pemain bola, bintang lapangan .Yha itulah ayah sangat memaksaku sekolah di Gruna, meski akhirnya aku mulai tertarik pada bisnis dan politik. Yhha sudah itu tidak masalah berkorban dikit untuk orang tua.