Hate And Heart

Hate And Heart
Putus



"Jangan berisik, saya pergi !"


Dila masih terpaku, satu-persatu temannya mulai datang untuk menunjukkan solidaritas sebagai teman. Kalian tahu lah para wanita


Lalu aku sendirian dalam lorong hening, otakku serasa mengepul, satu beban lepas dan satu beban lagi bertambah. "Takdir.....sekali saja berikan aku hari tanpa beban,aku ingin kebahagiaan !" huh kukira menjadi sedikit keren itu menyenangkan, aku hanya ingin kehidupan yang bergairah dan menyenangkan.


Dulu kukira cerita antar Fey dan Fyan akan dibumbui manisnya romansa . Aku salah, aku bodoh kupikir Fey itu Tsundere, dia hanya menutupi cinta dengan benci padaku.....


Aku naif ceritanya sekarang adalah kami saling membenci, kenapa aku harus perduli perasaan opini orang lain, memang sebenarnya aku kecewa sayang sekali orang yang ku benci merupakan wanita catik betmut pedas, kuakui kenifan ku.


Ku berfikir bahwasanya aku mencintai Fey, lalu aku sadar bahwa cinta dan benci dua hal itu membawa perubahan besar dalam setiap hidup manusia, namun aku tak perlu alasan untuk hatiku mencintai atau pun saat membenci seseorang.


Mempercepat langkahku, menuju kelas lalu segera pulang. "Fey!" Gumam ku lirih, tampaknya ia makin gila saja, sedang berdiri bersandar pada loker, Fey mematung menggerai rambut panjang yang biasanya selalu dikuncir tinggi itu, hampir 3menit aku berdiri di balik pintu,3menit itu cukup lama apalagi untuk orang aneh yang hanya berdiri tanpa bergerak sama sekaki, orang itu gila! a


Aneh bengong tapi kok lama banget, sedikit ragu di sisi lain aku ingin segera pulang di sisi lain wanita gila itu masih disitu, aku ingin menghindari Fey! Pasti dia akan mengejekku habis-habisan, soal tadi. Tapi masa bodoh dari dulu mulutnya memang sudah pedas!


Sudah ku putuskan 'Aku ambil tas, jangan gubris Fey, lali lalu pulang !'. Melangkahkan kaki dengan mantab, aku harus terlihat tenang didepan singa gurun, Fey membalikan badanya tatapan mata yang seperti biasanya tatapan datar malas melihat kehadiranku.


Bangku ku ada di paling ujung belakang dan singa itu berdiri tepat di belakang kursiku, aku duduk sejenak tanganku meraba-raba , mencoba mengambil kunci motor yang selalu aku tinggal di dalam laci.


"Fey !"Aku menepuk bahunya dan pandangan ku masih fokus pada orang misterius itu. Aku berdiri disampingnya, lama tidak sedekah ini. Rasanya Fey makin pendek, dan sangat canggung.


"Ah....." Kaget, ia menatapku, mata lavender itu lebih sayup dari biasanya."Apa-apaan anda ini?"Cakap nya dengan nada datar dan suara Fey terdengar basah.


"Hah.....?"Sahutku bingung, mengerutkan alis,jadi aku disini cukup lama tapi ia tidak menyadari ku, dasar wanita gila.


"Jangan pegang-pegang !" Nada bicara kasar


"Kenapa sih ! Eh santai dong !Kasar banget jadi cewek !"Gimana aku nggak marah, cewek ini dorong-dorong. Bukan dorong an lembut katak kebanyakan cewek lain, ini kasar banget.


"Dasar cewek gila!"Karna kesal aku pulang, sangat menyebalkan, aku sudah biasa kalo Fey itu mukul, dorong, ataupun menghajar ku sampai babak belur, aku tak mau main fisik dengannya lebih² Karna singa gurun ini memang gila. Toh aku sendiri memilih menjauh, kami memang satu kelas tapi dia bukan temanku ia cuman musuh bebuyutan.


"Lebih baik punya musuh yang cerdik, ketimbang berteman dengan seekor ular!"


Aku sangat jarang berbincang dengan Fey hanya kalau keadaan memaksa itupun sepatah duakata itupun aku sudah mencoba bersikap baik......Huh muka jutek dan tatapan datarnya ingin sekali-kali memukul tapi Fey itu perempuan. "Sialan......dasar singa Bodo* !"