Hate And Heart

Hate And Heart
OTW Ribuat lagi



Gruna



#Anggap aja paham ....!!!


Berkali-kali memeriksa arlojiku,mastikan waktu, lima menit lagi istirahat ke-3. 'Gua laper '.


"Tet...tet .."Bunyi yang di tunggu-tunggu, membuat siapapun yang mendengarnya melupakan lesu. Bunyi yang seakan membuat stok semangat ku naik 100%, sejenak masih duduk di bangku merenggangkan otot-otot yang tegang sedari tadi harus duduk dengan posisi yang sama.


"Hoy....dari mana aja Lo ?"Tanya Roy menghampiri ku.


"Maen bentar Ama Johan .Jangan bilang-bilang Dila...Awas lo Roy !"


"Kok gua nggak di ajak?"-Roy, Yha dulunya kita bertiga emang temen deket. Tapi saat Johan masuk Grunth, saat itu Roy pikir Johan ingin menjauh dan memutuskan pertemanan kami bertiga. Tau sendiri kan sahabatan bertiga artinya ada satu yang sering dikacangin 'Itu gua'. Sebenarnya Roy itu masih nganggep Johan sahabat, di tambah Johan yang sekarang udah ninggalin sifat feminimnya. Roy pikir Johan lupa terang pertemanan dulu. Sifat Roy yang terlalu menebak-nebak, dan terlalu percaya opini nya sendiri.


Johan tetap orang yang sama, hanya saja ia telah memutuskan mengubah takdirnya. Orang yang sama tak harus menjadi dirinya yang dulu yang kita kenal. Sekarang Yha sekarang dulu Yha dulu, jangan samakan. Sifat, penampilan memang jauh dari Johan dulu, tapi masih orang yang sama, pernah jadi teman. Meskipun Johan sudah tidak satu sekolah, jaring ketemu, udah nggak ngobrol, di mataku dia tetap orang yang sama, bahkan aku senang dengan hidup barunya.



Roy


_____________////////______________


Berapa hari berikutnya ....


Sore (sekitar jam tengah lima) hari Dial seleksi basket, aku sengaja hari ini nggak ikut latihan, padahal tim futsal latihan, aku hanya melihat timku main, satai-santai melipat tangan duduk di pinggir lapangan basket. Mungkin pikir anak-anak aku ini tidak bertanggung jawab. 'Bangsa* punya cewek ribet banget, maksa gua harus lihat dia seleksi basket ball'.


Kayak gembel gua, kelestarian 'kurang kerjaan' padahal dalam hati pengen ikut latihan bareng anak-anak. Aku cuman noleh sebentar lihat latihan futsal. Dila dengan sifat egois dan nada yang kurang enak didengar "Yang.... semangati aku dong."


"Iya .. semangat !"Jawabku


SEBENARNYA Dalam hatiku be like:"Wedus ....Bac*t"


Mataku jenuh melihatnya, gabut monyong monyongin mulut, dan aku yakin Dila gagal orang kayak Dila hanya besar kepala dan egonya memaksa ikut klub basketball. Kalaupun sebelumnya klub basket kekurangan pemain, mereka tak kan sudi orang Dila aja cuman dribel nggak bisa.


"Maksutnya ?"Aku benar-benar tidak paham dengan mereka berdua, tiba-tiba menghampiriku, firasat ku jadi buruk.


"Yha..... pacarmu itu membuang waktu kami, ia itu terlalu manja. Tidak bisa diandalkan !"Ucap Raka tegas"Intinya dia terlalu lemah dan tidak cocok di klub basket !"-Timpal Raka


"Lah, terus ....?Yha udah kalo nggak di terima ngga masalah !" Ucapku santai


Fey dengan sikap ya yang memang selalu dingin padaku, melipat tangannya lalu bicara


"Yha itu, tidak masalah bagimu Bodo*. Pacarmu itu terlalu sensitif, aku yakin ia tidak bisa menerimanya !"


Mendengar itu...Aku tidak menyalahkan mereka karena memang Dila tidak cocok dalam basketball. Aku mengerti ,aku juga tahu ini keputusan berat, aku pernah dalam posisi mereka, karena ada beberapa orang juga aku tolak masuk tim futsal. Ini sudah semestinya sebagai pemimpin.


Merapatkan kedua bagian bibirku, membuat sebuah senyum masam' bukan karena kecewa pacarku gagal'. Yang lebih berat menyampaikan dan bicara pada Dila.


"Yha...Yha..Saya paham !"Ucapku pada mereka (Fey dan Raka) sambil mengangguk kepala berderap kali.


"Dila....."Panggil ku berteriak dari ujung lapangan lalu Dila menghampiri kami bertiga.


"Eh....maaf ya kamu gagal ! Kamu nggak bisa ikut basket ,kamu semangat yha!" Ucap ku terus terang dan tanpa ragu.


"Heh.... Bisa-bisa. Eh Lo pada ngaca nggak ? Maksudnya Lo pada ngelawan gua !" Bentak Dila.


Ku kira bakal nangis, atau kecewa kenapa reaksinya Dila malah ngakak terima terus marah.


"Dila, orang punya bakatnya masing-masing. Nggak bisa maksa terus marah-marah kayak gitu !"Aku yang kemudian mencoba menenangkan Dila.


"Fyan...Benar! Anda nggak berbakat dalam hal ini. Jangan memaksa ada hal lain yang bisa kamu lakukan !" Sahut Fey yang iku mencoba menjelaskan pada Dila.


"Eh... cewek gatel. Lo sebenarnya nggak suka kan sama gua karena Lo suka Ama cowok gua. Eh bilang aja Lo iri makanya nggak lolosin gua ikut klub !"Dengan nada marah nya malah semakin mengada-ada. 'Nglantur ni bocah!'


Bersambung......