
Flasback On
Risa bangun dari tidur saat merasa tenggorokannya terasa kering diranjang sudah ada Heri yang tidur memeluk guling. Risa turun kebawah menuju dapur namun langkah nya terhenti saat melihat ada 3 pelayan wanita yang sedang mengunjing dirinya.
Percakapan ketiga pelayan wanita itu didengar oleh Risa."kalian salah mencari musuh" Gumam Risa pelan. Sejak malam itu dia selalu hati hati dengan ketiga pelayan wanita itu. Hingga dia tau niat busuk pelayan wanita yang memberikan kopi itu.
Untung saja Sella tidak diberitahukan tentang rencana ini hingga Risa mudah menipu gadis muda itu
Flasback off
Sudah 3bulan Risa menikah dengan Heri Sikap Heri masih sama tetap ketus kepada nya namun, pernah suatu ketika Risa sedang mengalami Demam karena tidak terbiasa memakai AC sikap Heri berubah lembut kepada Risa, dia menjaga dan merawat Risa dengan telaten. Hingga sebuah rasa yang tidak seharusnya hadir malah muncul dihati Risa. Dia jatuh cinta dengan Heri karena perhatian yang diberikan saat dia demam. Heri selalu tidur sambil memeluk tubuh Risa dengan Hangat sesekali mengecup Kening dengan lembut. Pria yang dia benci berubah menjadi orang yang disayangi
Risa sedang duduk ditaman belakang halaman nya luas dan banyak ditumbuhi bunga dan jangan lupakan kolam renang yang begitu bersih.
Kebanyakan bunga disini adalah bunga mawar putih bunga yang indah tak tercela berderet di taman ini. Risa mendekati salah satu mawar yang masih mekar indah. Lalu langkah Risa terhenti di pohon Kayu hingga matanya menangkap ukiran nama yang agak asing.
Anna&Heri.
"Siapa Anna? "Ucap Risa saat melihat ukiran nama itu. Apa itu nama kekasih Heri? Kalau dia sudah punya kekasih kenapa harus menikahinya? Hati Risa terasa tercabik cabik. Kenapa dia harus jatuh Cinta pada pria yang hati nya milik orang lain. Dirinya merasa tidak sadar diri kenapa harys menyukai pria kaya padahal dia wanita yang tidak punya harga diri dibeli oleh pria yang sekarang menjadi suaminya. Bodoh...bodoh... bodoh..
Apakah dia harus berhenti mencintai Heri. Risa selalu sakit hati saat dia berusaha mencari perhatian kepada Heri tapi yang didapat hanya tatapan tajam. Dasar tidak tau diri masih saja mencari perhatian. kata kata itu yang sering dia dengar dari para pelayan pelayan yang begitu membenci Risa
Risa membayangkan bagaimana Heri dan wanita bernama Anna saat mengukir nama mereka di pohon itu. Mungkin saat itu mereka tertawa lalu menatap masing masing dengan tatapan penuh cinta yang dalam. Risa merasa tidak berhak untuk cemburu. Dia hanya wanita yang dibeli oleh Heri. Tapi Risa bersukur walau Heri membeli nya pria itu tidak pernah menyentuh Risa seperti suami istri lainnya. Risa hanya dijadikan pajangan.
Tiba tiba dia teringat dengan Keluarganya dikampung bagaimana kabar ibu san adiknya. Jemari Risa merogoh saku celana menggambil Handphone yang waktu itu diberikan oleh Heri. Dia menghubungi Ibunya dering pertama tak tertajawab hingga dering ke 2 Ibunya mangkat telepon Risa.
"Halo Bu Risa Kangen"
"Gimana kabar Teteh sama Suami Teteh di kota?" Ucap Ibu Risa diserang sana. Ibu memang mengetahui tentang pernikahan kami berdua, tapi Ibu hanya tahu bahwa mereka saling mencintai. Tanpa tau cerita dibalikknya.
"Kabar Risa baik, Mas Heri juga sehat. Ibu udah enggak sakit perut lagi?" Ucap Risa.
"Alhamdulillah keadaan Ibu baik. Si Rezka juga udah masuk kuliah, Ibu seneng Suami kamu perhatian sama Rezka sampe biaya kuliah udah dibayar sama Suami kamu baik banget ya"
"Mas Heri memang baik Bu" Ucap Risa Ada rasa sebang saat Heri begitu baik kepada Keluarga nya dikampung. Tapi kepadanya Heri begitu Ketus saat berbicara