Greagatta

Greagatta
Bab 5 Pria Jahat



"Kamu jangan ngomong gitu. Berapa biaya Operasi ibu de? "


"70 juta kak"


"A-PAAA"


"Kamu suruh dokter buat operasi aja nanti kakak cari pinjaman yah"


"Tapi kak dokter nya ga mau lakuin operasi kalau kita belum bayar"


"Maaf Kak Rezka tutup dulu mau jagain ibu"


"Iya de hati hati jagain ibu, kakak bakal cari pinjaman sekarang"


Sambungan tertutup


Rasanya jantungku diremas begitu kuat. Dimana aku harus mencari pinjaman kemana padahal kalau memakai gajihku tidak akan mampu membayar biaya Operasi.


Pikiran ku tiba tiba terputus kala ada teriakan untuk mengantar makan siang ke kantor atas temapt Heri bekerja. Kalau menolak dia takut dipecat sekarang juga.


Ditinggalkannya pekerjaan Risa lalu mengantarkan makan ke Ruangan Heri.


*Tok


Tok


Tok*


"Masuk"


Setelah mendengar jawaban dari Heri Risa langsung masuk sambil menunduk rasanya dia sedang tidak mood melihat wajah sang atasan.


"Ini makan siang nya pa permisi" kuletakkan makan siang di meja yang biasanya digunakan saat pertemuan dengan klien di kantor. Saat akan melangkah keluar Risa ditahan tangannya oleh Heri. Tubuh nya langsung berbalik saat sedang membelakangi Heri.


"Kau butuh uang kan? " Ucap Heri dengan wajah yang tak bisa diartikan.


Risa tidak bisa karena lengan nya masih dipegang oleh Heri dengan sangat kuat.


"Pa lepaskan tangan saya" Risa begitu takut suasana di sekitar ruang kantor Heri.


"Kamu bisa minta pertolongan dari saya" Seketika ucapan Heri membuat Risa langsung berhentiiii memberontak.


"Saya kaya, uang kamu butuhkan tidak sulit untuk saya berikan" Tapi tidak mungkin. Heri memberikannya secara cuma cuma pasti ada niat terselubung.


"Asal kau jadi Milikku" Jahat sekali pria ini.


"Saya tidak mau pa, saya tidak murahan seperti bapak pikir. yang hanya bisa berpikiran bahwa segala hal dapat di dapatkan dengan uang termasuk harga diri saya. Maaf pa saya tidak semurahan itu" Risa begitu geram. Memang dia membutuhkan uang tapi bukan berarti harus menjual harga diri.


"Kau tidak menjual dirimu tapi menikah denganku. Bukan kah itu keinginan setiap wanita diluar sana hmm" Itu wanita lain bukan saya dasar pria bejat


Tiba tiba ponsel Risa begetar tanda ada panggilan masuk. Dengan gerak cepat Risa mengangkat telepon dari adiknya itu.


"Kak Risa ini gimana ibu harus segera di operasi kata dokter keadaan ibu sedang kritis, kakak udah dapet uang nya? kalau kakak tidak mendapat pinjaman uang itu biar Rezka yang pinjam ke Pa Tono"


"Jangan dek dia orang licik kamu ga boleh sampe pinjam duit sama itu Kebo" (Maaf ya Tono, siapa suruh sih jadi lintah darat)


Sambungan diputuskan oleh Risa dengan keberanian tinggi dia melihat pria yang sudah dia katai bejat itu. Terlihat Heri yang mengangkat sebelah alis nya.


"Saya terima tawaran bapa" Harga diri Risa terasa di injak namun demi mendapatkan uang untuk biaya operasi orang tuanya dia terpaksa menerima tawaran Heri


"Besok datang ke rumah saya kau akan di jemput oleh Den. Dan masalah keluarga mu akan ku transper uang itu. Sekarang kau bisa keluar dari sini" Sudah menginjak harga diri Risa dengan jahat nya. Dan sekarang mengusir dengan sangat kejam


"Saya Permisi pak" Risa keluar dari ruangan dengan menahan tangis yang akan segera pecah. Dia murahan. Wanita Murahan yang tak tau malu. Demi kesembuhan ibu Dia harus kuat


Inilah Awal penderitaan Risa di mulai.


...****************...


jangan lupa Like dan komen kalau bisa Vote ya kak sebagai dukungan (●´з`)♡