Greagatta

Greagatta
Bab 11 Pagi yang Indah



Happy Reading ^^


Cup


Cup


Cup


Suara kecupan Heri di seluruh bagian wajah Risa, membuat sang punya wajah merasa terganggu, saat membuka mata nya, terlihat wajah seorang pangeran yang tersenyum lembut kepada Heri. (Nikmat mana lagi yang kau dustakan)


"Wake Up..Wake Up.. " Cup satu kecupan Heri mendarat di bibir Risa.


Heri sudah memakai kemeja warna biru dan celana hitam jangan, sudah bersiap akan ke kantor miliknya.


"Bangun loh nanti jadi gendut, cantik ilang" Ucap Heri sambil tersenyum lebar, menambah ketampanan Pria itu.


Risa bangun lalu merenggangkan tubuhnya. Entah kenapa pergerakan Risa membuat sesuatu di dalam celana Heri mengeras. Heri berusaha menahan gejolak yang ingin keluar. Belum waktunya buat anak Heri sabarr.


"Cepat Mandi kita sarapan bareng aku tunggu dibawah" Cup. Lagi lagi Heri memberi kecupan masih di kening Risa hingga wajah Risa sudah seperti kepiting rebus.


Heri berjalan kearah pintu lalu pergi kebawah untuk menunggu Risa sarapan Di meja makan. Risa tersenyum mengingat perlakuan manis Heri kepadanya. Tanpa dirasa Cinta yang berada di Hati Risa sudah tumbuh semakin besar. Dia sudah tidak memperdulikan jika benar Heri sudah memiliki wanita yang dicintai. Risa ingin merebut Pria itu. Heri harus jadi miliknya apapun yang terjadi. Mereka sudah menikah, ikatan sepasang suami istri lebih besar daripada hanya sebatas cinta di masa lalu.


Apapun yang terjadi Risa sudah mencintai Heri. Dia ingin egois, tidak ingin Heri menjadi milik orang lain.


Risa bangun dari ranjang lalu secepat kilat masuk ke kamar mandi tidak ingin pujaan hati nya menunggu terlalu lama. Mandi saja Risa seperti di kejar sesuatu sangat Cepat.


"Mas" Ucap Risa.


Heri yang terkejut langsung mematikan Handphone yang dia pengang berusaha menutupi sesuatu. Risa berjalan kearah meja makan lalu Heri dan Risa saling berhadapan di meja. Setelah kejadian saat Risa lupa menyendokkan makanan ke piring sang suami. Sejak saat itu pula Risa sering melayani suaminya dimeja makan.


Sarapan hari ini seperti biasanya. Tak ada percakapan, Heri memang tidak suka jika ada yang berbicara dimeja makan. Karena di saat saat itu Adalah waktunya bersyukur, walaupun dulu Heri dulu tidak punya agama namun Dilubuk hatinya dia percaya bahwa dunia diciptakan oleh Sang maha Kuasa. Setelah Menikah dengan Risa Heri sudah memiliki agama. .


Mereka makan dalam diam. Mata Risa sesekali memperhatikan Heri yang sedang makan. Saat makan Heri masih juga tetlihat tampan saja.


Mereka berdua telah selesai sarapan, piring piring dibawa oleh pelayan untuk dibersihkan.


"Mas? Aku Rindu ibu sama adik aku di kampung.. Boleh tidak jika kapan kapan kita kesana" Lama Risa menunggu jawaban sang Suami hingga


"Boleh nanti Dua Hari lagi kita kesana.. Aku berangkat kerja Dulu" Heri beranjak dari Kursi sembari menenteng jas dilengan nya lalu memakaikan nya di tubuh atletis Seorang Heri diikuti Risa yang berjalan dibelakangnya. Di depan pintu sudah ada Sekertaris Den yang menunggu sang Bos. Sebuah fakta dari Dulu Risa sering kali merasa kalau Sekertaris Suaminya itu menatapnya tak suka, padahal dia merasa tidak punya salah.


Risa menyalim tangan Heri lalu tersenyum lembut pada sang Suami.


"Hati hati dijalan Mas" Heri hanya menganggukkan kepala sebelum masuk kedalam Mobil mewahnya itu.


Risa melambaikan tangannya saat Mobil itu sudah melaju.


Happy Reading^^