
"Apa Kau mau menikah dengan Saya" Ucapan Heri begitu membuat Risa sangat terkejut dia membalikkan badan saat mendengarnya.. mata nya sudah membulatkan mata
"Maksud bapak apa? Maaf saya tidak bisa pa" Risa merasa tak terima saat tiba tiba dilamar oleh orang asing.
"Kamu menolak saya? " Ucap Heri menatap Risa dengan Amarah. yang ditatap hanya bisa menundukkan kepala.
"Saya kaya dan punya segalanya. Bahkan wanita diluaran siap membersihkan sepatu saya demi memikat saya dan kau menolaknya!! " Ucapan Heri agak Keras diakhiri kalimat.
"Maaf pa saya tidak bisa bukannnya bapa tadi bertanya apa saya mau? maka jawaban nya Tidak"' Ucap Risa tegas
"Dan lagipula saya sudah memiliki tunangan permisi" Bohong, Risa tidak punya tunangan. Pacar saja dari bayi dia tidak punya. Untuk menghindari tatapan tajam Risa pergi dengan begitu setelah menunduk hormat.
Heri menatap kepergian Risa dengan tatapan tak percaya tentu saja wanita itu menolak, ternyata sudah memiliki tunangan. Dia menghubungi Sekertaris Den untuk memberi perintah
"Carikan data dan informasi dari Wanita yang baru saja keluar dari ruangan saya. Kirim informasi nya secepatnya" Tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana Heri langsung mematikan nya lagipula dia sudah tau kalau Den akan melaksanakan perintahnya.
◌◌◌⃝◌◌⃝◌⃝◌◌⃝◌
Sedangkan Risa yang masih merasa kesal akan Lamaran Heri membuat wajah nya malu. Entah kenapa ada terbesit rasa senang saat mengingat kejadian tadi.
Ada terbesit pikiran bagaimana rasanya menikah dengan pria kaya. Keluarganya pasti tidak akan kesusahan lagi dikampung atau melihat adiknya Rezka berkuliah di tempat yang berkualitas.
"Risa sini, Lo bersihin ini sekarang ini tugas lo" ucap Wanita yang setiap saat menatapnya dengan tatapan tak suka.
"Iya Kak" Cicit Risa agak merasa takut dengan sorot mata yang begitu sinis.
Entah sengaja atau tidak dia menendang ember berisi air kotor yang diletakkan oleh Risa. Hingga membuat Risa menatap tak percaya air kotor tang sudah tumpah hingga membuat pekerjaan Risa bertambah banyak.Wanita yang menendang ember hanya memasang wajah tak bersalah.
"Kak Seli kok di tendang sih kan mau dibersihin" Risa tidak terima ingin sekali dia mencakar wajah angkuh dihadapannya ini.
"Ga liat maaf" Ucap Seli pergi berlalu meninggal kan Risa yang menahan Amarah.
Dengan telaten Risa membersihkan tempat yang sudah agak terlihat kacau. Tanpa disadari ada mata yang menatapnya dengan kasihan. Hingga dia mengirim pesan kepada seseorang. Lalu pria itu pergi karena tidak ingin ketahuan sedang menguntit.
◌◌◌⃝◌◌⃝◌⃝◌◌⃝◌
Hari minggu Risa pergi kepasar untuk membeli beras dan telur, stok makan nan di kos nya sudah habis. Ketika selesai dia mendengar suara Ibu ibu yang berteriak memanggil Copet. Risa yang merasa bahwa tukang copet itu akan melewatinya Risa langsung menghadang copet itu lalu mendorong copet itu sekuat tenaga hingga langkah nya terhenti. Dan copet itu sudah ditangakap oleh warga.
Ibu yang dicopet langsung mengucapkan terima kasih kepada Risa. Tapi dilihat dari penampilan ibu itu sangat mengundang kejahatan. Apalagi sebuah kalung gelang dan emas yang nongkring ditubuhnya membuat si Ibu ini jadi santapan para penjahat diluaran sana
"Sama sama bu Lain kali Hati hati ya, saya Permisi" Ucap Risa lalu pergi meninggalkan Ibu itu.