
"Ada apa ini? " pertanyaan Den saat melihat Kepala pelayan berlari turun dari lantai atas. Dengan cepat Den berlari menuju ke lantai atas khawatir jika terjadi sesuatu dengan Tuan mudanya itu.
Kenapa orang orang berada di depan kamar Tamu. Dan jangan lupakan wajah Tuan mudanya yang errr menyedihkan?
"Nona Muda berteriak dari Kamar ini Tuan, semua orang khawatir karena pintu di kunci" ucap salah satu pelayan
"MANAA KUNCINYAA!! " Teriak Heri.
.
Risa sungguh senang saat adegan pacar yang selingkuhan itu ketabrak sebuah Truk yang melaju kencang. Lega sudah, emosi yang terbendum akhirnya keluar juga. Risa melepaskan Earphone yang membuat telinga nya tidak bisa mendengar apa apa diluaran sana.
Risa mengambil camilan yang lain lalu menamakan nya, kebetulan juga pintu kamar di buka dengan sangat keras. Risa yang sedang memakan camilan sembari duduk di ranjang melongo melihat wajah orang orang rumah yang berada di depan kamar itu.
Sella berlari kearah Risa langsung memeluk Nona mudanya dengan erat.
"Nona, masih ada saya, jangan putus asa Kumohon!!"
Apa apaan sih?
"Nona Baik baik saja??" Sella merasa heran saat Risa tidak mengeluarkan airmata, dan wajah nya tidak menunjukan kemarah, berbeda dengan teriakan yang dia dengar itu
"Aku baik kok. Bahkan lebih baik dari biasa" Dia senang dengan Ending drama itu. Moodnya langsung baik. Tidak dia sia dia maraton menontonnya
"Sella kau tau aku menonton Drama yang seru kau juga harus menontonya. kau tau tadi aku berteriak karena terbawa emosi. Untung saja teriakan ku tidak kencang" Risa menunjukan Sebuah drama yang dia tonton itu. Sella yang mengetahui situasi langsung menelan ludah. Dia langsung undur diri dari hadapan Risa dan yang lainnya.
Risa sangat heran kenapa banyak orang didepan pintu kamarnya. Dan kenapa Anna berdiri dibelakang Heri seperti ketakutan. Bahkan Den seperti menahan tawa yg akan keluar. Dia baru pertama Kali melihat Heri yang khawatir pada seseorang, padahal Risa tidak kenapa napa.
Heri melangkah mendekat kepada Risa yang tidak mengerti situasi. Dia menggenggam tangan istrinya itu.
"Siapa yang membunuh siapa? " Tanya Risa Heran.
"Kau tadi berteriak ingin membunuhku"Heri menjawab seadanya. Den sudah tidak kuat melihat Tuan Muda nya Anda Salah paham Tuan Muda.
"Aku...berteriakk..??Astagaaa!!!...Aku tadi keasikan Nonton Drama...Aku tidak akan membunuhmu...Aku hanya kebawa emosi....Mas Heri kau salah Paham" Bodoh kau Risa seharusnya dia tidak usah berteriak segala.
Anna langsung keluar dari sana tidak lagi merasa takut seperti tadi.
Heri langsung melepaskan genggaman tangannya itu.
"Khekhmm" Heri berdeham meneral kan suaranya.
"SEMUANYA CEPAT PERGIIII!!!!... " Teriakan Heri begitu nyaring membuat orang disekitar nya langsung berlarian. Heri malu kenapa dia harus terlihat menyedihkan dihadapan para pelayan, hancur sudah wibawa nya sekarang.
Heri menatap tajam kepada Risa.
"Kau harus dihukum" Heri melirik Den, Den yang mengerti langsung keluar dari sana lalu menutup pintu.
Heri berjalan kearah pintu lalu menguncinya, Risa begitu takut saat pintu sudah dikunci oleh Heri.
Langkah Lebar Heri membuatnya semakin mendekat pada Risa. Dengan secepat kilat Heri mengungkung tubuh Risa dibawah nya. Risa sudah terbaring di kasur dengan Heri diatas tubuhnya. Risa tidak bisa bergerak sama sekali. Tangan nya di cengkeram oleh Heri, sedangkan kaki nya sudah terkunci.
Dengan cepat Heri langsung mengulum bibir Risa dengan Rakus, dia lampiaskan rasa malunya dibibir Risa. Heri mengecup dan mengulum bibir Risa dengan lembut, Risa sungguh terbuai dengan suaminya itu.
Tangan Heri satu persatu membuka baju Risa dan dirinya. Hingga akhirnya momen yang seharus nya mereka berdua lakukan dimalam pertama mereka akhirnya terjadi. Kesucian yang selama ini Risa jaga akhirnya dia berikan kepada Suami nya itu.
Happy Reading ^^