Greagatta

Greagatta
Bab 14 Bertekad



Hari ini adalah kepulangan Risa dan Heri dari Rumah Ibu. Setelah Risa memeluk sang ibu sebelum berangkat dan memciumi pipi sang Adik yang wajahnya sudah memerah karena Marah. Heri hanya menyalami tangan Ibu.


Risa didalam mobil merasa Heri sedang di dalam mood yang baik, tapi entah kenapa dia berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak menggangu suaminya itu. Dia melihat binar kebahagian di mata sang suami. Tapi dia merasa bahwa kebahagian Heri saat ini bukan karena nya.


Wajah Heri begitu bahagia namun ada perasaan mengganjal dihatinya. Ada yang mencurigakan Heri tersenyum saat melihat Handphone tapi tidak melirik kepada Risa sekalipun.


Padahal baru kemarin Heri bersikap manis kepadanya, tapi kenapa sekarang Heri senyum kepadanya pun tidak. Tapi saat melihat Handphone yang digenggam dia langsung tersenyum. Apa yang terjadi kenapa dia begitu bahagia. Dan kenapa dia tidak tersenyum sekalipun kepadaku.


***


Langkah Risa sudah masuk terlebih dahulu keluar Dari mobil, namun saat berbalik dia tidak melihat Heri pria itu pergi keluar dari gerbang dengan mobil, entah mau kemana berusaha tak peduli Risa masuk kerumah mewah yang sudah hampir 4 bulan ia tinggali itu.


Dirinya sudah di disambut oleh kepala pelayan dan Sella, hubunggan Risa dan Sella sudah mulai akrab Sella merasa bahwa dia juga harus berhenti mencintai sang Tuan Muda nya. Dia merelakan Tuan Mudanya itu kepada wanita sebaik Risa. Risa membuat hubungan keduanya menjadi membaik. Terkadang Sella berbincang dengan mantan musuh nya itu


Risa pergi kekamar untuk Istirahat kembali, lagi pula sekarang dia tidak harus bekerja terus saat masih menjadi petugas kebersihan di perusahaan suaminya. Namun saat matanya akan terlelap sebuah pesan masuk dihandphone nya, Risa meraih nya dengan agak malas, tapi saat melihat pesan itu dia langsung bangun dari ranjang. Tanpa memikirkan apapun dia langsung keluar kamar berlari keluar rumah tidak mendengar ucapan Kepala pelayan yang terus memanggilnya.


Risa memberhentikan sebuah ojek yang sedang mencari penumpang, Hati Risa begitu tidak nyaman setelah membaca pesan itu.


Risa berhenti disebuah Rumah sakit tempat tujuan nya, setelah membayar dia masuk ke rumah sakit dia terus berjalan hingga berhenti disebuah kamar pasien VIP pintu yang agak terbuka membuat Risa tau apa yang terjadi didalam nya. Tubuh Risa gemetar tidak siap akan apa yang dilihat nya. Dia berharap ini mimpi, dia kecewa tapi dia juga tidak pantas untuk kecewa. Suaminya Heri memeluk seorang wanita,Heri menangis seperti bahagia bertemu wanita itu.


Sesekali Heri menghadiahi Wanita itu dengan ciuman hangat Dibibir, Risa seperti melihat adegan yang sangat romantis, jika Risa tidak tau fakta pasti dia akan senang melihat kejadian ini. Tapi pemeran utama dalam adegan didepannya, adalah suaminya sendiri. Seharusnya Risa yang berada didekapan Heri.


Risa berusaha tidak membuat dua insan yang sedang memadu kasih itu tau keberadaannya.


Apakah ini alasan Heri tidak bersikap manis lagi kepadanya.


Sedangkan Wanita itu hanya tersenyum mendengar penuturan Heri.


"Anna aku mencintaimu, jangan hilang dari pandangan ku lagi"


Mata Risa membulat sempurna, jadi Wanita yang berada didekapan suaminya itu Anna. Nama yang berada diukiran sebuah pohon yang namanya juga bersanding dengan Suaminya itu.


Paras Anna begitu sempurna walaupun sedang dalam keadaan sakit dia begitu cantik rambutnya yang panjang menambah kecantikan paras Anna. Pantas saja Suaminya terlihat begitu mencintai Anna. Risa hanya Wanita biasa dia tidak pantas dengan Heri dibandingkan Anna.


Tidak mau melihat kemesraan mereka berdua, Risa langsung melangkah menjauh dari pintu keluar dari rumah sakit, dengan langkah gontai, matanya yang memerah menahan tangis membuat orang yang melihatnya menjadi Iba.


Apakah sekarang akhir dari hubunggannya dengan Heri. Apakh Anna Akan merebut Heri dari sisi Risa. Tapi selama ini Heri bukan miliknya. Dia menikah dengan Heri hanya karena terpaksa untuk membayar biaya pengobatan sang Ibu. Tidak ada cinta saat melakukan Akad pernikahan.


Hanya Risa sendiri yang Meng Hak paten kan Heri sebagai miliknya. Kenapa Risa begitu mudah jatuh cinta dengan pria yang membelinya. Dan ini akibatnya, jika mencintai Heri dia akan sakit hati lebih dalam lagi.


Risa binggung harus bersikap dengan Heri kedepannya bagaimana lagi, haruskah dia pura pura tidak tau. Jika dia langsung menuntut penjelasan kepada Heri itu tidak mungkin, dia tidak punya alasan untuk menuntut penjelasan.


Dari mulai Hari ini Risa bertekad untuk menghapus perasaan nya kepada Heri. Risa tidak ingin mencintai pria itu lagi. Dia pasti suatu saat akan diceraikan oleh Heri. Dia tidak boleh lemah, tekanan yang diberikan Heri tidak sebanding dengan penderitaan nya dulu sebelum mengenal pria itu.


Risa tidak boleh lemah dia akan terlihat menyedihkan jika bersikap lemah dan pasrah. Dia bosan harus terus mencintai pria yang sama sekali tidak bisa melupakan masa lalu nya. Terlepas dari bagaiman cara mereka menikah tapi Heri tidak sepatutnya memadu kasih dengan wanita di Masa lalu.


Entah Risa bisa menghapus cinta nya dengan Heri atau tidak. Namun yang pasti Risa begitu menyangi pria yang sekarang sudah menjadi suaminya.